Senin, 29 Juni 2009

Sultan Ageng Tirtayasa (1631-1683) dan Kerajaan Banten

Sejak dulu kala Banten merupakan pelabuhan perdagangan yang ramai, sejak jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511. Dukungan kerajaan-kerajaan di pantai utara laut Jawa, seperti Demak dan Jepara, sangat berperan dalam perkembangan Banten yang semakin pesat. Bahkan sejarah Banten dapat ditelusuri lewat kehadiran Falatehan (Fatahillah) yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.
Kehadiran VOC di Jawa, termasuk Banten sebenarnya hanya mencari beras untuk ditukar dengan komoditi rempah-rempah yang laku keras di pasaran Eropa. Sebelumnya VOC datang ke Daerah timur Indonesia yang kemudian perhatiaannya beralih ke Pulau Jawa.

Belanda dengan Banten tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya kota Batavia yang dirintis oleh Jan Pieterszoonb Coen yang semula berpangkat kepala Tata Buku kongsi dagang VOC di Banten. Taktik VOC yang licik dan curang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat antara pengeran kerajaan Banten di Batavia. Pangerang Mangkubumi yang menjadi wali Sultan yang masih kanak-kanak lebih dekat dengan VOC sedangkan Pengeran Jayakarta yang berkedudukan di daerah yang sekarang di sebut Kota Jakarta (Jakarta diambil dari kata Jayakarta) lebih dekat dengan orang Eropa lain seperti Inggris dan Perancis. Atas restu wali Raja Banten Belanda menyingkirakan Pangeran Jayakarta dan orang Inggris dan Prancis. Sejak itu Batavia menjadi benteng dan sekaligus menjadi pusat kekuatan VOC yang terus berkembang.
Hubungan antara Banten dan VOC yang semula baik perlahan-lahan berubah sejak naiknya Sultan Banten Abdulfattah yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1661. Sultan Ageng Tirtayasa tidak menyukai Belanda karena dianggap sebagai penghalang perdagangan Banten. Pada tahun-tahun awal pemerintahannya ia berhasil mengembalikan kekuatan perdagangan kerajaan Banten.
Sultang Ageng mengadakan penyerangan-penyerangan gerilya terhadap Batavia baik lewat darat mapun lewat laut. Pada tahun 1666, dua kapal Kompeni Belanda dirampas oleh Banten dan perkebunan tebunya dirusak. Sultan Banten pun tidak bersedia menerima utusan VOC, sehingga orang-orang Belanda yang berada di Banten merasa tidak aman. Diam-diam mereka meninggalkan Banten. VOC memblokir pelabuhan Banten sehingga merugikan perdagangan Banten. Karenanya Sultan terpaksa melakukan perundingan dengan Belanda.
Perundingan berlangsung sangat ketat. Belanda tetap mempertahankan keinginannya melakukan perdagangan monopoli di Maluku dan Malaka yang sulit diterima oleh Banten. Akhirnya disepakati bahwa Belanda tetap mengadkan perdagangan dengan Maluku dn membayar ganti rugi kepada Banten. Berkat usaha Sultan Agen Tirtayasa perdagangan Banten berkembang dengan pesat sampai ke Persia, Suria, Mekkah, Koromandel, Benggala, Siam, Tonkin dan Cina. Dalam perdagangan ke luar negeri itu Sultan banyak dibantu oleh Inggris dan Denmark.
Keadaan tenang itu berakhir pada tahun 1676 ketika putra sulungnya kembali dengan gelar Sultan Haji yang sangat pro-Belanda. Ketegangan dengan Kompeni memuncak pada tahun 1680 dengan berkahirnya perang Trunojoyo. Sultan Ageng yang makin bertambah usianya harus menghadapi Kompeni dan putranya, Sultan Haji.
Pada tanggal 27 Pebruari 1682 Istana Sultan Haji di Surosowan diserbu pasukan Banten. Dengan bantuan Belanda, Sultan Haji berhasil mempertahankan diri dengan semua syarat yang diajukan Belanda bahwa semua orang Eropa (Inggris dan Portugis) harus meninggalkan Banten. Pada bulan Agustus 1682 Sultan Haji menandatangani perjanjian yang mengakui kekuasaan Kompeni Belanda.
Sultan Ageng yang sudah terdesak terus melancarkan perlawanan hingga pada tahun 1683, pada tahun itu juga ia ditangkap dan wafat di penjara. Jenazah pejuang syahid ini dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Banten yaitu di sebelah utara Masjid Agung Banten. (Rahimsyah).

Minggu, 28 Juni 2009

Mari kebelakang sejenak untuk maju kelak



Assalamu’laikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam semua......!

Ketika Allah menciptakan Adam, Dia berkata kepada Para Malaikat bahwa Dia akan menjadikan Adam (manusia) sebagai Khalifah (peminpin) dimuka bumi. Hal ini tentu saja membuat para Malaikat itu heran dan bertanya; ”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpah darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Kekhawatiran Para Malaikat itu terbukti. Ternyata manusia memanglah makhluk yang suka membuat kerusakan di muka bumi dan senang bertumpah darah (berperang). Perang selalu menyisakan kesedihan, kepedihan, penderitaan dan kerusakan. Kerusakan fisik dan kerusakan mental. Manusia kerap kali berbuat kejahilan (kebodohan). Kebodohannya selalu menimbulkan efek buruk terhadap lingkungan, tatanan hidup, peradaban, masa depan gerenasi kita sendiri dan lain sebagainya.

Saya (juga yang lainnya) adalah salah seorang anak manusia - yang sudah pasti - juga banyak melakukan kebodohan-kebodohan tersebut yang selalu menimbulkan kemudharatan dan kemaslahatan. Saya sadari betul. Dan itu harus dihentikan.

Maka ada baiknya kita tengok kebelakang, untuk melihat apa yang telah kita lakukan, lalu kita kaji, kita pelajari, kita renungkan dan selanjutnya kita buat perbaikan. Kita buat suatu PERUBAHAN agar kegelapan yang selama ini menyelimuti kita berubah menjadi terang benderang yang menyinari dunia.

Blog ini menyediakan informasi Bidang Sejarah, baik sejarah bangsa dan negara Indonesia mau pun sejarah dunia. Baik bidang sosial, budaya, seni, agama, ekonomi, perjuangan suatu bangsa perkembangan ilmu pengetahuan.

Untuk itulah Blog ini saya beri nama RAJA SALAHUDDIN, Raja dari kata Rahmat Jaya dan Salahuddin (Al-Ayubi) adalah seorang tokoh sejarah pada zaman keemasan Islam (Perang Salib). Moto Blog ini adalah “Perubahan adalah hijrah ke arah perbaikan menuju kesempurnaan”. Bagi para pengunjung saya sangat mengharapkan partisipasinya agar dapat membantu program ini dengan memberi masukan, kritikan, saran dan komentar serta menyumbangkan artikel yang dapat memperkaya khasanah informasi sejarah di blog ini. Semoga hal ini menjadi amal baik yang dapat dipertanggung-jawabkan di hadapan Sang Pencipta Khalifah. Amien. (Rahmat Jaya)

Hello Assalamu'alaikum sahabat blogger tercinta atau siapapu yang datang kesini. Silahkan baca artikelnya mudah-mudahan bermanfaat kalo sudah baca jangan lupa memberikan komentar, apapun komentarnya, yang enak maupun yang tidak enak, boleh memuji maupun mencela yang penting kasih komentar. Makasih yah.

ZIKIR YANG AMPUH

Award Dari Sahabat

    Award dari Sahabat

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog Sahabat

Bendera Negara Pengunjung

free counters