Rabu, 23 Maret 2011

Orang Belanda Pelopor Penjajahan Indonesia

CORNELIS de Houtman (lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 – Tewas di Aceh, 1599), adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan de Houtman, Kerajaan Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.
http://lh4.ggpht.com/_gmnqhYTlUxw/Sf_4NEd0doI/AAAAAAAAARw/3igtsdUs43o/Cornelis_de_Houtman%5B3%5D.jpg
Awal perjalanan

Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam ke Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai keberadaan "Kepulauan Rempah-Rempah". Pada saat de Houtman kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan perseroan Compagnie van Verre (yang berarti "Perusahaan jarak jauh"), dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken.

Ekspedisi de Houtman sudah direcoki banyak masalah sejak awal. Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. Di Madagaskar, di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan, masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi, dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai "Kuburan Belanda").

Tiba di Tanah Jawa

Pada 27 Juni 1596, ekspedisi de Houtman tiba di Banten. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat, tapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda, Sultan Banten, bersama dengan orang-orang Portugis yang telah datang lebih dulu di Banten, mengusir rombongan “Wong Londo” ini.

Ekspedisi de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Namun kali ini, kapalnya takluk ke pembajak. Saat tiba di Madura perilaku buruk rombongan ini berujung ke salah pengertian dan kekerasan: seorang pangeran di Madura terbunuh sehingga beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan sehingga de Houtman membayar denda untuk melepaskannya. Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali, dan bertemu dengan raja Bali. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597.

Saat dalam perjalanan pulang ke Belanda, mereka singgah di Kepulauan St. Helena, dekat Angola untuk mengisi persediaan air dan bahan-bahan lainnya. Kedatangan mereka ini dihadang oleh kapal-kapal Portugis yang merupakan pesaing mereka.

Akhirnya pada akhir 1597, tiga dari empat kapal ekspedisi ini kembali dengan selamat ke Belanda. Dari 249 awak, hanya 87 yang berhasil kembali.

Akibat dari ekspedisi de Houtman

Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal, namun juga dapat dianggap sebagai kemenangan bagi Belanda. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berani berlayar untuk berdagang ke Timur terutama di tanah Nusantara. Beberapa ekspedisi memang mengalami kegagalan, sementara lainnya sukses gilang-gemilang dengan keuntungan berlimpah-limpah dari total modal ekspedisi yang dikeluarkan.

Totalnya dalam rentang waktu antara 1598 dan 1601 ada 15 ekspedisi dikirim ke Nusantara, yang melibatkan 65 kapal. Sebelum Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada 1602, tercatat 12 perusahaan telah melakukan ekspedisi ke Nusantara dalam masa 7 tahun, yakni: Compagnie van Verre (Perusahaan dari Jauh), De Nieuwe Compagnie (Perusahaan Baru), De Oude Compagnie (Perusahaan Lama), De Nieuwe Brabantse Compagnie (Perusahaan Brabant Baru), De Verenigde Compagnie Amsterdam (Perhimpunan Perusahaan Amsterdam), De Magelaanse Compagnie (Perusahaan Magelan), De Rotterdamse Compagnie (Perusahaan Rotterdam), De Compagnie van De Moucheron (Perusahaan De Moucheron), De Delftse Vennootschap (Perseroan Delft), De Veerse Compagnie (Perusahaan De Veer), De Middelburgse Compagnie (Perusahaan Middelburg) dan De Verenigde Zeeuwse Compagnie (Perhimpunan Perusahaan Kota Zeeuw).

Kedatangan kapal-kapal inilah yang menjadi cikal bakal penjajahan Belanda atas tanah Nusantara.


Tewas di Aceh

Tahun 1598, Cornelis de Houtman bersama saudaranya Frederick de Houtman diutus lagi ke tanah Nusantara di mana kali ini ekspedisinya merupakan ekspedisi dalam jumlah besar. Armada-armadanya telah dipersenjatai seperti kapal perang.

Pada 1599, dua buah kapal pimpinan de Houtman yang bernama de Leeuw dan de Leeuwin berlabuh di ibukota Kerajaan Aceh. Pada awalnya kedua kapal ini mendapat sambutan baik dari pihak Aceh karena darinya diharapkan akan dapat dibangun kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. Dengan kedatangan Belanda tersebut berarti Aceh akan dapat menjual hasil-hasil bumi, khususnya lada kepada Belanda.

Namun dalam perkembangannya, akibat adanya hasutan dari pihak Portugis yang telah lebih dahulu berdagang dengan Kerajaan Aceh, Sultan Aceh menjadi tidak senang dengan kehadiran Belanda dan memerintahkan untuk menyerang kapal-kapal mereka. Pemimpin penyerangan adalah Laksamana Keumala Hayati. Dalam penyerangan ini, Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya tewas sementara Frederick de Houtman ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Frederick de Houtman mendekam dalam tahanan Kerajaan Aceh selama 2 tahun. Selama di penjara, ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara.

dari: © haxims.blogspot.com

Selasa, 22 Maret 2011

Pterosaurus Terbang Non Stop 16.000 Km


Pterosaurus raksasa dapat menempuh jarak 16.000 kilometer dalam sekali perjalanan. Jarak itu, menurut para ahli purbakala di Chatham University di Pittsburgh, Amerika Serikat, dihitung berdasarkan ukuran dan bentuk sayap, massa tubuh, serta jumlah lemak yang mereka miliki.


Pterosaurus raksasa bisa setinggi jerapah. Sayap mereka, ketika dibentangkan, bisa mencapai panjang 10 meter. Massa tubuh mereka bisa mencapai 200 kilogram.

"Saat terbang, mereka cuma mengepakkan sayap selama beberapa menit, kemudian mereka mengandalkan angin dan udara hangat untuk terbang. Sayap dikepakkan beberapa menit lagi beberapa saat kemudian," jelas Michael Habib, salah seorang ahli purbakala yang terlibat dalam penelitian. Habib juga menyebutkan kalau dalam sekali perjalanan, pterosaurus bisa membakar lemak sebanyak 72 kilogram.

Temuan ini berlawanan dengan anggapan yang sudah ada yang menyebutkan kalau pterosaurus sulit terbang akibat massa tubuh yang besar. Quetzalcoaltus northrop, pterosaurus besar yang hidup di Texas, Amerika Serikat, 70 juta tahun yang lalu memiliki berat 200 kilogram. Para ilmuwan memercayai kalau raksasa itu tidak bisa terbang, hanya bisa melayang setelah melompat dari tebing atau pohon yang tinggi.

"Seperti kalelawar saat ini, pterosaurus harus menggunakan keempat tungkainya untuk melompat sebelum mengepakkan sayap untuk terbang," jelas Habib lebih lanjut.

"Secara umum, temuan baru ini membuat kita tahu lebih jauh tentang pterosaurus," kata Alexander Kellner, ahli pterosaurus dari Brazil. Meski demikian, ia ragu akan hasil studi tersebut. "Ada beberapa struktur tubuh pterosaurus yang masih misteri," katanya. Kellner memberi contoh dengan pterosaurus di China yang memiliki sayap dengan lapisan serat yang komposisinya belum diketahui. "Yang jelas, berhubungan dengan kemampuan terbang," ujar Kellner lewat e-mail-nya kepada National Geographic News.

Jika perhitungan Habib benar, pterosaurus bisa terbang lintas benua sehingga rumah mereka bukan lagi di suatu daerah. Rumah mereka adalah Bumi ini. "Ilmuwan harus mengubah cara pikir mereka tentang distribusi pterosaurus," kata Habib.(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu) sumber: Kompas.com

Rabu, 26 Mei 2010

Kisah seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang

Rasulullah saw bersabda: Dulu ada seorang lelaki yg telah membunuh 99 orang. Dia mencari tahu siapa orang yang paling alim di antara penduduk bumi ini. Setelah diberitahukan untuk menemui seorang pendeta, dia pun mendatangi pendeta tersebut. Dia mengatakan kepada sang pendeta bahwa dirinya telah membunuh 99 orang, lalu dia melnajutkankan, apakah ada peluang tobat baginya? Pendeta itu menjawab, "Tidak." Mendengar jawaban ini, dia pun langsung membunuhnya, sehingga sempurnalah korbannya menjadi 100 orang.

Kemudian dia mencari tahu lagi siapa orang yang paling alim diantara penduduk bumi ini. Setelah diberitahukan untuk menemui orang alim kedua, dia pun menemuinya, kemudian dia mengatakan kepada ulama tersebut bahwa dirinya telah membunuh 100 orang, apakah ada peluang tobat baginya? Sang Ulama pun menjawab, "Ya." Sang ulama balik bertanya, "Apakah ada yang menghalangi seseorang untuk bertobat? Pergilah ke negeri ini dan ini. Sesungguhnya disana ada kaum yang menyembah Allah wst, maka sembahlah Allah bersama mereka. Jangan kau kembali ke negerimu, karena negerimu adalah negeri yang penuh dengan kejahatan."
Orang itupun pergi ke tempat yang dimaksud. Setelah melewati separuh perjalanan, maut menjemputnya. Malaikat rahmat dan Malaikat azab pun berdebat tentang status orang tersebut. Malaikat rahmat berkata, "Sesungguhnya dia telah datang untuk kepada Allah swt." Sedang Malaikat azab berkata, "Dia tidak pernah mengerjakan satu kebajikan pun." Saat itulah datang Malaikat penengah yang menjelma manusia. Malaikat penengah berkata, "Ukurlah jarak tempat orang itu meninggal antara asal dan tempat tujuannya. Jika orang itu berada di dekat salah satunya, maka daerah itu menjadi miliknya."
Kedua Malaikat itupun mengukurnya, ternyata mereka mendapati bahwa posisi orang itu lebih dekat ke tempat tujuannya. Maka, dia pun diambil oleh Malaikat rahmat. Riwayat lain mengatakan, "Allah memerintahkan salah satu tempat untuk menjauh, dan tempat lainnya untuk mendekat, lalu berfirma, "Ukurlah jarak tempat yang berada di antara keduanya," Para Malaikat pun mengetahui bahwa orang itu lebih dekat ke tempat tujuan dengan selisih hanya sejengkal. Maka, Allah pun mengampuni dosa-dosa orang tesebut."

Kamis, 05 November 2009

Dinosaurus Lapis Baja Ditemukan


MONTANA, KOMPAS.com — Sepasang suami istri paleontolog telah menemukan spesies baru dinosaurus yang hidup 112 juta tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Montana. Uniknya, dinosaurus tersebut memiliki lapisan keras di kulitnya sehingga mirip kendaraan lapis baja.

Keduanya, Bill dan Kris Parsons, dari Buffalo Museum of Science, New York, menemukan tengkorak dino tersebut di lereng bukit di Montana tahun 1997. Mereka kemudian meneruskan pencarian dan penggalian hingga terkumpul fosil yang hampir lengkap, termasuk tengkorak dengan lapisan pelindungnya, potongan rusuk, tulang belakang, dan tulang kaki.

Hewan yang kemudian dinamai Tatankacephalus cooneyorum adalah sejenis ankylosaurus, dinosaurus pemakan tanaman yang tubuhnya ditutupi lapisan tulang. Lapisan itu mungkin berwarna, dan bahannya serupa kerapak kura-kura atau paruh burung.

"Mereka adalah dinosaurus besar yang berjalan dengan empat kaki dan berpelindung seperti tank Sherman," kata Bill Parsons tentang hewan yang panjangnya mencapai 4,5 hingga 6 meter itu.

Selain berlapis baja, dinosaurus ini dilengkapi juga dengan dua pasang tanduk lancip, satu di pipinya dan satu pasang lagi di sekitar matanya. Ia memiliki dua lapisan tebal di belakang kepala dan bagian yang keras di sekitar hidung.

Bill Parsons yakin, semasa hidupnya, T cooneyorum ditutupi ratusan atau ribuan keping lapisan keras, memiliki sirip keras di punggung, dan duri di bagian ekornya, serupa dengan ankylosaurus.

Untuk menghindari pemangsa, ankylosaurus mungkin merundukkan tubuhnya di tanah dan menarik kepalanya, sementara tanduk di kepalanya melindungi dari gigitan ke arah leher.

Adapun jenis yang ditemukan ini diduga merupakan jenis yang muncul setelah ankylosaurus yang lebih primitif dan ankylosaurus yang hadir kemudian dengan tanduk lebih besar dan bagian hidung lebih lengkung.

Penelusuran Benteng Kota Lama Semarang

SEMARANG, KOMPAS.com - Upaya penelusuran keberadaan Benteng Kota Lama yang dilakukan tim penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta akan ditindaklanjuti. Hal ini karena ekskavasi benteng tersebut pada akhir Mei lalu masih terkendala keterbatasan ruang terbuka dan izin dari pemilik lahan.

"Kemungkinan, pada bulan Juli atau Agustus 2010, tim kembali mengadakan ekskavasi untuk mengetahui bentuk Benteng Kota Lama," ujar Sugeng Riyanto, ketua tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, dalam seminar bertajuk Arsitektur Kota Semarang dari Masa ke Masa di Universitas Katolik Soegijapranata, Kota Semarang, Rabu (4/11).

Selain Sugeng, bertindak selaku pembicara adalah Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang M Farchan, pakar cagar budaya sekaligus anggota Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) A Kriswandhono, dan pengajar Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata.

Menurut Sugeng, ekskavasi pada pertengahan 2010 nanti akan melibatkan sekitar 10-15 peneliti atau lebih banyak dibandingkan ekskavasi sebelumnya yang hanya terdiri atas lima peneliti.

"Ekskavasi tersebut akan difokuskan untuk mencari bangunan ujung benteng atau bastion pada benteng yang diperkirakan berbentuk segi lima tersebut. Kami tinggal menentukan titik penggalian, kemungkinan di lahan PT Gas Negara," kata Sugeng.

Pada akhir Mei lalu, tim peneliti hanya mendapati sisa tatanan batu bata yang diduga sebagai tembok benteng dan menemukan sedikitnya 500 artefak perkakas rumah tangga, seperti piring, mangkok, dan lainnya. Ekskavasi dila kukan di lahan parkir Bus Damri, Jalan Empu Tantular.

Berdasarkan hasil penggalian itu, tim peneliti berasumsi bahwa Kota Lama pernah dikelilingi benteng pada rentang waktu 1756-1824. Penemuan itu juga mempertegas garis imajiner yang terdapat pada Peta Belanda tahun 1800.

Dari pihak Pemkot Semarang, M Farchan mendukung adanya ekskavasi lanjutan untuk memastikan keberadaan Kota Lama. "Penemuan tersebut merupakan upaya untuk melengkapi sejarah Kota Semarang," katanya.

Farchan memastikan, pemkot akan mendampingi peneliti untuk mendapatkan izin dari pemilik lahan di kawasan tersebut. Namun, kondisi fisik lahan harus dijamin untuk dikembalikan seperti semula.

A Kriswandhono mengemukakan, banyak warga Kota Semarang yang belum mengetahui sejarah Kota Lama. Minimnya akses informasi membuat publik mengabaikan salah satu potensi wisata Kota Semarang tersebut.

Untuk itu, ekskavasi di kawasan Kota Lama diperlukan karena selama ini informasi mengenai bangunan cagar budaya tersebut hanya sebatas dari dokumen tanpa dilengkapi dengan peninggalan fisik, seperti artefak atau prasasti.

Kamis, 29 Oktober 2009

Rasulullah dan Yahudi Buta

Di satu sudut pasar kota Madinah, hidup seorang lelaki yahudi tua yang buta. Lelaki ini mengisi harinya dengan meminta-minta. Tetapi tidak hanya meminta-minta seperti pengemis lainnya, lelaki Yahudi ini juga suka berbicara pada siapa saja yang lewat atau mendekatinya. Sayangnya dia bukan bicara yang baik-baik. Lelaki ini justru berbicara sambil menghasut.

“Wahai kawan, jangan dekati Muhammad dan jangan mau didekati Muhammad. Dia itu orang gila, pembohong, dan tukang sihir. Kalau kalian dekat-dekat denganya kalian akan dipengaruhinya. Jadi hati-hatilah, jangan dekat-dekat dengan Muhammad.” Begitulah selalu si Yahudi ini akan berkata pada orang-orang di sekitarnya.

Sambil menghasut orang-orang saat meminta-minta, lelaki Yahudi ini terus saja menanti pagi hari dengan penuh harap. Sebab pada setiap hari akan dating seorang lelaki baik yang menanyakan kabarnya dengan suara lembut dan membawakannya makanan. Tak hanya itu sang lelaki dermawan ini akan menyuapinya dengan penuh kesabaran hingga sang Yahudi pun merasa kenyang.

Tentu saja sang Yahudi tak menyia-nyiakan kesempatannya menghasut. Setiap kali sang lelaki dermawan itu dating, sang Yahudi tak pernah lupa mengingatkannya untuk tidak mendekati Muhammad. Dan untuk menegaskan ucapnnya tak lupa sang Yahudi ini akan mencaci Rasulullah saw. Entah dengan sebutan orang gila, pembohong atau tukar sihir.

Suatu hari Rasulullah saw wafat. Warga Madinah berduka. Tetapi tidak demikian dengan sang lekali Yahudi. Kabar wafatnya Rasulullah justru membuatnya bahagia. Karena dia sangat membenci Rasulullah. Hanya saja herannya, sejak hari itu tak ada lagi lelaki baik dan dermawan yang biasa membawakannya makanan dan menyuapinya.

Beberapa hari setelah wafatnya Rasulullah saw, Khalifah Abubakar Siddiq ra berkunjung ke rumah anaknya yang juga istri Rasululla, Aisyah ra. Abubakara lantas bertanya pada Aisyah : “Adakah sunnah Rasulullah yang belum aku kerjakan ya Aisyah?”

Aisyah pun menjawab pertanyaan ayahnya. “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah, sungguh hamper tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”.

“Apakah itu?” Tanya Abubakar ra.

“Selama ini setiap pagi Rasulullah saw selalu pergi ke ujung pasar sambil membawa makanan untuk seorang pemngemis Yahudi buta yang ada di sana,” jawab Aisyah ra.

Keesokan harinya Abubakar ra pun pergi ke pasar yang dikatakan Aisyah dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis Yahudi itu dan memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abubakar ra mendatanginya, si pengemis bertanya keras, “Siapa kamu?’

Abubakara ra menjawab, “Aku orang yang biasa.”

“Bukan!” sergah si pengemis. “Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.” Jawab si pengemis buta. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang makanan.”

Abubakar kini mulai menyuapi sang pengemis. Namun pengemis itu menjadi marah dan berteriak. “Engkau bukan orang yang biasa. Kalu dia yang dating tidak pernah susah mulut tuaku ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku dengan terlebih dahulu melumatkan makanan yang dibawanya. Jadi katakan siapa dirimu dan kemana orang yang biasa menyuapiku dulu?”

Hampir saja Abubakar ra tidak mampu menjawab karena air matanya kini mengalir deras. Sambil menahan sedih karena terkenang pada Rasulullah, Abubakar pun menceritakan hal yang sebenarnya pada sang pengemis.

“Aku memang bukan orang yang biasa dating padamu. Aku hanyalah salah seorang sahabatnya. Dan sungguh, orang dermawan, baik dan mulia yang biasa mendatangimu itu sudah tiada. Dialah Rasulullah saw, yang beberapa hari lalu meninggal dunia.”

Betapa terkejutnya sang pengemis itu mendengar cerita Abubakar ra. dia pun ikut menangis dan berkata, “jadi, diakan sang Muhammad itu?. Padahal selama ini aku selalu menghinanya, memfithanya, mencacinya dan menghasut orang-orang untuk membencinya. Tetapi tak sekalipun dia membalasku atau bahkan sekedar memarahiku. Bahkan ia mendatangiku setiap hari, melumatkan makanan dan menyuapiku dengan lemah lembut. Perilakunya ternyata begitu mulia…. aku sungguh tidak menduga dialah Muhammad….”

Maka tak menunggu lama, sang pengemis Yahudi yang buta itu pun menyesali perbuatannya dan akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar ra. (Ummi)

Rabu, 21 Oktober 2009

Si Kulup Yang Durhaka

Cerita ini berasal dari Belitung. Dahulu, ada sebuah keluarga miskin bertempat tinggal di dekat sungai Cerucuk. Kehidupan keluarga tersebut sangatlah miskin. Mereka hidup dari mencari dedaunan maupun buah-buahan yang ada dalam hutan. Hasil pencariannya dijual di pasar.

Keluarga tersebut mempunyai seorang anak laki-laki bernama Si Kulup. Si Kulup senang membantu orang tuanya mencari nafkah. Mereka saling membantu. Meskipun mereka hidup berkekurangan namun tidak pernah merasa menderita

Suatu ketika, ayah si Kulup pergi ke hutan untuk mencari rebung yang masih muda. Rebung itu dijadikan sayur untuk makan bertiga. Saat menebang rebung, terlihatlah oleh ayah si Kulup sebatang tongkat berada pada rumpun bambu. Pak Kulup demikian orang menyebut ayah si Kulup mengamati tongkat tersebut. Semula tongkat itu akan dibuang, tetapi setelah diperhatikan betul dan dibersihkan ternyata tongkat itu bertabur intan permata dan merah delima.

Ia juga tetap membawanya rebung pulang, karena dari situlah mata pencahariannya sehari-hari. Pak Kulup dengan perasaan was-was dan takut membawa pulang ke rumah. Sesampai di rumah, didapatinya si Kulup sedang tiduran dan istrinya berada di rumah tetangga.

Sikulup disuruh memanggil ibunya, tapi pemuda itu tidak mau. Ia baru saja pulang mendorong kereta. Badan masih lelah. Ia tidak tahu bahwa ayahnya membawa tongkat yang bertabur intam permata.

Kap Kulup pergi menyusul istrinya yang bertandang di rumah tetangga. Pak Kulup dan Mak Kulup terlihat asyik bercerita menuju rumahnya. Sampai di rumah mereka bertiga berunding tentang tongkat yang ditemukan tadi siang.

Pak Kulup mengusulkan supaya tongkat itu disimpan saja. Mungkin nanti ada yang mencarinya. Mak Kulup menjawab “ Mau disimpan dimana…? Kita tidak punya Lemari.”

Kenudian si Kulup pun usul: “lebih baik dijual saja, supaya kita tidak repot menyimpannya.”

Akhirnya mereka bertiga bersepakat untuk menjual tongkat temuannya. Si Kulup ditugasi untuk menjual tongkat tersebut ke negeri lain. Si Kulup pergi meninggalkan desanya. Tidak lama kemudia tongkat itupun telah terjual dengan harga yang sangat mahal.

Setelah sikupu menjadi kaya, ia tidak mau pulang ke rumah orang tuanya. Ia tetap tinggal di rantauan. Kartena ia selalu berkawan dengan anak-anak saudagar kaya maka ia pun diambil menantu oleh saudagar paling kaya di negeri tersebut.

Si Kulup sudah beristri. Mereka hidup serba berlebih. Si Kulup sudah lupa akan kedua orang tuanya yang menyuruh menjual tongkat.

Setelah bertahun-tahun mereka hidup dirantau, oleh mertuanya si Kulup disuruh berniaga ke negeri lain bersama istrinya. Si Kulup lalu membeli sebuah kapal besar. Ia juga menyiapkan anak buahnya yang diajak serta berlayar. Mereka berdua minta doa restu kepada orang tuanya agar selamat dalam perjalanan dan berhasil mengembangkan dagangannya.

Mulailah mereka berlayar meninggalkan daerah perantauannya.Saat itu Si Kulup teringat kembali akan kampong halamannya. Ketika sampai di muara sungai Cerucuk mereka berlabuh. Suasana kapal sangat ramai karena suara dari binatang perbekalannya, seperti: ayam, itik, angsa dan burung.

Kedatangan si Kulup di desanya terdengar oleh kedua orang tuanya. Sangatlah rindu kedua orang tuanya, terlebih-lebih emaknya. Emaknya menyiapkan makanan kesukaan si Kulup seperti : ketupat rebus, belut panggang dan sebagainya. Kedua orang tuanya dating di kapal sambil membawa makanan kesukaan anaknya.

Sesampai di kapal kedua orang tua itumencari anaknya si Kulup. Si Kulup sudah menjadi saudagar kaya melihat kedua orang tuanya merasa malu. Maka disuirnyalah kedua orang tuanya. Buah tangan yang dibawa oleh emaknya pun dibuang.

Saudagar kaya itu marah sambil berucap: “ Pergi! Lekas Pergi.” Aku tidak punya orang tua seperti aku. Jangan kotori tempatku ini. Tidak tahu malu, mengaku diriku sebagai anakmu. Apa mungkin aku mempunyai orang tua miskin seperti kau. Enyahlah, engkau dari sini!”

Pa Kulup dan isterinya merasa terhina sekali. Mereka cepat-cepat meninggalkan kapal. Putuslah harapannya bertemu dan mendekap anak untuk melepas rindu. Yang mereka terima hanyalah umpatan caci maki dari anak kandungnya sendiri.

Setibanya di darat, emak si Kulup tidak dapat menahan amarahnya. Ia benar-benar terpukul hatinya melihat peristiwa tadi. Ia berucap:”Kalau saudara itu benar-benar anakku si Kulup dan kini tidak mau mengaku kami sebagai orang tuanya, mudah-mudahan kapal besar itu karam.”

Selesai berucap demikian itu, ayah dan emak si Kulup pulang ke rumahnya dengan rasa kecewa. Tidak berapa lama terjadi suatu keanehan yang luar biasa, tiba-tiba gelombang laut sangat tinggi menerjang kapal saudagar akaya. Mula-mula kapal itu oleng ke kanan dan ke kiri, menimbulkan ketakutan luar biasa pada penumpangnya. Akhirnya kapal itu terbalik,semua penumpangnya tewas seketika.

Beberapa hari kemudian di tempat karamnya kapal besar itu, muncullah sebuah pulau yang menyerupai kapal. Pada waktu-waktu tertentu terdengar suara binatang bawaan saudagar kaya. Maka hingga sekarang pulau itu di namakan Pulau kapal.

Hello Assalamu'alaikum sahabat blogger tercinta atau siapapu yang datang kesini. Silahkan baca artikelnya mudah-mudahan bermanfaat kalo sudah baca jangan lupa memberikan komentar, apapun komentarnya, yang enak maupun yang tidak enak, boleh memuji maupun mencela yang penting kasih komentar. Makasih yah.

ZIKIR YANG AMPUH

Award Dari Sahabat

    Award dari Sahabat

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog Sahabat

Bendera Negara Pengunjung

free counters