<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790</id><updated>2012-02-17T09:19:39.110+07:00</updated><category term='Award Dari Sahabat'/><category term='Kilasan Sejarah'/><category term='Sejarah Tokoh Dunia'/><category term='Cerita Rakyat'/><category term='Sejarah Dalam Gambar'/><category term='Arkeologi'/><category term='Sejarah Purbakala'/><category term='Sejarah Saint dan Teknologi'/><category term='Pembukaan'/><category term='Sejarah Seni dan Budaya'/><category term='Sejarah Negeri'/><category term='Sejarah Indonesia'/><category term='Sejarah Islam'/><category term='Peristiwa'/><category term='Sejarah Kota'/><category term='Sejarah Tokoh Agama'/><title type='text'>Kisah Masa Silam</title><subtitle type='html'>Perubahan adalah hijrah ke arah perbaikan menuju kesempurnaan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-5924973300665001627</id><published>2011-03-23T15:12:00.003+07:00</published><updated>2011-04-01T14:30:59.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Indonesia'/><title type='text'>Orang Belanda Pelopor Penjajahan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;CORNELIS  de Houtman &lt;/b&gt;(lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 –   Tewas di Aceh, 1599), adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan   jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan   rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan de Houtman, Kerajaan   Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di   Nusantara. Meski ekspedisi de Houtman banyak memakan korban jiwa di   pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi de Houtman yang   pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena   sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke   Timur.&lt;br /&gt;&lt;img alt="http://lh4.ggpht.com/_gmnqhYTlUxw/Sf_4NEd0doI/AAAAAAAAARw/3igtsdUs43o/Cornelis_de_Houtman%5B3%5D.jpg" src="http://lh4.ggpht.com/_gmnqhYTlUxw/Sf_4NEd0doI/AAAAAAAAARw/3igtsdUs43o/Cornelis_de_Houtman%5B3%5D.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Awal perjalanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-readmore-&gt;&lt;br /&gt;Pada  tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam  ke  Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak  mungkin  mengenai keberadaan "Kepulauan Rempah-Rempah". Pada saat de  Houtman  kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van   Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para   saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang   paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan   perseroan Compagnie van Verre (yang berarti "Perusahaan jarak jauh"),   dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah   pimpinan Cornelis de Houtman. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut   dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam,   Hollandia, Mauritius dan Duyfken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi de Houtman sudah  direcoki banyak masalah sejak awal. Penyakit  sariawan merebak hanya  beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat  kurangnya makanan.  Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para  pedagang menyebabkan  beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas  kapal. Di Madagaskar, di  mana sebuah perhentian sesaat direncanakan,  masalah lebih lanjut  menyebabkan kematian lagi, dan kapal-kapalnya  bertahan di sana selama  enam bulan. (Teluk di Madagaskar tempat mereka  berhenti kini dikenal  sebagai "Kuburan Belanda").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tiba di Tanah Jawa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  27 Juni 1596, ekspedisi de Houtman tiba di Banten. Hanya 249 orang   yang tersisa dari pelayaran awal. Penerimaan penduduk awalnya   bersahabat, tapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak   kapal Belanda, Sultan Banten, bersama dengan orang-orang Portugis yang   telah datang lebih dulu di Banten, mengusir rombongan “Wong Londo” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi  de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Namun kali ini,  kapalnya  takluk ke pembajak. Saat tiba di Madura perilaku buruk  rombongan ini  berujung ke salah pengertian dan kekerasan: seorang  pangeran di Madura  terbunuh sehingga beberapa awak kapal Belanda  ditangkap dan ditahan  sehingga de Houtman membayar denda untuk  melepaskannya. Kapal-kapal  tersebut lalu berlayar ke Bali, dan bertemu  dengan raja Bali. Mereka  akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot  merica pada 26 Februari 1597.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat  dalam perjalanan pulang ke Belanda, mereka singgah di Kepulauan St.   Helena, dekat Angola untuk mengisi persediaan air dan bahan-bahan   lainnya. Kedatangan mereka ini dihadang oleh kapal-kapal Portugis yang   merupakan pesaing mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada akhir 1597, tiga dari  empat kapal ekspedisi ini kembali  dengan selamat ke Belanda. Dari 249  awak, hanya 87 yang berhasil  kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akibat dari ekspedisi de Houtman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  perjalanan ini bisa dibilang gagal, namun juga dapat dianggap  sebagai  kemenangan bagi Belanda. Pihak Belanda sejak saat itu mulai  berani  berlayar untuk berdagang ke Timur terutama di tanah Nusantara.  Beberapa  ekspedisi memang mengalami kegagalan, sementara lainnya sukses   gilang-gemilang dengan keuntungan berlimpah-limpah dari total modal   ekspedisi yang dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Totalnya  dalam rentang waktu antara 1598 dan 1601 ada 15 ekspedisi  dikirim ke  Nusantara, yang melibatkan 65 kapal. Sebelum Verenigde  Oost-Indische  Compagnie (VOC) didirikan pada 1602, tercatat 12  perusahaan telah  melakukan ekspedisi ke Nusantara dalam masa 7 tahun,  yakni: Compagnie  van Verre (Perusahaan dari Jauh), De Nieuwe Compagnie  (Perusahaan  Baru), De Oude Compagnie (Perusahaan Lama), De Nieuwe  Brabantse  Compagnie (Perusahaan Brabant Baru), De Verenigde Compagnie  Amsterdam  (Perhimpunan Perusahaan Amsterdam), De Magelaanse Compagnie  (Perusahaan  Magelan), De Rotterdamse Compagnie (Perusahaan Rotterdam),  De  Compagnie van De Moucheron (Perusahaan De Moucheron), De Delftse   Vennootschap (Perseroan Delft), De Veerse Compagnie (Perusahaan De   Veer), De Middelburgse Compagnie (Perusahaan Middelburg) dan De   Verenigde Zeeuwse Compagnie (Perhimpunan Perusahaan Kota Zeeuw).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan kapal-kapal inilah yang menjadi cikal bakal penjajahan Belanda atas tanah Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i718.photobucket.com/albums/ww183/kapongkeng/ekspedisidehoutman.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tewas di Aceh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  1598, Cornelis de Houtman bersama saudaranya Frederick de Houtman   diutus lagi ke tanah Nusantara di mana kali ini ekspedisinya merupakan   ekspedisi dalam jumlah besar. Armada-armadanya telah dipersenjatai   seperti kapal perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1599, dua buah kapal pimpinan de  Houtman yang bernama de Leeuw dan  de Leeuwin berlabuh di ibukota  Kerajaan Aceh. Pada awalnya kedua kapal  ini mendapat sambutan baik dari  pihak Aceh karena darinya diharapkan  akan dapat dibangun kerjasama  perdagangan yang saling menguntungkan.  Dengan kedatangan Belanda  tersebut berarti Aceh akan dapat menjual  hasil-hasil bumi, khususnya  lada kepada Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam perkembangannya, akibat adanya  hasutan dari pihak Portugis  yang telah lebih dahulu berdagang dengan  Kerajaan Aceh, Sultan Aceh  menjadi tidak senang dengan kehadiran  Belanda dan memerintahkan untuk  menyerang kapal-kapal mereka. Pemimpin  penyerangan adalah Laksamana  Keumala Hayati. Dalam penyerangan ini,  Cornelis de Houtman dan beberapa  anak buahnya tewas sementara Frederick  de Houtman ditangkap dan  dijebloskan ke penjara. Frederick de Houtman  mendekam dalam tahanan  Kerajaan Aceh selama 2 tahun. Selama di penjara,  ia menulis buku berupa  kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus  Melayu-Belanda pertama dan  tertua di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dari: © &lt;a href="http://haxims.blogspot.com/"&gt; haxims.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--readmore--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-5924973300665001627?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/5924973300665001627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=5924973300665001627&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/5924973300665001627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/5924973300665001627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2011/03/orang-belanda-pelopor-penjajahan.html' title='Orang Belanda Pelopor Penjajahan Indonesia'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_gmnqhYTlUxw/Sf_4NEd0doI/AAAAAAAAARw/3igtsdUs43o/s72-c/Cornelis_de_Houtman%5B3%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-2394695720613622055</id><published>2011-03-22T11:49:00.003+07:00</published><updated>2011-03-22T11:54:41.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Purbakala'/><title type='text'>Pterosaurus Terbang Non Stop 16.000 Km</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Tu1EIQRBZPo/TYgqk5ygfBI/AAAAAAAAALY/K-pxyTjTH9k/s1600/pterosaurus.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Tu1EIQRBZPo/TYgqk5ygfBI/AAAAAAAAALY/K-pxyTjTH9k/s200/pterosaurus.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 100px;" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586762151229422610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pterosaurus raksasa dapat menempuh jarak 16.000 kilometer dalam sekali perjalanan. Jarak itu, menurut para ahli purbakala di Chatham University di Pittsburgh, Amerika Serikat, dihitung berdasarkan ukuran dan bentuk sayap, massa tubuh, serta jumlah lemak yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--readmore--&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pterosaurus raksasa bisa setinggi jerapah. Sayap mereka, ketika dibentangkan, bisa mencapai panjang 10 meter. Massa tubuh mereka bisa mencapai 200 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat terbang, mereka cuma mengepakkan sayap selama beberapa menit, kemudian mereka mengandalkan angin dan udara hangat untuk terbang. Sayap dikepakkan beberapa menit lagi beberapa saat kemudian," jelas Michael Habib, salah seorang ahli purbakala yang terlibat dalam penelitian. Habib juga menyebutkan kalau dalam sekali perjalanan, pterosaurus bisa membakar lemak sebanyak 72 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini berlawanan dengan anggapan yang sudah ada yang menyebutkan kalau pterosaurus sulit terbang akibat massa tubuh yang besar. Quetzalcoaltus northrop, pterosaurus besar yang hidup di Texas, Amerika Serikat, 70 juta tahun yang lalu memiliki berat 200 kilogram. Para ilmuwan memercayai kalau raksasa itu tidak bisa terbang, hanya bisa melayang setelah melompat dari tebing atau pohon yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti kalelawar saat ini, pterosaurus harus menggunakan keempat tungkainya untuk melompat sebelum mengepakkan sayap untuk terbang," jelas Habib lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara umum, temuan baru ini membuat kita tahu lebih jauh tentang pterosaurus," kata Alexander Kellner, ahli pterosaurus dari Brazil. Meski demikian, ia ragu akan hasil studi tersebut. "Ada beberapa struktur tubuh pterosaurus yang masih misteri," katanya. Kellner memberi contoh dengan pterosaurus di China yang memiliki sayap dengan lapisan serat yang komposisinya belum diketahui. "Yang jelas, berhubungan dengan kemampuan terbang," ujar Kellner lewat e-mail-nya kepada National Geographic News.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perhitungan Habib benar, pterosaurus bisa terbang lintas benua sehingga rumah mereka bukan lagi di suatu daerah. Rumah mereka adalah Bumi ini. "Ilmuwan harus mengubah cara pikir mereka tentang distribusi pterosaurus," kata Habib.(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu) sumber: Kompas.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-2394695720613622055?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/2394695720613622055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=2394695720613622055&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/2394695720613622055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/2394695720613622055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2011/03/pterosaurus-raksasa-dapat-menempuh.html' title='Pterosaurus Terbang Non Stop 16.000 Km'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Tu1EIQRBZPo/TYgqk5ygfBI/AAAAAAAAALY/K-pxyTjTH9k/s72-c/pterosaurus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-444292393079473745</id><published>2010-05-26T09:34:00.007+07:00</published><updated>2011-02-08T15:14:47.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>Kisah seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang</title><content type='html'>Rasulullah saw bersabda: Dulu ada seorang lelaki yg telah membunuh 99 orang. Dia mencari tahu siapa orang yang paling alim di antara penduduk bumi ini. Setelah diberitahukan untuk menemui seorang pendeta, dia pun mendatangi pendeta tersebut. Dia mengatakan kepada sang pendeta bahwa dirinya telah membunuh 99 orang, lalu dia melnajutkankan, apakah ada peluang tobat baginya? Pendeta itu menjawab, "Tidak." Mendengar jawaban ini, dia pun langsung membunuhnya, sehingga sempurnalah korbannya menjadi 100 orang.&lt;br /&gt;&lt;!--–more–--&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mencari tahu lagi siapa orang yang paling alim diantara penduduk bumi ini. Setelah diberitahukan untuk menemui orang alim kedua, dia pun menemuinya, kemudian dia mengatakan kepada ulama tersebut bahwa dirinya telah membunuh 100 orang, apakah ada peluang tobat baginya? Sang Ulama pun menjawab, "Ya." Sang ulama balik bertanya, "Apakah ada yang menghalangi seseorang untuk bertobat? Pergilah ke negeri ini dan ini. Sesungguhnya disana ada kaum yang menyembah Allah wst, maka sembahlah Allah bersama mereka. Jangan kau kembali ke negerimu, karena negerimu adalah negeri yang penuh dengan kejahatan."&lt;br /&gt;Orang itupun pergi ke tempat yang dimaksud. Setelah melewati separuh perjalanan, maut menjemputnya. Malaikat rahmat dan Malaikat azab pun berdebat tentang status orang tersebut. Malaikat rahmat berkata, "Sesungguhnya dia telah datang untuk kepada Allah swt." Sedang Malaikat azab berkata, "Dia tidak pernah mengerjakan satu kebajikan pun." Saat itulah datang Malaikat penengah yang menjelma manusia. Malaikat penengah berkata, "Ukurlah jarak tempat orang itu meninggal antara asal dan tempat tujuannya. Jika orang itu berada di dekat salah satunya, maka daerah itu menjadi miliknya."&lt;br /&gt;Kedua Malaikat itupun mengukurnya, ternyata mereka mendapati bahwa posisi orang itu lebih dekat ke tempat tujuannya. Maka, dia pun diambil oleh Malaikat rahmat. Riwayat lain mengatakan, "Allah memerintahkan salah satu tempat untuk menjauh, dan tempat lainnya untuk mendekat, lalu berfirma, "Ukurlah jarak tempat yang berada di antara keduanya," Para Malaikat pun mengetahui bahwa orang itu lebih dekat ke tempat tujuan dengan selisih hanya sejengkal. Maka, Allah pun mengampuni dosa-dosa orang tesebut."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-444292393079473745?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/agama-sebagai-sumber-nasehat/kisah-seorang-lelaki-yang-telah-membunuh-99-orang/105121066190302' title='&lt;marquee&gt;Kisah seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang&lt;/marquee&gt;'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/444292393079473745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=444292393079473745&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/444292393079473745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/444292393079473745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2010/05/kisah-seorang-lelaki-yang-telah.html' title='&lt;marquee&gt;Kisah seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-986641742533932679</id><published>2009-11-05T11:54:00.004+07:00</published><updated>2009-11-05T12:00:11.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arkeologi'/><title type='text'>Dinosaurus Lapis Baja Ditemukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SvJbDU6Pz5I/AAAAAAAAAJI/cytewys9Oh4/s1600-h/Dino+Baja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SvJbDU6Pz5I/AAAAAAAAAJI/cytewys9Oh4/s200/Dino+Baja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400479015881396114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MONTANA, KOMPAS.com — Sepasang suami istri paleontolog telah menemukan spesies baru dinosaurus yang hidup 112 juta tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Montana. Uniknya, dinosaurus tersebut memiliki lapisan keras di kulitnya sehingga mirip kendaraan lapis baja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keduanya, Bill dan Kris Parsons, dari Buffalo Museum of Science, New York, menemukan tengkorak dino tersebut di lereng bukit di Montana tahun 1997. Mereka kemudian meneruskan pencarian dan penggalian hingga terkumpul fosil yang hampir lengkap, termasuk tengkorak dengan lapisan pelindungnya, potongan rusuk, tulang belakang, dan tulang kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan yang kemudian dinamai Tatankacephalus cooneyorum adalah sejenis ankylosaurus, dinosaurus pemakan tanaman yang tubuhnya ditutupi lapisan tulang. Lapisan itu mungkin berwarna, dan bahannya serupa kerapak kura-kura atau paruh burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka adalah dinosaurus besar yang berjalan dengan empat kaki dan berpelindung seperti tank Sherman," kata Bill Parsons tentang hewan yang panjangnya mencapai 4,5 hingga 6 meter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berlapis baja, dinosaurus ini dilengkapi juga dengan dua pasang tanduk lancip, satu di pipinya dan satu pasang lagi di sekitar matanya. Ia memiliki dua lapisan tebal di belakang kepala dan bagian yang keras di sekitar hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Parsons yakin, semasa hidupnya, T cooneyorum ditutupi ratusan atau ribuan keping lapisan keras, memiliki sirip keras di punggung, dan duri di bagian ekornya, serupa dengan ankylosaurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari pemangsa, ankylosaurus mungkin merundukkan tubuhnya di tanah dan menarik kepalanya, sementara tanduk di kepalanya melindungi dari gigitan ke arah leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jenis yang ditemukan ini diduga merupakan jenis yang muncul setelah ankylosaurus yang lebih primitif dan ankylosaurus yang hadir kemudian dengan tanduk lebih besar dan bagian hidung lebih lengkung.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-986641742533932679?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/986641742533932679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=986641742533932679&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/986641742533932679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/986641742533932679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/11/dinosaurus-lapis-baja-ditemukan.html' title='&lt;marquee&gt;Dinosaurus Lapis Baja Ditemukan&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SvJbDU6Pz5I/AAAAAAAAAJI/cytewys9Oh4/s72-c/Dino+Baja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-3855092513316963071</id><published>2009-11-05T07:11:00.002+07:00</published><updated>2009-11-05T07:24:06.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kota'/><title type='text'>Penelusuran Benteng Kota Lama Semarang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SEMARANG, KOMPAS.com - Upaya penelusuran keberadaan Benteng Kota Lama yang dilakukan tim penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta akan ditindaklanjuti. Hal ini karena ekskavasi benteng tersebut pada akhir Mei lalu masih terkendala keterbatasan ruang terbuka dan izin dari pemilik lahan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kemungkinan, pada bulan Juli atau Agustus 2010, tim kembali mengadakan ekskavasi untuk mengetahui bentuk Benteng Kota Lama," ujar Sugeng Riyanto, ketua tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, dalam seminar bertajuk Arsitektur Kota Semarang dari Masa ke Masa di Universitas Katolik Soegijapranata, Kota Semarang, Rabu (4/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Sugeng, bertindak selaku pembicara adalah Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang M Farchan, pakar cagar budaya sekaligus anggota Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) A Kriswandhono, dan pengajar Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sugeng, ekskavasi pada pertengahan 2010 nanti akan melibatkan sekitar 10-15 peneliti atau lebih banyak dibandingkan ekskavasi sebelumnya yang hanya terdiri atas lima peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ekskavasi tersebut akan difokuskan untuk mencari bangunan ujung benteng atau bastion pada benteng yang diperkirakan berbentuk segi lima tersebut. Kami tinggal menentukan titik penggalian, kemungkinan di lahan PT Gas Negara," kata Sugeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir Mei lalu, tim peneliti hanya mendapati sisa tatanan batu bata yang diduga sebagai tembok benteng dan menemukan sedikitnya 500 artefak perkakas rumah tangga, seperti piring, mangkok, dan lainnya. Ekskavasi dila kukan di lahan parkir Bus Damri, Jalan Empu Tantular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penggalian itu, tim peneliti berasumsi bahwa Kota Lama pernah dikelilingi benteng pada rentang waktu 1756-1824. Penemuan itu juga mempertegas garis imajiner yang terdapat pada Peta Belanda tahun 1800.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pihak Pemkot Semarang, M Farchan mendukung adanya ekskavasi lanjutan untuk memastikan keberadaan Kota Lama. "Penemuan tersebut merupakan upaya untuk melengkapi sejarah Kota Semarang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farchan memastikan, pemkot akan mendampingi peneliti untuk mendapatkan izin dari pemilik lahan di kawasan tersebut. Namun, kondisi fisik lahan harus dijamin untuk dikembalikan seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Kriswandhono mengemukakan, banyak warga Kota Semarang yang belum mengetahui sejarah Kota Lama. Minimnya akses informasi membuat publik mengabaikan salah satu potensi wisata Kota Semarang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ekskavasi di kawasan Kota Lama diperlukan karena selama ini informasi mengenai bangunan cagar budaya tersebut hanya sebatas dari dokumen tanpa dilengkapi dengan peninggalan fisik, seperti artefak atau prasasti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-3855092513316963071?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/3855092513316963071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=3855092513316963071&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3855092513316963071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3855092513316963071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/11/penelusuran-benteng-kota-lama-berlanjut.html' title='&lt;marquee&gt;Penelusuran Benteng Kota Lama Semarang&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-7375949947583506318</id><published>2009-10-29T16:35:00.001+07:00</published><updated>2009-10-29T16:40:28.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>Rasulullah dan Yahudi Buta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di satu sudut pasar kota Madinah, hidup seorang lelaki yahudi tua yang buta. Lelaki ini mengisi harinya dengan meminta-minta. Tetapi tidak hanya meminta-minta seperti pengemis lainnya, lelaki Yahudi ini juga suka berbicara pada siapa saja yang lewat atau mendekatinya. Sayangnya dia bukan bicara yang baik-baik. Lelaki ini justru berbicara sambil menghasut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai kawan, jangan dekati Muhammad dan jangan mau didekati Muhammad. Dia itu orang gila, pembohong, dan tukang sihir. Kalau kalian dekat-dekat denganya kalian akan dipengaruhinya. Jadi hati-hatilah, jangan dekat-dekat dengan Muhammad.” Begitulah selalu si Yahudi ini akan berkata pada orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sambil menghasut orang-orang saat meminta-minta, lelaki Yahudi ini terus saja menanti pagi hari dengan penuh harap. Sebab pada setiap hari akan dating seorang lelaki baik yang menanyakan kabarnya dengan suara lembut dan membawakannya makanan. Tak hanya itu sang lelaki dermawan ini akan menyuapinya dengan penuh kesabaran hingga sang Yahudi pun merasa kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sang Yahudi tak menyia-nyiakan kesempatannya menghasut. Setiap kali sang lelaki dermawan itu dating, sang Yahudi tak pernah lupa mengingatkannya untuk tidak mendekati Muhammad. Dan untuk menegaskan ucapnnya tak lupa sang Yahudi ini akan mencaci Rasulullah saw. Entah dengan sebutan orang gila, pembohong atau tukar sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Rasulullah saw wafat. Warga Madinah berduka. Tetapi tidak demikian dengan sang lekali Yahudi. Kabar wafatnya Rasulullah justru membuatnya bahagia. Karena dia sangat membenci Rasulullah. Hanya saja herannya, sejak hari itu tak ada lagi lelaki baik dan dermawan yang biasa membawakannya makanan dan menyuapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah wafatnya Rasulullah saw, Khalifah Abubakar Siddiq ra berkunjung ke rumah anaknya yang juga istri Rasululla, Aisyah ra. Abubakara lantas bertanya pada Aisyah : “Adakah sunnah Rasulullah yang belum aku kerjakan ya Aisyah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah pun menjawab pertanyaan ayahnya. “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah, sungguh hamper tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah  itu?”  Tanya Abubakar ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama ini setiap pagi Rasulullah saw selalu pergi ke ujung pasar sambil membawa makanan untuk seorang pemngemis Yahudi buta yang ada di sana,” jawab Aisyah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Abubakar ra pun pergi ke pasar yang dikatakan Aisyah dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis Yahudi itu dan memberikan makanan itu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abubakar ra mendatanginya, si pengemis bertanya keras, “Siapa kamu?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abubakara ra menjawab, “Aku orang yang biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan!” sergah si pengemis. “Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.” Jawab si pengemis buta. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang makanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abubakar kini mulai menyuapi sang pengemis. Namun pengemis itu menjadi marah dan berteriak. “Engkau bukan orang yang biasa. Kalu dia yang dating tidak pernah susah mulut tuaku ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku dengan terlebih dahulu melumatkan makanan yang dibawanya. Jadi katakan siapa dirimu dan kemana orang yang biasa menyuapiku dulu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja Abubakar ra tidak mampu menjawab karena air matanya kini mengalir deras. Sambil menahan sedih karena terkenang pada Rasulullah, Abubakar pun menceritakan hal yang sebenarnya pada sang pengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memang bukan orang yang biasa dating padamu. Aku hanyalah salah seorang sahabatnya. Dan sungguh, orang dermawan, baik dan mulia yang biasa mendatangimu itu sudah tiada. Dialah Rasulullah saw, yang beberapa hari lalu meninggal dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya sang pengemis itu mendengar cerita Abubakar ra. dia pun ikut menangis dan berkata, “jadi, diakan sang Muhammad itu?. Padahal selama ini aku selalu menghinanya, memfithanya, mencacinya dan menghasut orang-orang untuk membencinya. Tetapi tak sekalipun dia membalasku atau bahkan sekedar memarahiku. Bahkan ia mendatangiku setiap hari, melumatkan makanan dan menyuapiku dengan lemah lembut. Perilakunya ternyata begitu mulia…. aku sungguh tidak menduga dialah Muhammad….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak menunggu lama, sang pengemis Yahudi yang buta itu pun menyesali perbuatannya dan akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar ra. (Ummi)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-7375949947583506318?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/7375949947583506318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=7375949947583506318&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7375949947583506318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7375949947583506318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/10/rasulullah-dan-yahudi-buta.html' title='&lt;marquee&gt;Rasulullah dan Yahudi Buta&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-75334925852988391</id><published>2009-10-21T10:12:00.004+07:00</published><updated>2009-10-21T11:00:46.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><title type='text'>Si Kulup Yang Durhaka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini berasal dari Belitung. Dahulu, ada sebuah keluarga miskin bertempat tinggal di dekat sungai Cerucuk. Kehidupan keluarga tersebut sangatlah miskin. Mereka hidup dari mencari dedaunan maupun buah-buahan yang ada dalam hutan. Hasil pencariannya dijual di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga tersebut mempunyai seorang anak laki-laki bernama Si Kulup. Si Kulup senang membantu orang tuanya mencari nafkah. Mereka saling membantu. Meskipun mereka hidup berkekurangan namun tidak pernah merasa menderita&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ayah si Kulup pergi ke hutan untuk mencari rebung yang masih muda.  Rebung itu dijadikan sayur untuk makan bertiga. Saat menebang rebung, terlihatlah oleh ayah si Kulup sebatang tongkat berada pada rumpun bambu. Pak Kulup demikian orang menyebut ayah si Kulup mengamati tongkat tersebut. Semula tongkat itu akan dibuang, tetapi setelah diperhatikan betul dan dibersihkan ternyata tongkat itu bertabur intan permata dan merah delima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga tetap membawanya rebung pulang, karena dari situlah mata pencahariannya sehari-hari. Pak Kulup dengan perasaan was-was dan takut membawa pulang ke rumah. Sesampai di rumah, didapatinya si Kulup sedang tiduran dan istrinya berada di rumah tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikulup disuruh memanggil ibunya, tapi pemuda itu tidak mau. Ia baru saja pulang mendorong kereta. Badan masih lelah. Ia tidak tahu bahwa ayahnya membawa tongkat yang bertabur intam permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kap Kulup pergi menyusul istrinya yang bertandang di rumah tetangga. Pak Kulup dan Mak Kulup terlihat asyik bercerita menuju rumahnya. Sampai di rumah mereka bertiga berunding tentang tongkat yang ditemukan tadi siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kulup mengusulkan supaya tongkat itu disimpan saja. Mungkin nanti ada yang mencarinya. Mak Kulup menjawab “ Mau disimpan dimana…? Kita tidak punya Lemari.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenudian si Kulup pun usul: “lebih baik dijual saja, supaya kita tidak repot menyimpannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka bertiga bersepakat untuk menjual tongkat temuannya. Si Kulup ditugasi untuk menjual tongkat tersebut ke negeri lain. Si Kulup pergi meninggalkan desanya. Tidak lama kemudia tongkat itupun telah terjual dengan harga yang sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sikupu menjadi kaya, ia tidak mau pulang ke rumah orang tuanya. Ia tetap tinggal di rantauan. Kartena ia selalu berkawan dengan anak-anak saudagar kaya maka ia pun diambil menantu oleh saudagar paling kaya di negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kulup sudah beristri. Mereka hidup serba berlebih. Si Kulup sudah lupa akan kedua orang tuanya yang menyuruh menjual tongkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun mereka hidup dirantau, oleh mertuanya si Kulup disuruh berniaga ke negeri lain bersama istrinya. Si Kulup lalu membeli sebuah kapal besar. Ia juga menyiapkan anak buahnya yang diajak serta berlayar. Mereka berdua minta doa restu kepada orang tuanya agar selamat dalam perjalanan dan berhasil mengembangkan dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah mereka berlayar meninggalkan daerah perantauannya.Saat itu Si Kulup teringat kembali akan kampong halamannya. Ketika sampai di muara sungai Cerucuk mereka berlabuh. Suasana kapal sangat ramai karena suara dari binatang perbekalannya, seperti:  ayam, itik, angsa dan burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan si Kulup di desanya terdengar oleh kedua orang tuanya. Sangatlah rindu kedua orang tuanya, terlebih-lebih emaknya. Emaknya menyiapkan makanan kesukaan si Kulup seperti : ketupat rebus, belut panggang dan sebagainya. Kedua orang tuanya dating di kapal sambil membawa makanan kesukaan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di kapal kedua orang tua itumencari anaknya si Kulup. Si Kulup sudah menjadi saudagar kaya melihat kedua orang tuanya merasa malu. Maka disuirnyalah kedua orang tuanya. Buah tangan yang dibawa oleh emaknya pun dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudagar kaya itu marah sambil berucap: “ Pergi! Lekas Pergi.” Aku tidak punya orang tua seperti aku. Jangan kotori tempatku ini. Tidak tahu malu, mengaku diriku sebagai anakmu. Apa mungkin aku mempunyai orang tua miskin seperti kau. Enyahlah, engkau dari sini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pa Kulup dan isterinya merasa terhina sekali. Mereka cepat-cepat meninggalkan kapal. Putuslah harapannya bertemu dan mendekap anak untuk melepas rindu. Yang mereka terima hanyalah umpatan caci maki dari anak kandungnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di darat, emak si Kulup tidak dapat menahan amarahnya. Ia benar-benar terpukul hatinya melihat peristiwa tadi. Ia berucap:”Kalau saudara itu benar-benar anakku si Kulup dan kini tidak mau mengaku kami sebagai orang tuanya, mudah-mudahan kapal besar itu karam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai berucap demikian itu, ayah dan emak si Kulup pulang ke rumahnya dengan rasa kecewa. Tidak berapa lama terjadi suatu keanehan yang luar biasa, tiba-tiba gelombang laut sangat tinggi menerjang kapal saudagar akaya. Mula-mula kapal itu oleng ke kanan dan ke kiri, menimbulkan ketakutan luar biasa pada penumpangnya. Akhirnya kapal itu terbalik,semua penumpangnya tewas seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian di tempat karamnya kapal besar itu, muncullah sebuah pulau yang menyerupai kapal. Pada waktu-waktu tertentu terdengar suara binatang bawaan saudagar kaya. Maka hingga sekarang pulau itu di namakan Pulau kapal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-75334925852988391?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/75334925852988391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=75334925852988391&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/75334925852988391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/75334925852988391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/10/si-kulup-yang-durhaka.html' title='&lt;marquee&gt;Si Kulup Yang Durhaka&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-312401081133295240</id><published>2009-10-07T15:43:00.001+07:00</published><updated>2009-10-07T15:45:44.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Tokoh Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kota'/><title type='text'>Kudus, Bagian Dari Sejarah Perkembangan Islam di Jawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sr2SXQLNruI/AAAAAAAAAHo/G9lEZ8tORq4/s1600-h/detikpos-kudus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sr2SXQLNruI/AAAAAAAAAHo/G9lEZ8tORq4/s200/detikpos-kudus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385621657581629154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;NAMA aslinya Sayyid Ja'far Shodiq. Namun lebih dikenal sebagai Sunan Kudus. Sementara yang lebih sering disebut Sunan Muria aslinya bernama Raden Umar Said.&lt;br /&gt;Paling mudah dikunjungi adalah makam Sunan Kudus yang lokasinya berada di kota tersebut. Sementara makam Sunan Muria berada di daerah pegunungan Muria, di sisi utara kota&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ibukota Pro­vinsi Jawa Tengah, Semarang, Kudus berada di sisi timur sejauh sekitar 40 kilometer. Dengan transportasi umum hanya perlu waktu sekitar satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit menemukan makam Sunan Kudus karena berada dalam satu kompleks de­ngan ikon kota tersebut yaitu Menara Kudus dan Masjid Al Aqsa. Kompleks itu sendiri hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer ke arah barat Alun-Alun Simpang Tujuh kota. Secara administratif berada di wilayah Kelurahan Kauman, Kecamatan Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terlihat menonjol dari kompleks itu adalah Menara Kudus yang tingginya sekitar 18 meter. Bentuk uniknya yang merupakan perpaduan budaya Hindu dan Islam langsung menarik perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersusun dari batu bata merah layaknya candi Hindu bangunan dengan dasar sepuluh meter persegi itu berfungsi sebagai menara masjid. Berdasarkan catatan sejarah, menara itu dibangun sekitar tahun 1687 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Hindu terlihat pada proses pem­bangunannya. Konon batu-batu itu disusun tanpa perekat. Hanya sekadar saling digosok dan kemudian ditempel sehingga tidak tersedia ruang bagi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri lain yang menunjukkan pengaruh Hindu adalah adanya selasar di kaki menara, yang dalam juga biasa ditemukan pada candi-candi Hindu dan disebut pradaksinapatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di samping Me­nara, terletak ba­ngu­nan Masjid Al Aqsa. Catatan sejarah menunjukkan pembangunan masjid tersebut sekitar tahun 956 Hijriah atau 1549 Masehi. Yang unik dari masjid tersebut adalah gapura kembar yang berada di serambi masjid dan di dalam masjid. Konon gapura itu adalah benteng kewalian Sunan Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kedua sisi masjid terdapat masing-masing delapan pancuran untuk berwudu. Pancuran itu adalah bagian bersejarah dari masjid tersebut, karena dibangun dengan teknik konstruksi layaknya membangun candi Hindu. Berbahan batu bata merah dan disusun tanpa perekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, masjid seluas 1.723,8 meter persegi itu menjadi salah satu pusat pendidikan Islam. Setiap hari, puluhan santri menghafal Alquran dan bertadarrus di masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus pada bulan Ramadan, seusai jamaah Salat Subuh diadakan pengajian tafsir Alquran oleh KH Sya'roni Ahmadi, salah satu kyai sepuh di Kudus. Ribuan warga kota Kudus berbondong-bondong mengikuti pengajian tersebut. Sumber: Jawapos.com (&lt;a href="http://www.detikpos.net/2009/09/kudus-bagian-dari-sejarah-perkembangan.html/"&gt;detikpos&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-312401081133295240?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/312401081133295240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=312401081133295240&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/312401081133295240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/312401081133295240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/10/kudus-bagian-dari-sejarah-perkembangan.html' title='&lt;marquee&gt;Kudus, Bagian Dari Sejarah Perkembangan Islam di Jawa&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sr2SXQLNruI/AAAAAAAAAHo/G9lEZ8tORq4/s72-c/detikpos-kudus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-6400909093630036169</id><published>2009-10-07T15:02:00.008+07:00</published><updated>2009-10-07T15:36:40.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Tokoh Dunia'/><title type='text'>Mumi Raja Mesir Berusia 3000 Tahun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsxOUp7GwEI/AAAAAAAAAIA/0YYN8mtRI7M/s1600-h/071009-king-tut_big.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsxOUp7GwEI/AAAAAAAAAIA/0YYN8mtRI7M/s200/071009-king-tut_big.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389768970813751362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wajah penguasa Mesir kuno paling terkenal, Raja King Tutankhamun dipamerkan untuk umum pertama kalinya. Mumi ini berusia hampir 3.000 tahun lebih..woww!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan arkeolog mengambil mumi itu dari sarcophagus dan menyimpannya di sebuah peti dengan pengaturan suhu di makamnya di Lembah Para Raja Luxor. Peristiwa itu terjadi 85 tahun setelah makam Firaun ditemukan oleh petualang Inggris Howard Carter. Sampai sekarang, hanya 50 orang yang pernah melihat wajah raja bocah yang meninggal lebih dari 3000 tahun lalu. Saat para pakar itu mengangkat Tutankhamun dari peti jenazahnya mereka menyingkirkan kain putih yang menutupi dia, muncullah wajah berwarna hitam dan tubuhnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsxOpP59ukI/AAAAAAAAAII/rIwLphq6lWw/s1600-h/11942311960.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsxOpP59ukI/AAAAAAAAAII/rIwLphq6lWw/s200/11942311960.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389769324606896706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari cara melindungi jenazah dia. Arkeolog menyatakan jenazah itu terancam karena panas dan kelembaban di dalam makam itu karena sejumlah besar turis yang berkunjung setiap tahun. "Golden boy itu memiliki keajaiban dan misteri, oleh karena itu setiap orang dari seluruh dunia datang ke Mesir untuk melihat apa yang dilakukan untuk melindungi golden boy dan semuanya saya yakin datang untuk menyaksikan golden boy," ujar Kepala Bidang Peninggalan Mesir Zahi Hawass sebelum jenazahnya dipindahkan. Topeng emas Tutankhamun dicopot dengan pisau panas dan kabel Tutankhamun berkuasa di Mesir 1333 sampai 1324 SM dan diyakini naik tahta dalam usia sekitar 9 tahun. Meskipun semasa hidupnya tidak memiliki sejarah yang menentukan, kematian Tutankhamun mendapat perhatian dunia karena makamnya dalam kedaan utuh ketika dibuka oleh Carter tahun 1922. Makamnya berisi harta karun emas dan kayu hitam indah yang dianggap mewah ketika Carter melihat kedalam makam itu. Ditanya apa yang dia saksikan, jawabannya yang terkenal "Ya, sesuatu yang mengagumkan."&lt;br /&gt;Penyebab kematian Karya agung makam itu adalah jenazah firaun yang dibuat mumi, ditutupi jimat dan perhiasan serta mengenakan topeng emas. Dalam upaya mengambil harta karun itu, Carter dan timnya memotong jenazah itu kedalam beberapa bagian, memenggal lengan dan kepalanya dan menggunakan pisau panas dan kabel untuk menyingkirkan topeng emas yang direkat ke wajah Tutankhamun dengan proses pembalseman. Tahun 2005 kalangan ilmuwan merekontruksi Tutankhamun Tubuhnya direkonstruksi dan dikembalikan ke sarcophagus aslinya tahun 1926. Kemudian pernah dibawa keluar untuk pengujian sinar X tiga kali dalam beberapa tahun berikutnya. Harta karun yang diambil memikat dunia dan menarik jutaan orang datang ke Lembah Para Raja. Pertanyaan mengenap mengapa Tutankhamun meninggal sekitar usia 19 tahun dan gosip adanya kutukan yang membuat meninggal mereka yang terlibat penggalian makamnya makin membuat terkenal firaun.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsxPcGdQ_YI/AAAAAAAAAIQ/f3Nc_D87Nw8/s1600-h/xin_5621104050732625217214.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsxPcGdQ_YI/AAAAAAAAAIQ/f3Nc_D87Nw8/s200/xin_5621104050732625217214.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389770198243933570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika tubuhnya diperiksa sinar X tahun 1968, terdapat patahan tulang di tengkoraknya yang mendorong spekulasi bahwa dia dibunuh dengan pukulan. Sejumlah sejarawan berpendapat bahwa dia dibunuh karena berupaya mengembalikan politeisme setelah menggantikan Akhenaten yang meninggalkan dewa-dewa emas Mesir untuk monoteisme. Namun pemeriksaan scan jenazahnya tahun 2005 membuat para peneliti menyatakan dia tidak dibunuh dan mungkin meninggal karena komplikasi tulang kaki yang retak. Kepala bidang peninggalan Mesir Zahi Hawass mengatakan penelitian menunjukkan raja bocah ini meninggal setelah luka karena infeksi meskipun tidak semua tim setuju dengan diagnosa itu namun semua menolak dugaan pembunuhan.(&lt;a href="http://gambargambaraneh.blogspot.com/2009/06/gambar-aneh-mumi-raja-mesir-berusia.html/"&gt;gambargambaraneh&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-6400909093630036169?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/6400909093630036169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=6400909093630036169&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/6400909093630036169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/6400909093630036169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/10/mumi-raja-mesir-berusia-3000-tahun.html' title='&lt;marquee&gt;Mumi Raja Mesir Berusia 3000 Tahun&lt;/marquee&gt;'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsxOUp7GwEI/AAAAAAAAAIA/0YYN8mtRI7M/s72-c/071009-king-tut_big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-4022683664579441274</id><published>2009-10-02T08:49:00.003+07:00</published><updated>2009-10-02T08:57:08.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Setelah Gempa, Air Sempat Muncul dari Tanah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsVc5t16vwI/AAAAAAAAAH4/j8aDdduarsY/s1600-h/gempa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsVc5t16vwI/AAAAAAAAAH4/j8aDdduarsY/s200/gempa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387814675846708994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PADANG, KOMPAS.com — Kepanikan akan datangnya tsunami bukan hanya muncul karena guncangan gempa yang kuat, melainkan karena sejumlah saksi mata juga menyaksikan air keluar dari tanah beberapa menit setelah gempa terjadi. Mereka mengira luberan air itu adalah awal tsunami.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Warga Kota Padang, Linda, mengaku melihat air keluar dari tanah di halaman rumahnya. Khawatir akan terjadi tsunami, apalagi rumahnya hanya berjarak satu kilometer dari pantai Padang, dia pun mengungsi ke sebuah rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Eri, warga Tiku, Kabupaten Agam, atau berjarak 100 kilometer dari Padang, mengaku juga melihat air keluar dari tanah. Eri yang tempat tinggalnya juga berjarak kurang dari satu kilometer dari pantai itu pun ketakutan dan mengungsi ke perbukitan di dekat kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Peringatan Tsunami Pasifik sebelumnya juga melansir kemungkinan tsunami melanda Padang dan sekitarnya dalam waktu beberapa menit setelah gempa. Namun, setelah setengah jam, tak ada laporan tsunami muncul di Padang dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa 7,6 skala Richter yang menggoncang pesisir barat Sumatera terasa sangat kuat. Warga yang menetap di pesisir memilih mengungsi ke arah bukit-bukit karena ketakutan ada tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Maninjau, Agam, sebuah bukit longsor. Seorang warga bernama Hafiz mengaku melihat langsung kejadian mengerikan itu. Sejumlah rumah diduga tertimbun longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan tanah itu terjadi, kata Hafiz, tak lama setelah gempa. Maninjau merupakan lembah yang dikelilingi pegunungan. Di tengah-tengah terdapat danau yang merupakan daya tarik wisata utama di Sumatera Barat setelah Bukittinggi. (viv)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-4022683664579441274?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/4022683664579441274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=4022683664579441274&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/4022683664579441274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/4022683664579441274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/10/setelah-gempa-air-sempat-muncul-dari.html' title='Setelah Gempa, Air Sempat Muncul dari Tanah'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SsVc5t16vwI/AAAAAAAAAH4/j8aDdduarsY/s72-c/gempa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-2853721022553473810</id><published>2009-09-26T10:12:00.005+07:00</published><updated>2009-09-26T10:40:28.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kota'/><title type='text'>Sejarah Jakarta: Periode Fatahillah Hilang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sr2HC0FtIlI/AAAAAAAAAHg/yk4ZgQ0ydxo/s1600-h/detikpos-jakartadulu.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sr2HC0FtIlI/AAAAAAAAAHg/yk4ZgQ0ydxo/s200/detikpos-jakartadulu.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385609211817042514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SEBELUM Batavia berdiri, di bawah tanahnya pernah ada sebuah kota bernama Jayakarta. Lokasinya sekarang kira-kira di daerah The Batavia Hotel hingga ke Jalan Kopi. Karena Sunda Kalapa dulu itu lokasinya kini ada di sekitaran Kalibesar Barat. Kisah tentang Jakarta tak akan bisa lepas dari keberadaan Fatahillah yang pada tahun 1527 berhasil mengenyahkan Pajajaran dan Portugis. Pada tahun itu pula, ia merebut Sunda Kalapa dan mengganti namanya menjadi Jayakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1619 VOC yang dipimpin oleh JP Coen menaklukkan Jayakarta dan membakar kota itu untuk kemudian mendirikan Batavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nugroho Notosusanto dalam sebuah tulisan yang terbit dalam Ketoprak Betawi menulis, tanggal 21 Agustus 1522 Pajajaran dan Portugis membuat perjanjian, di mana Portugis, melalui Fransisco de Sa, diizinkan membangun sebuah benteng di Sunda Kalapa. Pada 1526 de Sa mendapat tugas menggempur Bintan dan dari sana ia mengarah ke selatan hingga bertemu Fatahillah dan kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas siapa itu Fatahillah? Ia berasal dari Pasai dan melarikan diri saat kota itu direbut Portugis. Fatahillah pun mengembara ke Demak. Dari Demak ia tiba di Jawa Barat dan bertemu de Sa di Sunda Kalapa. Bertempur, menang, dan tinggal sebentar di Jayakarta untuk kemudian pergi ke Cirebon dan menetap di sana. Kekuasaan diserahkan kepada Tubagus Angke. Siapa dia, sejarah tak terlalu banyak menyebut siapa Tubagus Angke ini. Dalam penelitian Dinas Museum dan Sejarah tahun 1994 disebutkan, Tubagus Angke masih kemenakan Maulana Bagdad atau Maulana Abdurahman (dalam Babad Banten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubagus Angke dikatakan memiliki putra yang kemudian melanjutkan kekuasaan di Jayakarta. Nama sang putra adalah Pangeran Jakarta Wijayakrama. Pangeran Wijayakrama inilah yang kemudian takluk pada pasukan VOC di bawah JP Coen. Coen kemudian membakar kota Jayakarta dan membangun Batavia di atas reruntuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Jakarta Wijayakrama diperkirakan mulai memerintah pada 1596 karena dalam salah satu sumber Belanda disebutkan, raja Jayakarta di kala itu sudah tua – maksudnya Tubagus Angke. Di seputaran waktu itu diperkirakan kekuasaan sudah diserahkan kepada Pangeran Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1610 Wijayakrama membuat perjanjian dengan Pieter Both, gubernur jenderal, yang isinya antara lain, orang Belanda yang datang ke Jayakarta boleh berdagang; orang Belanda boleh membangun loji untuk tempat dagangan mereka; orang Belanda boleh mengambil kayu dari pulau-pulau untuk membuat kapal; cukai barang diserahkan ke Raja Jakarta.Namun lama kelamaan hubungan itu makin tak harmonis hingga tiba JP Coen di Jayakarta. Perselisihan itu berbuntut perang pada 1618 dan akhirnya pada 1619 Jayakarta berhasil direbut Coen.Kisah tersebut di atas agak sulit didapat, kalaupun ada, informasinya berbeda dengan bahasa yang tak teratur, pula. Demikian pula informasi tentang bagaimana wajah Fatahillah, misalnya.Terlebih lagi di Museum Sejarah Jakarta (MSJ), yang memamerkan sejarah Jakarta sejak masa pra sejarah hingga masa kolonial, ternyata tak ditemukan periode Jayakarta semasa Fatahillah. Periode itu sepertinya hilang sehingga cerita melompat dari zaman pra sejarah, Hindu, langsung Batavia di bawah JP Coen (kolonial). Tak lengkap bicara sejarah Jakarta tanpa menyebut Fatahillah. Periode sekitar satu abad hilang. Padahal inti sejarah Jakarta adalah dimulainya Jayakarta sebagai embrio Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas melengkapi periode Fatahillah itu tak sebatas tugas MSJ tapi juga dinas, dalam hal ini dinas kebudayaan yang kini berbagi peran dengan dinas pariwisata. Keberadaan bidang pengkajian dan pengembangan sejak masa Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI sejatinya antara lain bertugas menutupi bolongnya periode sejarah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali di HUT ke-482 Jakarta ini lantas ada greget dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, khususnya bidang kebudayaan, untuk segera merapatkan diri, merancang program, membenahi apa yang dirasa kurang dan melenceng, termasuk menggali potensi budaya asli Jakarta. Pasalnya, sejak penggabungan dua dinas, pariwisata dan kebudayaan, rasanya bidang kebudayaan berjalan bagai tanpa pegangan, tanpa induk. Kalau boleh lebih gamblang, seperti tak punya arah yang jelas, yaitu sebuah program besar yang disinerjikan dengan seluruh bidang termasuk pariwisata. Sumber: Warta Kota  (&lt;a href="http://www.detikpos.net/2009/06/sejarah-jakarta-periode-fatahillah.html/"&gt;detikpos.net&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-2853721022553473810?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/2853721022553473810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=2853721022553473810&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/2853721022553473810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/2853721022553473810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/sejarah-jakarta-periode-fatahillah.html' title='Sejarah Jakarta: Periode Fatahillah Hilang'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sr2HC0FtIlI/AAAAAAAAAHg/yk4ZgQ0ydxo/s72-c/detikpos-jakartadulu.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-3493715328288774845</id><published>2009-09-25T13:01:00.006+07:00</published><updated>2009-09-26T10:36:09.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Saint dan Teknologi'/><title type='text'>Bangkai Kapal AS Zaman PD II Ditemukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Srxc776lBhI/AAAAAAAAAHY/H4aCMw_yzFI/s1600-h/090911bkapal-perang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Srxc776lBhI/AAAAAAAAAHY/H4aCMw_yzFI/s200/090911bkapal-perang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385281439193695762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;North Carolina: Bangkai kapal patroli laut AS pada masa Perang Dunia II ditemukan di perairan Cape Hatteras, North Carolina, AS, Kamis (10/9) waktu setempat. Kapal bernama YP-389 ini tenggelam di kedalaman 300 meter di kawasan Kuburan Atlantik, tempat tenggelamnya sejumlah kapal AS, Inggris, dan Jerman pada Pertempuran Atlantik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengatakan beberapa bagian YP-389 masih terpasang dengan baik di alas kapal. Sementara bagian lambung kapal hampir seluruhnya menghilang. “Dia beristirahat dengan tenang dan mengingatkan kita akan kenangan ketika negara ini dilanda perang,” ucap Joseph Hoyt, arkeolog proyek penggalian YP-389 saat diliput Livescience.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terlahir sebagai kapal penangkap ikan, YP-389 diubah menjadi kapal patroli pantai dan disulap menjadi kapal perang untuk melawan Jepang pada peristiwa Pearl Harbor. Kapal ini dilengkapi dengan senjata untuk menembaki pesawat tempur dan juga kapal selam. Pada 1942, enam pelaut YP-389 tewas setelah diserang kapal selam Jerman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cerita YP-389 ini mewakili karakter pada Pertempuran Atlantik, saat sejumlah kapal penangkap ikan dituntut untuk mempertahankan wilayah AS dari kekuatan kapal tempur Jerman. Cerita ini merupakan salah satu cerita paling dramatis pada masa suram Perang Dunia II.(DIO)sumber:liputan6 (&lt;a href="http://coexindie.wordpress.com/2009/09/25/bangkai-kapal-as-zaman-pd-ii-ditemukan/"&gt;coexindie&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-3493715328288774845?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/3493715328288774845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=3493715328288774845&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3493715328288774845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3493715328288774845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/bangkai-kapal-as-zaman-pd-ii-ditemukan.html' title='Bangkai Kapal AS Zaman PD II Ditemukan'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Srxc776lBhI/AAAAAAAAAHY/H4aCMw_yzFI/s72-c/090911bkapal-perang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-1318043549706540358</id><published>2009-09-25T08:45:00.003+07:00</published><updated>2009-09-25T09:19:20.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award Dari Sahabat'/><title type='text'>Award Iduyl Fitri dari Kiyai Ceret</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://catatan-kecil-ku.blogspot.com/2009/09/award-idul-fitri-2009.html" target="_blank"&gt; &lt;img alt="Catatan Kecil Ku" src="http://i616.photobucket.com/albums/tt242/catatan/ketupatfinis.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Award ini &lt;a href="http://cingomat.blogspot.com/"&gt;Raja Salahuddin&lt;/a&gt; diberikan oleh sahabatku tercinta &lt;a href="http://kiyaiceret.blogspot.com/"&gt;Kiyai Ceret&lt;/a&gt; yang juga diperoleh dari sobat DONNY yang meneruskan award yang diberikan oleh sobat RIZKI pada bulan Syawal 1430 Hijriyyah ini.&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui beberapa hari lagi semua umat islam di indonesia dan seluruh dunia akan merayakan hari kemenangan, yaitu hari dimana para Sho'imin kembali kepada keadaan Fithrah [Titik Nol] tak bernoda tak berdosa seperti bayi yang baru lahir, lulus dari Pendidikan dan Latihan sebulan lamanya menggembleng atau mengendalikan Syahwat atau Al Hawaa [keinginan].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan dengan sesama insan khususnya dalam kegiatan blogging ini&lt;br /&gt;mungkin ada aksara yang membuat luka&lt;br /&gt;mungkin ada janji yang terlupa&lt;br /&gt;mungkin ada canda yang membawa petaka hati&lt;br /&gt;Meski tanpa muwajjahah atau tatap muka mari kita saling hapus salah dan Khilaf.&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir bathin&lt;br /&gt;MINAL A'IDIN WAL FA'IZIN&lt;br /&gt;TAQOBBALALLAAHU MINNA WAMINKUM TAQOBBAL YAA KARIIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award ini saya berikan kepada :&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://kiputra.blogspot.com/"&gt;Annisa Collection&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://nuranuraniku.blogspot.com/"&gt;NURANURANIKU&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://jadikanhariinilebihbaiklagi.blogspot.com/"&gt;jadikanhariinilebihbaiklagi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://darosah.blogspot.com/"&gt;Belajar Agama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://nagapasha.blogspot.com/"&gt;Dilarang Melarang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;silahkan copypaste code ini:&lt;/blink&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea rows="4" cols="20" name="Famous Quotes" readonly="readonly"&gt;&amp;lt;a href="http://catatan-kecil-ku.blogspot.com/2009/09/award-idul-fitri-2009.html" target="_blank"&gt; &lt;img alt="Catatan Kecil Ku" src="http://i616.photobucket.com/albums/tt242/catatan/ketupatfinis.png" /&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LINK SOBAT YANG SALING BERMA'AFAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. &lt;a href="http://catatan-kecil-ku.blogspot.com/"&gt;RISKI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   2. &lt;a href="http://neutralblogger.blogspot.com/"&gt;DONNY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   3. &lt;a href="http://kiyaiceret.blogspot.com/"&gt;LORA AMIR HUSIN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   4. &lt;a href="http://cingomat.blogspot.com/"&gt;Raja Salahuddin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   5. masukkan nama dan linknya&lt;br /&gt;   6. dan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara penggunaannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Cara penggunaannya cukup simpel yang perlu teman-teman lakukan setelah menerima Award ini adalah akan lebih baik lagi jika tidak ada hapus menghapus biarkan nama-nama tersebut di atas atau yang telah tertulis sebelumnya tetap ada.&lt;br /&gt;   2. Apabila sudah mencapai 5 nama maka ke 5 nama tersebut tidak usah di masukan link URL nya biarkan namanya saja tidak perlu di hapus (bagi penerima ke 6).&lt;br /&gt;   3. Dan pada nama ke 6 sampai ke 10 masukan Link URL nya. dan begitu juga seterusnya. cukup 20 NAMA BLOGGER saja yang ada Link URL nya.i penerima ke 11).&lt;br /&gt;   4. Setiap penerima harus memasukkan nama dan link urlnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih semoga Award ini dapat di terima oleh Sobat blogger sebagai media silaturrahim . &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-1318043549706540358?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/1318043549706540358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=1318043549706540358&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/1318043549706540358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/1318043549706540358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/award-iduyl-fitri-dari-kiyai-ceret.html' title='Award Iduyl Fitri dari Kiyai Ceret'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-3648282118653254117</id><published>2009-09-24T12:16:00.009+07:00</published><updated>2009-09-26T10:52:10.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Tokoh Agama'/><title type='text'>Sejarah Syeh Magellung Sakti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SrsFFih-EII/AAAAAAAAAHQ/SZJCBaPxj0A/s1600-h/Syeh+Magelun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 67px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SrsFFih-EII/AAAAAAAAAHQ/SZJCBaPxj0A/s320/Syeh+Magelun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384903372178329730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syekh Magelung Sakti alias Syarif Syam alias Pangeran Soka alias Pangeran Karangkendal. Konon Syekh Magelung Sakti berasal dari negeri Syam (Syria), hingga kemudian dikenal sebagai Syarif Syam. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa ia berasal dari negeri Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Syam memiliki rambut yang sangat panjang, rambutnya sendiri panjangnya hingga menyentuh tanah, oleh karenanya ia lebih sering mengikat rambutnya (gelung). Sehingga kemudian ia lebih dikenal sebagai Syekh Magelung (Syekh dengan rambut yang tergelung).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ia memiliki rambut yang sangat panjang ialah karena rambutnya tidak bisa dipotong dengan apapun dan oleh siapapun. Karenanya, kemudian ia berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari siapa yang sanggup untuk memotong rambut panjangnya itu. Jika ia berhasil menemukannya, orang tersebut akan diangkat sebagai gurunya. Hingga akhirnya ia tiba di Tanah Jawa, tepatnya di Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar abad XV di Karangkendal hidup seorang yang bernama Ki Tarsiman atau Ki Krayunan atau Ki Gede Karangkendal, bahkan disebut pula dengan julukan Buyut Selawe, karena mempunyai 25 anak dari istrinya bernama Nyi Sekar. Diduga, mereka itulah orang tua angkat Syarif Syam di Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, Syarif Syam datang di pantai utara Cirebon mencari seorang guru seperti yang pernah ditunjukkan dalam tabirnya, yaitu salah seorang waliyullah di Cirebon. Dan di sinilah ia bertemu dengan seorang tua yang sanggup dengan mudahnya memotong rambut panjangnya itu. Orang itu tak lain adalah Sunan Gunung Jati. Syarif Syam pun dengan gembira kemudian menjadi murid dari Sunan Gunung Jati, dan namanya pun berubah menjadi Pangeran Soka (asal kata suka). Tempat dimana rambut Syarif Syam berhasil dipotong kemudian diberinama Karanggetas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berguru kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon, Syarif Syam alias Syekh Magelung Sakti diberi tugas mengembangkan ajaran Islam di wilayah utara. Ia pun kemudian tinggal di Karangkendal, Kapetakan, sekitar 19 km sebelah utara Cirebon, hingga kemudian wafat dan dimakamkan di sana hingga kemudian ia lebih dikenal sebagai Pangeran Karangkendal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai cerita yang berkembang di tengah masyarakat atau orang-orang tua tempo dulu, pada masa lalu Syekh Magelung Sakti menundukkan Ki Gede Tersana dari Kertasemaya, Indramayu, sehingga anak buah Ki Tarsana tersebut yang berupa makhluk halus pun turut takluk. Namun, makhluk gaib melalui Ki Tersana meminta syarat agar setiap tahunnya diberi makan berupa sesajen rujak wuni. Dari cerita inilah selanjutnya, tradisi menyerahkan sesajen daging mentah tersebut berlangsung setiap tahun di Karangkendal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Syekh Magelung Sakti tidak dapat dilepaskan dari Nyi Mas Gandasari, yang kemudian menjadi istri beliau. Pertemuan keduanya terjadi saat Syekh Magelung Sakti yang di kenal juga sebagai Pangeran Soka, ditugaskan untuk berkeliling ke arah barat Cirebon. Pada saat ia baru saja selesai mempelajari tasawuf dari Sunan Gunung Jati, dan mendengar berita tentang sayembara Nyi Mas Gandasari yang sedang mencari pasangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babad Cerbon juga tidak jelas menyebutkan siapakah yang dimaksud sebagai putri Mesir itu. Namun, menurut masyarakat di sekitar makam Nyi Mas Gandasari di Panguragan, dipercaya bahwa Nyi Mas Gandasari berasal dari Aceh, adik dari Tubagus Pasei atau Fatahillah, putri dari Mahdar Ibrahim bin Abdul Ghafur bin Barkah Zainal Alim. Ia diajak serta oleh Ki Ageng Selapandan sejak kecil dan diangkat sebagai anak, saat sepulangnya menunaikan ibadah haji ke Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi lain menyebutkan bahwa Nyi Mas Gandasari, yang sebenarnya adalah putri Sultan Hud dari Kesultanan Basem Paseh (berdarah Timur Tengah), merupakan salah satu murid di pesantren Islam putri yang didirikan oleh Ki Ageng Selapandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, karena kecantikan dan kepandaiannya dalam ilmu bela diri, telah berhasil menipu pangeran dari Rajagaluh, sebuah negara bawahan dari kerajaan Hindu Galuh-Pajajaran (yang kemudian menjadi raja dan bernama Prabu Cakraningrat). Pada waktu itu, Cakraningrat tertarik untuk menjadikannya sebagai istri. Tak segan-segan ia pun diajaknya berkeliling ke seluruh pelosok isi kerajaan, bahkan sampai dengan ke tempat-tempat yang amat rahasia. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Pangeran Cakrabuana, orang tua angkat Nyi Mas Gandasari untuk kemudian menyerang Rajagaluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Ageng Selapandan yang juga adalah Ki Kuwu Cirebon waktu itu dikenal juga dengan sebutan Pangeran Cakrabuana (masih keturunan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Hindu Pajajaran), berkeinginan agar anak angkatnya, Nyi Mas Gandasari, segera menikah. Setelah meminta nasihat Sunan Gunung Jati, gurunya, keinginan ayahnya tersebut disetujui Putri Selapandan dengan syarat calon suaminya harus pria yang memiliki ilmu lebih dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun telah banyak yang meminangnya, ia tidak bisa menerimanya begitu saja dengan berbagai macam alasan dan pertimbangan. Oleh karenanya kemudian ia pun mengadakan sayembara untuk maksud tersebut, sejumlah pangeran, pendekar, maupun rakyat biasa dipersilakan berupaya menjajal kemampuan kesaktian sang putri. Siapapun yang sanggup mengalahkannya dalam ilmu bela diri maka itulah jodohnya. Banyak diantaranya pangeran dan ksatria yang mencoba mengikutinya tetapi tidak ada satu pun yang berhasil. Seperti Ki Pekik, Ki Gede Pekandangan, Ki Gede Kapringan serta pendatang dari negeri Cina, Ki Dampu Awang atau Kyai Jangkar berhasil dikalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya Pangeran Soka memasuki arena sayembara. Meskipun keduanya tampak imbang, namun karena faktor kelelahan Nyi Mas Gandasari pun akhirnya menyerah dan kemudian berlindung di balik Sunan Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Pangeran Soka terus menyerangnya dan mencoba menyerang Nyi Mas Gandasari dan hampir saja mengenai kepala Sunan Gunung Jati. Tetapi sebelum tangan Pangeran Soka menyentuh Sunan Gunung Jati, Pangeran Soka menjadi lemas tak berdaya. Sunan Gunung Jati pun kemudian membantunya dan menyatakan bahwa tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Namun, kemudian keduanya dinikahkan oleh Sunan Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berjasa dalam syiar Islam di Cirebon dan sekitarnya, Syarif Sam dikenal sebagai tokoh ulama yang mempunyai ilmu kanuragan tinggi pada zamannya. Ia membangun semacam pesanggrahan yang dijadikan sebagai tempat ia melakukan syiar Islam dan mempunyai banyak pengikut. Sampai dengan akhir hayatnya, Syekh Magelung Sakti dimakamkan di Karangkendal, dan sampai sekarang tempat tersebut selalu diziarahi orang dari berbagai daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situs makam Syekh Magelung Sakti terdapat sumur peninggalan tokoh ulama tersebut, padasan kramat, depok (semacam pendopo) Karangkendal, jramba, kroya, pegagan, dukuh, depok Ki Buyut Tersana, dan pedaleman yang berisi pesekaran, paseban, serta makam Syekh Magelung Sakti sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjauhan dengan makam suaminya Syekh Magelung Sakti, makam Nyi Mas Gandasari terdapat di Panguragan, sehingga ia kemudian dikenal juga sebagai Nyi Mas Panguragan.&lt;a href="http://blesak.wordpress.com/"&gt;(Lare Graze)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-3648282118653254117?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/3648282118653254117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=3648282118653254117&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3648282118653254117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3648282118653254117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/sejarah-syeh-magellung-sakti.html' title='Sejarah Syeh Magellung Sakti'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SrsFFih-EII/AAAAAAAAAHQ/SZJCBaPxj0A/s72-c/Syeh+Magelun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-2529693251420897298</id><published>2009-09-21T08:45:00.002+07:00</published><updated>2009-09-21T15:21:54.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembukaan'/><title type='text'>Ucapan selamat idul fitri untuk sahabat blogger</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t2U575FDhNo/SrbOBj407kI/AAAAAAAAAJU/irtop_e5fOE/s1600-h/idul+fitri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2U575FDhNo/SrbOBj407kI/AAAAAAAAAJU/irtop_e5fOE/s400/idul+fitri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383716930776788546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;Selama sebulan penuh di bulan Rahamdhon  ummat Islam melakukan puasa untuk mendapatkan derajat yang tinggi yaitu Taqwa. Namun mendapatkan tingkat tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah, butuh perjuangan dan kesabaran yang tinngi. Tidak semua ummat yang berpuasa dapat mencapainya kecuali orang-orang yang tabah dan sabar serta mendapat bimbingan dari Allah SWT. Salah satu tanda bahwa seseorang  telah berhasil dalam puasanya adalah adanya perubahan sikap dan tingkat laku serta keihklasan dalam beribadah yang selalu menambah frekwensi ibadah sehari-hari. &lt;br /&gt;Bagi mereka yang telah berhasil, Keluarga &lt;br /&gt;&lt;a href="http://kongjaya.blogspot.com/"&gt;Engkong Jaya&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cingomat.blogspot.com/"&gt;Raja Salahuddin&lt;/a&gt; dan &lt;br /&gt;&lt;a href="http://jiwaraja.wordpress.com/"&gt;Pengembangan Jiwa&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;mengucapkan  minal 'aidin wal faidzin  taqobbalallahu minna wa minkum   mohon maaf lahir bathin semoga Allah SWT mengampuni dosa kita semua. dan Kami berharap semoga:&lt;br /&gt;1- kita menjadi suci seperti bayi yang baru dilahirkan,&lt;br /&gt;2- bertambah kekuatan iman dan ketakwaan kita,&lt;br /&gt;3- kita selalu sehat wal afiat agar dapat beribadah dan mencari nafkah &amp; berkahNya,&lt;br /&gt;4- selalu mendapatkan rezeki yang banyak, berkah dan halal,&lt;br /&gt;5- kita sukses dalam blogging untuk kepentingan persaudaraan, siar kebenaran serta    berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa dengan berbagi ilmu kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para sahabat blogger yang kami cintai: Salam semangat, teruskan blogging, terbar ilmu,  sayangi sesama, raih kesuksesan dan dapatkan rezeki yang berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bagi siapa saja sahabat blogger yang ambil kartu ucapan ini silahkan ambil bennernya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea rows="4" cols="20" name="Famous Quotes" readonly="readonly"&gt;&amp;lt;a href=http://kongjaya.blogspot.com terget=”””&gt;&lt;img border="””0””width="”181”alt="”Ucapan" src="http://3.bp.blogspot.com/_t2U575FDhNo/SrbOBj407kI/AAAAAAAAAJU/irtop_e5fOE/s400/idul+fitri.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383716930776788546" height="250" /&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-2529693251420897298?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/2529693251420897298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=2529693251420897298&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/2529693251420897298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/2529693251420897298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/ucapan-selamat-idul-fitri-untuk-sahabat.html' title='Ucapan selamat idul fitri untuk sahabat blogger'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_t2U575FDhNo/SrbOBj407kI/AAAAAAAAAJU/irtop_e5fOE/s72-c/idul+fitri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-2824409749272698864</id><published>2009-09-11T09:00:00.005+07:00</published><updated>2009-09-24T11:53:56.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award Dari Sahabat'/><title type='text'>Award dari sahabat  "Menjadi Lebih Baik"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sqmvp3eb0GI/AAAAAAAAAHE/vi-8xTi5qgQ/s1600-h/OSBP_award1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sqmvp3eb0GI/AAAAAAAAAHE/vi-8xTi5qgQ/s400/OSBP_award1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380024363671867490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah agak lama dapat award dari sahabat &lt;a href="http://anjar-kluwut.blogspot.com/"&gt;MenjadinLebih Baik&lt;/a&gt; namun baru kali ini saya dapat mengambil dan memasang di blog Raja Salahuddin, saya berharap mudah-mudahan yang memberi award ini tidak kecewa. Award ini adalah suatu kebanggaan bagi saya semoga ini bisa menambah eratnya persaudaraan blogger. Sesuai dengan permintaan pemberinya award ini juga akan diberikan kepada sahabat bloggerbyang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel sahabat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Rizky&lt;br /&gt;2.kupu.miss.oemang&lt;br /&gt;3.shulayman&lt;br /&gt;4.Imenoreh&lt;br /&gt;5.Kluwan Love is Beauty&lt;br /&gt;6.satriacell&lt;br /&gt;7.eMoMySelf&lt;br /&gt;8.Ikhsan&lt;br /&gt;9.Menjadi Lebih baik&lt;br /&gt;10.Raja Salahuddin &lt;br /&gt;Namun sebelumnya saya minta maaf karena ada yang tidak bisa saya link, ini dikarenakan informasi yang saya dapatkan dari sobat ikhsan hanyalah terbatas seperti itu.&lt;br /&gt;Langsung saja saya bahas aturannya : Sebelum sobat meletakkan link di atas, sobat harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link sobat sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, sobat semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah,&lt;br /&gt;Ketika posisi kawan 10, jumlah backlink = 1&lt;br /&gt;Posisi 9, jml backlink = 5&lt;br /&gt;Posisi 8, jml backlink = 25&lt;br /&gt;Posisi 7, jml backlink = 125&lt;br /&gt;Posisi 6, jml backlink = 625&lt;br /&gt;Posisi 5, jml backlink = 3,125&lt;br /&gt;Posisi 4, jml backlink = 15,625&lt;br /&gt;Posisi 3, jml backlink = 78,125&lt;br /&gt;Posisi 2, jml backlink = 390,625&lt;br /&gt;Posisi 1, jml backlink = 1,953,125&lt;br /&gt;Dan semuanya menggunakan kata kunci yang sobat inginkan. Dari sisi SEO sobat sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline sobat mengklik link itu, sobat juga telah mendapatkan traffik tambahan.&lt;br /&gt;Sekarang silahkan copy paste saja dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kawan di posisi 10. Ingat, sobat harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika sobat tiba2 di posisi 1, maka link sobat akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”&lt;br /&gt;Demikian mungkin aturan main yang harus diterapkan bagi sobat blogger yang menerima award dan yang jauh lebih pengalaman dibandingkan dengan saya. Langsung saja kali ini saya berikan award kepada :&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://bungasempurna.blogspot.com/"&gt;Bunga Yang Harum Dan Sempurna&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://borneo-calligraphy.blogspot.com/"&gt;Borneo-Calligraphy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.han-schatzi.co.cc/"&gt;Han-Schatzi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://jaganiakaromu.blogspot.com/"&gt;Jagania Karomu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://huyuh.blogspot.com/"&gt;Nopie's Corner&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://arsipanberita.blogspot.com/"&gt;Arsipan Berita&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://jalanihidupapaadanya.blogspot.com/"&gt;Jalani Hidup Apa Adanya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://catatan-kecil-ku.blogspot.com/"&gt;Catatan Kecilku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://airaperibumi99.blogspot.com/"&gt;Aira Pribumi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;a href="http://dwisusilo.com/"&gt;Dwi Susilo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat kepada seluruh sobat penerima award, semoga kita bisa terus saling bersilaturrahmi antar sesama blogger. Kepada sobat yang telah mengambil awardnya mohon agar mengkonfirmasi pada buku tamu atau pada kotak komentar, Terima Kasih.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-2824409749272698864?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/2824409749272698864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=2824409749272698864&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/2824409749272698864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/2824409749272698864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/award-dari-sahabat-menjadi-lebih-baik.html' title='Award dari sahabat  &quot;Menjadi Lebih Baik&quot;'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sqmvp3eb0GI/AAAAAAAAAHE/vi-8xTi5qgQ/s72-c/OSBP_award1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-7444506043579056056</id><published>2009-09-04T16:29:00.004+07:00</published><updated>2009-09-24T09:28:34.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award Dari Sahabat'/><title type='text'>Award ke II dari sahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SqDeWEvWd7I/AAAAAAAAAG4/qD06H0zfbw8/s1600-h/awardshare2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SqDeWEvWd7I/AAAAAAAAAG4/qD06H0zfbw8/s400/awardshare2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377542425891207090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah bisa dapet award lagi, dari Sobat  &lt;a href="http://kiyaiceret.blogspot.com/"&gt;Kiyai Ceret&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://jadikanhariinilebihbaiklagi.blogspot.com/"&gt;Jadikan Hari ini Lebih Baik Lagi&lt;/a&gt; terima kasih saya ucapkan kepada sobat berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia blogger kita dapetkann banyak hal, persahabatan yang hebat dan kuat. Saling mendukung dan support demi hal yang lebih baik. Semangat pantang menyerah dan terus terpacu melihat perkembangan. Semua itu akan lebih mudah dengan adanya sahabat.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya copy aja di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan mulia ini saya mencoba berbagi award kepada semua rekan blogger yang aktif dan berpartisipasi di blog ini, tujuan saya adalah menyatukan para bloger mania di Indonesia dengan satu bahasa : Persatuan, semoga award ini bisa diterima oleh sobat-sobat semua dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award diatas mengandung arti :&lt;br /&gt;Tugu Hijau : melambangkan sobat-sobat baru&lt;br /&gt;Tugu Kuning : melambangkan sobat-sobat yang selalu aktif&lt;br /&gt;Tugu Biru : melambangkan sobat blogger dengan PR tinggi&lt;br /&gt;Landasan Merah : melambangkan bahwa kita semua sama, baik pemula hingga senior adalah terangkum dalam satu wadah/tempat, dengan darah yang sama berwarna merah, dan sesungguhnya kita adalah saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasyarat Pengambilan AWARD :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat Posting seperti diatas&lt;br /&gt;2. Cantumkan Link Pemberi Award.&lt;br /&gt;3. Bagi rekan-rekan yang belum jadi Follow atau Tukeran Link, harap menjadi Follow atau bertukar link dengan saya.&lt;br /&gt;4. Copy-paste Image diatas atau DOWNLOAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut Nama-nama Penerima AWARD :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://rahmatanlilalamain.blogspot.com/"&gt;Rahmatan Lil Alamin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://kiputra.blogspot.com/"&gt;Annisa Collection&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://darosah.blogspot.com/"&gt;Mari Belajar Agama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.jatger.blogspot.com/"&gt;Jatger&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://kluwan.blogspot.com/"&gt;Love is Beauty&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://ludefa-ebook4u.blogspot.com/"&gt;Ebook You Always Want&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://borneo-calligraphy.blogspot.com/"&gt;borneo-calligraphy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://Jiwaraja.wordpress.com/"&gt;Pengembangan Jiwa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://arsipanberita.blogspot.com/"&gt;Arsipanberita&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;a href="http://jalanihidupapaadanya.blogspot.com/"&gt;Jalani Hidup Apa Adanya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seagai bukti perdsahabatan. Diambil ya..... Salam dari ku &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-7444506043579056056?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/7444506043579056056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=7444506043579056056&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7444506043579056056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7444506043579056056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/award-ke-ii-dari-sahabat.html' title='Award ke II dari sahabat'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SqDeWEvWd7I/AAAAAAAAAG4/qD06H0zfbw8/s72-c/awardshare2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-8424488382986372876</id><published>2009-09-03T16:28:00.006+07:00</published><updated>2009-09-03T16:37:20.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>Qiblatayn: Masjid dengan Dua Kiblat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sp-NPEhZ-GI/AAAAAAAAAGw/1BHwZJWT1ak/s1600-h/qiblatayn-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sp-NPEhZ-GI/AAAAAAAAAGw/1BHwZJWT1ak/s200/qiblatayn-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377171770155071586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bangunan fisiknya telah mengalami renovasi berkali-kali. Sehingga masjid sakral bernilai sejarah itu semakin indah dengan arsitektur Islam-nya yang sangat kental.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhusyu’an tampak menyelimuti suasana shalat berjama’ah yang diimami langsung oleh Rasulullah, rakaat demi rakaat. Namun tatkala sampai pada rakaat kedua, tiba-tiba belia membalikkan badanya hingga 80 derajat ke arah selatan dan melanjutkan shalatnya. Para makmum, walau merasa keheranan, mengikuti perpindahan arah shalat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepenggal kisah itu terdapat dalam sebuah hadits yang menjelaskan perpindahan arah kiblat pada bulan Rajab 12 H/633 M silam ketika Rasulullah sedang melaksanakan shalat Zhuhur di Masjid Bani Salamah di Quba dalam perjalanan hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kiblat, yang kala itu menghadap ke utara (Palestina, tepat Masjidil Aqsha berediri), berpindah ke arah selatan (menghadap ke Masjidil Haram, di Makkah). Sebagaimana diabadikan dalam QS Al-Baqarah ayat 144, yang memerintahkan mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis di Palestina, setelah kurang lebih selama 17 bulan 13 hari umat Islam shalat menghadap ke sana, berpindah ke Ka'bah, di Masjidil Haram, Makkah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masjid yang kini terletak di atas sebuah bukit kecil utara Harrah, persis di tepi jalan menuju Kampus Universitas Madinah, itu dinamakan Masjid Qiblatayn, yang berarti “dua kiblat”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bangunan fisiknya telah mengalami renovasi berkali-kali. Al-Syuja’i Syahin Al-Jamaly, pada tahun 893 H/ 1487 M untuk yang pertama kali merenovasinya. Kemudian kembali disempurnakan oleh Sultan Sulaiman,pada tahun 950 H/ 1543 M, tanpa menghilangkan ciri khas masjid. Sehingga masjid sakral bernilai sejarah itu semakin indah dengan arsitektur Islam-nya yang sangat kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sp-NIDXhlOI/AAAAAAAAAGo/pg4ow7Vl7Es/s1600-h/qiblatayn-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sp-NIDXhlOI/AAAAAAAAAGo/pg4ow7Vl7Es/s200/qiblatayn-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377171649586107618" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Pada pemugaran-pemugaran terdahulu, tanda kiblat pertama masih jelas terlihat dengan petunjuk yang tertera kaligrafi QS Al-Baqarah, ayat 144, lengkap dengan pelarangan shalat menghadap atau menggunakan kiblat lama. Sayang, setelah mengalami perluasan bangunan pada masa Kerajaan Arab Saudi, pentunjuk itu dihilangkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sebelah Masjid Qiblatayn ada telaga Sumur Raumah, sebuah sumber air milik orang Yahudi, namun, atas anjuran Rasulullah SAW, Khalifah Utsman bin Affan menebus telaga tersebut seharga 20 ribu dirham dan mewakafkannya untuk kepentingan masjid dan jama’ah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menariknya, air telaga tersebut hingga sekarang masih berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masjid serta penduduk sekitar dan tidak pernah kering. Namun kini bentuk fisiknya tidak terlihat, karena ditutup dengan tembok, untuk melindunginya dari kerusakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masjid Qiblatayn memang tidak pernah sepi pengunjung. Seperti jamaah haji dan umrah tatkala berkunjung ke Madinah, yang selalu menyempatkan diri berziarah ke masjid tersebut. Biasanya, penziarah pun shalat di masjid itu. SEL(&lt;a href="http://majalah-alkisah.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=271:qiblatayn-masjid-dengan-dua-kiblat&amp;catid=29:baitullah&amp;Itemid=38/"&gt;Majalah Alkisah&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-8424488382986372876?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/8424488382986372876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=8424488382986372876&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/8424488382986372876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/8424488382986372876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/qiblatayn-masjid-dengan-dua-kiblat.html' title='Qiblatayn: Masjid dengan Dua Kiblat'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sp-NPEhZ-GI/AAAAAAAAAGw/1BHwZJWT1ak/s72-c/qiblatayn-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-4237882946096570718</id><published>2009-09-01T21:30:00.006+07:00</published><updated>2009-09-01T21:41:39.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Negeri'/><title type='text'>BAGAIMANA MESIR MEMPEROLEH NAMANYA?</title><content type='html'>Menurut sejarah, bangsa Semit yang tinggal di sekeliling Mesir (Asyiria, Aram, lbrani dan Arab) menyebut negeri ini dengan nama  מצרים - MITSRAYIM.&lt;br /&gt;MITSRAYIM dalam bahasa Semit berarti batas. Lantaran itu, bangsa Semit menyebut daerah yang berada dalam lingkungan mereka sebagai MITSRAYIM, manakala penduduknya sebagai מצרי - MITSRY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeza pula dengan orang-orang Qibti yang menyebut negeri ini pada zaman lampau dengan istilah Kemy yang membawa arti hitam atau tanah yang hitam.&lt;br /&gt;Perkara yang dapat dikesan daripada peninggalan-peninggalan prasasti Venekia, orang-orang Asyiria menyebut negeri ini sebagai Hecobtah. Ia diambil daripada sebutan orang-orang Mesir sendiri bagi kerajaan Mesir lama iaitu Menat (Memphis) yang membawa erti tempat bersemayamnya Roh Bietah. Bietah merupakan dewa Mesir yang dianggap sebagai pelindung kepada perindustrian pada masa dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yunani pula, menyebut Mesir dengan nama αιγυπτος - aiguptus / aigyptos. Nama Aigyptos ini disebut berulangkali dalam syair-syair pujangga agung Yunani, Homerus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MENELUSURI SEJARAH MESIR PURBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang budayawan bernama Champollion yang telah mengikuti ekspedisi Napoleon Bonaparte ketika menduduki Mesir pada tahun 1798 berusaha menyelidiki sebuah prasasti (batu bersurat) yang dijumpai di Kampung Rasyid. Prasasti tersebut mengandungi catatan Ptolomeus V dari Yunani (tahun 320 SM). Catatan tersebut didapati dalam tiga tulisan yaitu Hi-eroglyphics, Demotic, dan Coptic. Penyelidikan berpuluh-puluh tahun yang dibuat oleh Champollion itu telah berjaya menemui nama Ptolemy dan Cleopatra. Ptolemy merupakan salasilah raja-raja Mesir yang beijumlah 15 orang bermula dari tahun 304 SM hingga 30 SM. Mereka menjadikan Iskandariah sebagai kota pemerintahan. Bertitik tolak dari saat itulah, tulisan Hieroglyphics sudah boleh dibaca bahkan sehingga mampu menyingkap sejarah Mesir Purba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri sejarah Mesir, ia telah bermula sejak tahun 3400 SM yang lalu. Ketika itu, munculnya Revolusi Kebudayaan yang menjadi asas bagi negara ini mengorak langkah ke arah kemajuannya. Bermula daripada kemajuan pertanian, ia seterusnya membawa kepada perubahan corak hidup masyarakat yang sering berpindah-pindah kepada masyarakat yang sudah memiliki penempatan yang tetap. Setelah itu, terbentuk pula sebuah masyarakat baru yang kemudiannya berkembang sehingga terdirinya beberapa buah kerajaan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tahun 3000 SM, kerajaan-kerajaan kecil itu telah dapat membentuk dua buah kerajaan besar iaitu Mesir Hulu di daerah selatan dengan Thebes sebagai ibu kotanya (kini Luxor) dan Mesir Hilir di bahagian utara dengan Memphis sebagai ibu kotanya. Raja Mesir Hilir yang bemama Menes telah berjaya menyatukan dua buah kerajaan tersebut dengan mengekalkan Memphis sebagai ibukota. Bukan setakat itu sahaja perkembangan yang dibawa oleh Menes, bahkan beliau turut berjaya menghasilkan satu bentuk tulisan yang dinamakan Hieroglyphics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Yunani menyatakan bahawa Memphis merupakan sebuah ibukota Mesir Purba (2615 -1920 SM) yang terletak berhampiran Sakkara. Di kota inilah didirikan kerajaan Mesir awal daripada dinasti pertama (3200 SM). Maka tidak heranlah jika di situ juga terdapat kawasan perkuburan para pemangku raja daripada dinasti pertama dan hampir kesemua raja daripada dinasti kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, apabila terbentuknya kerajaan Mesir baru (1570 -322 SM ), maka ibukotanya dipindahkan dari Memphis ke Thebes. Sungguhpun demikian, kebanyakan pegawai pemerintah masih tinggal di Memphis sehinggalah akhir hayat mereka, lalu dikebumikan di Sakkara. Bahkan Sakkara sendiri merupakan satu kawasan yang dibangunkan khas untuk Raja Zoger daripada dinasti ke-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASAL-USUL KOTA ISKANDARIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 332 SM merupakan titik permulaan munculnya salah sebuah kota yang masyhur di bumi Mesir yaitu Kota lskandariah/' Alexandria. Kota lskandariah ini dibina oleh seorang penjelajah dunia yang terkenal, Iskandar Zulkarnaen (Alexander The Great). Iskandar Zulkarnaen telah memerintahkan Denakrates, seorang ahli perancang kota asal Yunani untuk merealisasikan pembinaan kota impiannya itu. Namun selepas itu, dia telah berpindah ke timur pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Iskandariah (Alexandria) kemudiannya mengalami kemajuan yang pesat dan pernah menjadi ibu negara Mesir selama hampir 1000 tahun. Hal ini berlanjutan sehingga penaklukan Islam ke atas Mesir pada tahun 21 Hijrah (621 Masehi), iaitu setelah penguasaan oleh tiga peradaban besar : Batlemeus, Roma dan Bazentine.&lt;br /&gt;Kini, Iskandariah merupakan kota kedua terbesar di Mesir dan terkenal sebagai kota pelabuhan import-eksport.(&lt;a href="http://www.sarapanpagi.org/mesir-vt2983.html#p16807/"&gt;sarapanpagi&lt;/a&gt;)             &lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pmram.org/mesir/sejarah.htm/"&gt;http://www.pmram.org/mesir/sejarah.ht&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-4237882946096570718?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/4237882946096570718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=4237882946096570718&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/4237882946096570718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/4237882946096570718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/bagaimana-mesir-memperoleh-namanya.html' title='BAGAIMANA MESIR MEMPEROLEH NAMANYA?'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-5486193372000496570</id><published>2009-09-01T09:15:00.007+07:00</published><updated>2009-09-01T09:41:57.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Tokoh Dunia'/><title type='text'>Firaun Manakah Yang Tenggelam di Laut Merah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpyFLeAUIpI/AAAAAAAAAGA/lGF96VLd_DA/s1600-h/Firaun12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpyFLeAUIpI/AAAAAAAAAGA/lGF96VLd_DA/s200/Firaun12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376318487252968082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah mengenai Mukjizat Nabi Musa (Moses) yang membelah Laut Merah dengan tongkatnya untuk menghindari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Di kitab suci Al-Qur’an dan Alkitab, kronologi pengejaran dikisahkan begitu gamblang walaupun terdapat sedikit perberbedaan kisah diatara keduanya. Namun yang pasti, kedua kitab suci tersebut mengisahkan kepada kita mengenai akhir yang menggembirakan bagi Musa beserta Kaum Bani Israel karena dapat meloloskan diri dari kejaran Fir’aun beserta bala tentaranya. Dan bagi sang Fir’aun, ia justru menemui ajalnya setelah tenggelam bersama pasukannya di Laut Merah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Al-Quran dan Alkitab sudah cukup jelas mengisahkan kronologi peristiwa itu terjadi, namun masih terdapat teka-teki mengenai siapa sebenarnya Fir’aun yang memimpin pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel? Al-Quran dan Alkitab tidak menyebutkan secara mendetail siapakah Fir’aun yang dimaksud.&lt;br /&gt;Fir’aun (Pharaoh) merupakan gelar yang diberikan kepada raja-raja Mesir kuno. Asal usul istilah Fir’aun sebetulnya merujuk kepada nama istana tempat berdiamnya seorang raja, namun lama – kelamaan digunakan sebagai gelar raja-raja Mesir kuno. Banyak Fir’aun yang telah memimpin peradaban yang terkenal dengan penginggalan Piramida Khufu-nya itu, mulai dari Raja Menes -sekitar 3000 SM, pendiri kerajaan, pemersatu Mesir hulu dan hilir  – hingga Mesir jatuh dibawah kepemimpinan raja-raja dari Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini telah banyak studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi siapakah Fir’aun yang sedang berkuasa saat peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel dari tanah Mesir. Berikut beberapa kandidatnya :&lt;br /&gt;• Ahmose I (1550 SM – 1525 SM)&lt;br /&gt;• Thutmose I (1506 SM – 1493 SM)&lt;br /&gt;• Thutmose II (1494 SM – 1479 SM)&lt;br /&gt;• Thutmose III (1479 SM – 1425 SM)&lt;br /&gt;• Amenhotep II (1427 SM – 1401 SM)&lt;br /&gt;• Amenhotep IV (1352 SM – 1336 SM)&lt;br /&gt;• Horemheb (sekitar 1319 SM – 1292 SM)&lt;br /&gt;• Ramesses I (sekitar 1292 SM – 1290 SM)&lt;br /&gt;• Seti I (sekitar 1290 SM – 1279 SM)&lt;br /&gt;• Ramesses II (1279 SM – 1213 SM)&lt;br /&gt;• Merneptah (1213 SM – 1203 SM)&lt;br /&gt;• Amenmesse (1203 SM – 1199 SM)&lt;br /&gt;• Setnakhte (1190 SM – 1186 SM)&lt;br /&gt;Dari daftar beberapa Fir’aun diatas, nama Ramesses II selama ini memang kerap diidentifikasikan sebagai Fir’aun yang sedang berkuasa pada saat itu. Ia  merupakan sosok Fir’aun terbesar dan terkuat yang pernah memimpin peradaban Mesir kuno. Ramesses II juga merupakan salah satu Fir’aun yang paling lama berkuasa, yakni 66 tahun lamanya.&lt;br /&gt;Sifatnya yang kadang tirani terhadap masyarakat kelas bawah, membuat sejarawan banyak yang berspekulasi dengan menyebutkan ia sebagai raja yang memperbudak Bani Israel. Walaupun demikian, tidak ada bukti arkeologi yang benar-benar memperkuat dugaan tersebut. Selain itu periode masa hidupnya juga dikatakan tidak cocok dengan kemungkinan terjadinya peristiwa keluaran.&lt;br /&gt;Kemudian menilik ke Raja Merneptah – putra Ramesses II – yang berkuasa setelah Ramesses II mangkat, ia juga bukan merupakan Fir’aun yang dimaksud mengingat pada masa pemerintahannya, Merneptah pernah mengatakan bahwa Bangsa Israel telah tiba di tanah Kana’an. Itu artinya, peristiwa keluarnya Musa beserta Bani Israel telah lama terjadi sebelum ia berkuasa.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Seti I, ayah dari Ramesses II ? Bagaimanapun juga, ahli sejarah Alkitab mengatakan peristiwa keluaran ini terjadi disekitar 1400 SM, itu jauh dari masa pemerintahan Seti I.&lt;br /&gt;Beberapa Sejarawan yang menggunakan metode penelitian dengan cara mencocokkan kronologi di dalam catatan-catatan peninggalan Mesir Kuno dengan perkiraan waktu keluaran pada kitab suci menyimpulkan, kemungkinan peristiwa itu terjadi saat Mesir kuno dibawah pimpinan Raja-raja Dinasti ke-18.&lt;br /&gt;Dinasti ke-18 mencakup beberapa raja, yakni Thutmose I (1506 SM – 1493 SM), Thutmose II (1494 SM – 1479 SM), diselingi oleh kepempinan Fir’aun wanita yaitu Ratu Hatsepsut (1479 SM -1458 SM) kemudian Thutmose III (1479 SM – 1425 SM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkan Thutmose II Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpyF53-SWiI/AAAAAAAAAGI/KrkAZintpAA/s1600-h/Firaun2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpyF53-SWiI/AAAAAAAAAGI/KrkAZintpAA/s200/Firaun2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376319284497766946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut studi yang dilakukan oleh Sejarawan Alan Gardiner, setelah kematian Thutmose I dan masa persinggahannya selama 40 tahun di Madyan / Midian, Musa memutuskan untuk kembali ke tanah Mesir tempat beliau dibesarkan. Allah menugaskan Musa untuk menyampaikan ajaran agama yang hakiki kepada Fir’aun. Pada saat itu, Mesir dipimpin oleh Raja Thutmose II yang memperistri Ratu Hatshepsut.&lt;br /&gt;Thutmose II, menurut sejarah bukanlah sosok Fir’aun yang hebat, sebaliknya istrinya Hatshepsut yang banyak berperan penting bagi kemajuan kerajaan. Walaupun bukan merupakan sosok pemimpin yang dikatakan berpengaruh, Gardiner tetap meyakini Thutmose II merupakan kandidat terkuat fir’aun yang melakukan pengejaran terhadap Musa beserta kaum Bani Israel. Hal itu dikarenakan banyaknya kecocokan dengan studi sejarah yang ia lakukan.&lt;br /&gt;Garnier juga menambahakan bahwa di pusara tempat berdiamnya mummi Thutmose II, hampir tidak ditemukan ornamen-ornamen dan benda-benda berharga “semewah” pusara raja-raja Mesir kuno yang lainnya. Ada kesan bahwa raja ini tidak begitu disukai dan dihormati oleh rakyatnya, sehingga mereka tak peduli dengan kematian sang Raja. Selain itu, kematiannya yang mendadak juga menjadi salah satu alasannya.&lt;br /&gt;Penelitian terhadap Mummi Thutmose II yang ditemukan di situs Deir el-Bahri pada tahun 1881 mengungkapkan bahwa terdapat banyak bekas cidera di tubuhnya, dan Mummi-nya ditemukan tidak dalam kondisi yang bagus. Hal ini mungkin menandakan Thutmose II mati secara tidak wajar. Apakah cidera di tubuhnya itu akibat hempasan kekuatan gelombang Laut Merah yang secara tiba-tiba tertutup kembali? Wallahu ‘alam Bishawab&lt;br /&gt;Al-Quran sendiri mengisahkan detik-detik terakhir kehidupan Sang Fir’aun :&lt;br /&gt;Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah ia ;” Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. ( QS Yunus 90).&lt;br /&gt;Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa Fir’aun mencoba memohon kepada Allah agar ia diselamatkan ketika air mengenggelamkan raganya. Namun sangatlah jelas bahwasannya tindakan Fir’aun hanyalah suatu kebohongan semata sebagai alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari maut.&lt;br /&gt;Setelah sang Fir’aun tewas pada periode pemerintahannya yang tergolong singkat, besar kemungkinan jalannya roda pemerintahan diambil alih sementara oleh sang Ratu yang tak lain ialah Hatshepsut sebelum akhirnya Thutmose III naik tahta.&lt;br /&gt;Jika benar Thutmose II merupakan Fir’aun yang dimaksud, ada suatu kemungkinan kronologi sejarahnya menjadi demikian :&lt;br /&gt;Pertama, Musa dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir saat Thutmose I berkuasa, dan istri Thutmose I yang menemukan bayi Musa saat hanyut di Sungai Nil.&lt;br /&gt;Kedua,  selang puluhan tahun setelah Musa melarikan diri dari tanah Mesir karena ancaman hukuman mati akibat peristiwa terbunuhnya seorang prajurit kerajaan olehnya, ia kembali untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Fir’aun. Namun pada saat itu mungkin Thutmose I telah meninggal dan digantikan putranya Thutmose II.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa Thutmose II Diyakini Sebagai Firaun Yang Tenggelam di Laut Merah Sedangkan Mummi-nya Sendiri Berhasil Ditemukan?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpyGyudMvSI/AAAAAAAAAGQ/azgN7zN0V3s/s1600-h/Firaun3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 163px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpyGyudMvSI/AAAAAAAAAGQ/azgN7zN0V3s/s200/Firaun3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376320261195611426" /&gt;&lt;/a&gt;Pertanyaan diatas memang kerap ditanyakan. Mereka yang bertanya kebanyakan beranggapan bahwa Jasad Fir’aun tidak mungkin berhasil ditemukan apalagi dalam bentuk Mummi, sebab telah tenggelam di Laut Merah bersama bala tentaranya.&lt;br /&gt;Bagi kawan-kawan muslim, Al-Quran mengisahkan kepada kita sebagai berikut :&lt;br /&gt;Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesunguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuatan Kami. ( QS Yunus 91-92).&lt;br /&gt;Tentunya ayat diatas sudah cukup menjelaskan mengapa Allah dengan sengaja menyelamatkan jasad sang Fir’aun. (sumber : &lt;a href="http://www.eriricaldo.com/warnawarni/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html/comment-page-1#comment-267/"&gt;EriRicaldo.Com&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://dipta-jurnal.net/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut-merah.html/comment-page-1#comment-276/"&gt;Dipta&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-5486193372000496570?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/5486193372000496570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=5486193372000496570&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/5486193372000496570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/5486193372000496570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/09/firaun-manakah-yang-tenggelam-di-laut.html' title='Firaun Manakah Yang Tenggelam di Laut Merah?'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpyFLeAUIpI/AAAAAAAAAGA/lGF96VLd_DA/s72-c/Firaun12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-7977218259998733158</id><published>2009-08-26T11:42:00.006+07:00</published><updated>2009-08-26T12:06:48.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Saint dan Teknologi'/><title type='text'>Sejarah Singkat Penerbangan Garuda Indonesia ( I )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpS9T6jSR7I/AAAAAAAAAFg/IYaCwahnBk0/s1600-h/Garuda+Indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 106px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpS9T6jSR7I/AAAAAAAAAFg/IYaCwahnBk0/s200/Garuda+Indonesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374128405192263602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penerbangan Pertama&lt;br /&gt;Penerbangan komersial Republik Indonesia dimulai pada tanggal 26 Januari 1949 dari Calcuta ke Rangoon mengunakan pesawat tipe Douglas DC-3 Dakota RI 001 dengan  nama Seulawah (Gunung Emas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa Dunia ke Bali&lt;br /&gt;Garuda Indonesia pertama kali membuka gerbang penerbangan international ke Bali pada tahun 1951 dengan menggunakan Douglas DC-3 Dakota. Pulau Bali sampai saat ini dikenal sebagai salah satu “Pulau wisata Terbaik di Dunia” dan Garuda Indonesia memegang peranan penting dalam menjadikan Bali sebagai tujuan wisata dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Asia-Afrika, 1955&lt;br /&gt;Konferensi Asia-Afrika pertama dikalsanakan di kota Bandung pada tanggal 19 April 1955. Sebagian besar kepala negara dari 29 negara kawasan Asia dan Afrika terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar udara Kemayoran Jakarta Utara menuju Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik Haji ke Tanah Sutji&lt;br /&gt;Pada bulan Juni 1956 untuk pertama kalinya Garuda Indonesia menerbangkan 40 orang jamaah untuk menunaikan ibadah haji menggunakan pesawat tipe Convair 340. Sampai saat ini Garuda Indonesia telah menerbangkan lebih dari 100.000 jemaah ke Mekkah setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbangan Pesawat Jet Pertama dari Indonesia&lt;br /&gt;Pada tahun 1965, Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan pertama di Asia Tenggara yang memiliki layanan antar benua menggunakan teknologi pesawat jet tipe Convair 990A. Inilah pesawat komersial pertama yang dilengkapi dengan mesin jet turbo dan sampai saat ini masih tercatat sebagai pesawat sipil sub-sonic tercepat yang pernah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbang Lebih Tinggi&lt;br /&gt;Garuda Indonesia mengembangkan armadanya dengan pesawat jet mulai tahun 1977, diawali dengan penggantian turbo Fokker F-17 Friendship dengan pesawat twinjet Fokker F-28 Mk 3000 Fellowship. Pergantian armada Garuda Indonesia juga meliputi 4 pesawat berbadan lebar Douglas DC-10, 3 Douglas DC-8, 18 McDonnell Douglas DC-9 dan 32 Fokker F-28. Keseluruhan armada jet tersebut memungkinkan Garuda Indonesia menawarkan kenyamanan penerbangan baru yang dapat lebih diandalkan ke seluruh wilayah di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-7977218259998733158?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/7977218259998733158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=7977218259998733158&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7977218259998733158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7977218259998733158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/08/sejarah-singkat-penerbangan-garuda_26.html' title='Sejarah Singkat Penerbangan Garuda Indonesia ( I )'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpS9T6jSR7I/AAAAAAAAAFg/IYaCwahnBk0/s72-c/Garuda+Indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-6966398314457069246</id><published>2009-08-25T11:57:00.002+07:00</published><updated>2009-08-25T12:05:01.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Indonesia'/><title type='text'>Telanjur Ditawan, Ternyata Salah Paham</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpNv92IheSI/AAAAAAAAAFQ/RHV0pvYl49o/s1600-h/bung_tomo_muda.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpNv92IheSI/AAAAAAAAAFQ/RHV0pvYl49o/s200/bung_tomo_muda.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373761888677099810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Upaya Bung Tomo mengajak warga Surabaya mengangkat senjata membuat gerah banyak pihak. Tidak hanya sekutu, namun juga tentara republik. Dia sempat ditawan, namun kemudian dilepaskan. Di ujung Kampung Blauran, pukul 1.30 WIB, pertengahan Oktober 1945, Dr Moestopo dan Roestam Zain datang ke Rumah mungil ini. Moestopo memakai baju hitam dan ikat kepala, sedangkan Roestam bersenjata lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moestopo mengusulkan penjagaan bersenjata di depan rumah Bung Tomo. Namun, si Bung menolak halus. “Sudahlah, mas. Rakyat di kampung  ini cukup waspada  untuk menjaga keselamatan diriku. Mereka itu selalu bergiliran berpatroli di halaman rumahku…”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Moestopo tetap mendesak. “Tetapi, ingatlah pula, orang orang NICA mungkin selalu mengintai Saudara… Terutama setelah mereka mendengar pidato-pidato Saudara…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok hari, Bung Tomo keluar rumah, mampir di kantor berita Antara di pojokan Jl Tunjungan dan Jl Embong Malang, sekarang Museum Pers. Dia mengatur serah terima setelah mundur jadi pimpinan redaksi. Siang hari, si Bung pulang lagi ke Blauran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kali ini ada yang berubah dari air muka orang tua si Bung. Mereka tidak menyapa dan hanya melihat. “Tak jarang aku merasa perlu memeluk ibuku, sekadar menenteramkan jiwa yang gelisah. Ibu yang kusayangi itu hanya berdiam diri, memandang ke depan. Kadang hanya anggukan kepala yang menandakan  kepadaku bahwa beliau mengerti maksudku,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon rumah si Bung berbunyi. Di ujung telepon seseorang mengonfirmasi rapat pucuk pimpinan pemberontakan. Bung Tomo menjawab pukul 5.00 WIB sore. Dia kemudian makan siang, tidak lama datanglah Hilmi. Pemuda yang dikenalnya sebagai pelopor Organisasi Pemuda Republik Indonesia (PRI) Surabaya. Kini tak  tampak senyum Hilmi ke Bung Tomo. Dia memasang tampang tidak bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di balik pintu tengah rumahku, aku  melihat ibu memandang ke arah diriku. Air mata beliau berlinang.” Berkatalah saudara Hilmi, “Saya harap Saudara ke markas Pemuda Republik Indonesia. Kawan-kawan meminta Saudara datang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jawab, “Maaf, saya nanti pukul 5 ada rapat.” Namun Hilmi meninggikan frekwensi suaranya. “Saudara harus datang sekarang. Kalau dengan cara halus Saudara tidak suka. Saya terpaksa akan mengambil jalan kekerasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Tomo berubah cemas. Dia merasa sedang dalam bahaya. Dia baru sadar ketika keluar rumah. Puluhan pemuda bersenjata lengkap telah mengepung rumah ini. Si Tomo diangkut truk dibawa ke markas PRI di Simpang. Sekarang markas itu menjadi Balai Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di markas pemuda di Simpang, si Bung dibawa masuk ke ruang intelligence service atau penyelidikan yang dipimpin Restam Zain. “Saat menuju ke tempat Saudara Roestam Zain, nampaklah olehku bahwa kemana mana aku pergi seorang lasykar dengan bayonet terhunus senantiasa mengikuti jejakku. Taulah aku bahwa kini akau seorang  tawanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pukul 5, Bung Tomo diperlalukan seperti tawanan lain, bercampur dengan tawanan Belanda. tidak mendapat makan dan hanya mengais cokelat di tumpukan barang milik tawanan Belanda. Penawanan si Bung berakhir pukul 6.30, Ketika Roestam menelepon Soedjono, seorang komisaris polisi bawahan Markas Dr Moestopo. “Ini bung kecil disuruh tahan di sini apa perkaranya?” tanya Roestam. Hanya beberapa detik pembicaraan itu berakhir, Roestam kemudian tersenyum dan menutup telepon. Kemudian menghampiri Si Bung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya salah paham,” kata dia. Dijelaskannya, markas tentara pimpinan Moestopo siang hari tadi memang memerintahkan PRI “melindungi” Bung Tomo. Moestopo meminta PRI “melindungi” karena tentara atau polisi tidak mungkin menjaga pemimpin tidak resmi seperti Si Bung. Nah  perintah “melindungi” ini diterjemahkan PRI sebagai menawan seperti perintah melindungi warga Belanda yang maksudnya menawan. (kuncarsono prasetyo &lt;a href="http://www.surya.co.id/2008/12/05/kisah-si-bung-yang-membakar-surabaya-telanjur-ditawan-ternyata-salah-paham.html/"&gt;Surya Online&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-6966398314457069246?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/6966398314457069246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=6966398314457069246&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/6966398314457069246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/6966398314457069246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/08/telanjur-ditawan-ternyata-salah-paham.html' title='Telanjur Ditawan, Ternyata Salah Paham'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SpNv92IheSI/AAAAAAAAAFQ/RHV0pvYl49o/s72-c/bung_tomo_muda.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-7039535907367084638</id><published>2009-08-21T11:33:00.004+07:00</published><updated>2009-08-21T13:05:59.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Indonesia'/><title type='text'>PANGERAN  DIPONEGORO  (1785-1855)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/So4nwi0RdWI/AAAAAAAAAFI/Xhlu2_x12G4/s1600-h/Diponegoro.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 89px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/So4nwi0RdWI/AAAAAAAAAFI/Xhlu2_x12G4/s400/Diponegoro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372275120432837986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Sultan Hamengku Buwono IV wafat secara mendadak pada tahun 1822, atas persetujuan Belanda yang ditunjuk menggantikannya adalah Pangeran Menol yang baru berusia tiga tahun. Karena ia belum dewasa maka dibentuk dewan perwalian yang bertugas mendampingi Sultan dalam menjalankan pemerintahan.  Dewan itu terdiridari  permaisuri Sultan Hamengku Buwono III ( Ibunda  Sultan hamengku Buwono IV, Pangeran Mangkubumi (putra Sultan Hamengku Buwono) dan Pangeran Diponegoro (putra Sultan Hamengku Buwono III).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara bertahap anggota dewan itu disingkirkan dan diganti oleh Patih Danurejo IV yang sangat memihak pada Belanda.  Kekecewaan terhadap pemerintahan kerajaan yang dalam bidang politik sangat dipengaruhi oleh Belanda, menyebabkan Pangeran Diponegoro lebih banyak tinggal di Tegalrejo.  Diluar Istana terdapat kekecewaan di kalangan sebagaian besar rakyat, khususnya petani. Hal itu disebabkan oleh tekanan pajak dan kerja wajib,  juga dari tindakan raja mengijinkan penyewaan tanah pada perkebunan-perkebunan swasta asing. Tak ketinggalan para bangsawan menyewakan tanah lungguh mereka pada pihak asing.Dalam keadaan hidup yang sulit itu, rakyat menemukan bahwa dalam diri Pangeran Diponegoro mereka mendapatkan jalan. Hal ini tampak ketika terjadi kerusuhan mengenai pembuatan jalan melalui tanah Tegalrejo tanpa seizin Diponegoro. Insiden pamasangan tonggak jalan yang terjadi pada tanggal 20 Juli 1825 tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan perantaraan Pangeran Mangkubumi, Residen Smisaert meminta Pangeran Diponegoro untuk datang ke kantor Residen, tetapi Pangeran Diponegoro menolak. Pangeran mangkubumi justru mendapat ancaman karena tidak berhasil melunakkan Pangeran Diponegoro. Ketika Pangeran Mangkubumi hendak menulis jawaban kepada Residen, pasukan Belanda telah mendahului menembakan meriamnya. Pangeran mangkubumi bersama Pangeran Diponegoro berhasil meloloskan diri melalui pintu samping.  Rumah, Masjid serta harta milik pangeran Diponegoro dibakar habis. Pangeran Diponegoro kemudian memusatkan pertahanannya di daerah Selarong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dukungan pada perjuangan Diponegoro meluas, tidak terbatas pada rakyat petani dan para pengeran, tetapi juga para ulama. Mereka menggabungkan diri termasuk seorang ulama besar Kyai Mojo dan Sentot Alibasyah Prawirodirjo, seorang bangsawan yang kemudian menjadi panglima utamanya. Dua kali Jendral de Kock mengirimkan surat kepada Diponegoro tertanggal 7 Agustus 1825 dan 14 Agustus 1825 untuk menawarkan perdamaian. Ajakan itu tidak mendapatkan tanggapan.  Kemudian Belanda menyediakan hadiah uang 20.000 ringgit bagi siapa saja yang dapat menangkap Diponegoro hidup atau mati. Usaha Belanda itu mengalami kegagalan karena rakyat tetap setia kepada pemimpin mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diberbagai medan pertempuran, seperti di Kedu, Kulon Progo, Gunung Kidul, Sukowati, Semarang, Madiun, Magetan dan Kediri Belanda tidak mendapatkan kemenangan yang berarti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rupanya Belanda menyadari banyaknya dukungan rakyat kepada peminpin mereka yang dianggap sebagai perwujudan Ratu Adil atau Erucakra. Oleh karena itu, pada tahun 1827 taktik “benteng stelsel” diterapkan. Disetiap daerah yang berhasil dikuaisai, didirikan benteng yang berhubungan dengan benteng sebelumnya lewat prasarana jalan, perbekalan dan patroli serdadu yang teratur. Strategi ini membawa kemajuan dengan tertangkapnya sejumlah panglima perang seperti Sentot Alibasyah dan Pangeran mangkubumi. Namun perlawanan Diponegoro tetap berlangsung dan menambah rasa antipati rakyat terhadap pemerintah kolonial Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jendral de Kock kemudian melancarkan strategi “meja perundingan” dengan mengajak Diponegoro berunding. Secara rahasia dia menginstruksikan bila perundingan itu gagal maka Diponegoro harus ditangkap. Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, Pangeran menolak syarat-syarat yang diajukan Belanda. Akibatnya pada tanggal 28 Maret 1830, pejuang dari Tegalrejo itu ditangkap dan dibuang ke Menado. Beberapa waktu kemudian, dia dipindahkan ke Ujung Pandang hingga wafat pada tanggal 8 Januari 1855. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-7039535907367084638?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/7039535907367084638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=7039535907367084638&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7039535907367084638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7039535907367084638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/08/pangeran-diponegoro-1785-1855.html' title='PANGERAN  DIPONEGORO  (1785-1855)'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/So4nwi0RdWI/AAAAAAAAAFI/Xhlu2_x12G4/s72-c/Diponegoro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-8769882123471410035</id><published>2009-08-06T15:38:00.000+07:00</published><updated>2009-08-06T15:44:53.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Dalam Gambar'/><title type='text'>Locomotif Jadul</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnqWs2PuX1I/AAAAAAAAAFA/-sk-DjfckZ4/s1600-h/Locomotif.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366767603185246034" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnqWs2PuX1I/AAAAAAAAAFA/-sk-DjfckZ4/s400/Locomotif.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-8769882123471410035?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/8769882123471410035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=8769882123471410035&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/8769882123471410035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/8769882123471410035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/08/locomotif-jadul.html' title='Locomotif Jadul'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnqWs2PuX1I/AAAAAAAAAFA/-sk-DjfckZ4/s72-c/Locomotif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-8466909505522166268</id><published>2009-08-06T14:42:00.001+07:00</published><updated>2009-08-06T15:15:06.743+07:00</updated><title type='text'>20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnqNqsF_0jI/AAAAAAAAAEw/IbFjcj73wmE/s1600-h/bo-ok3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366757670495703602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 180px; CURSOR: hand; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnqNqsF_0jI/AAAAAAAAAEw/IbFjcj73wmE/s200/bo-ok3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam tulisan bagian pertama, telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga akhirnya mereka berdua hengkang dari BO.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun sebelum BO di bentuk, H. samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI – awalnya Syarikat Dagang Islam atau disingkat SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia”, tulis KH. Firdaus AN.&lt;br /&gt;Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura – juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura – sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku, seperti : Haji Samanhudi dan HOS Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatra Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku. Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut – SI dan BO – maka dibawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya :&lt;br /&gt;TUJUAN :&lt;br /&gt;• SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya.&lt;br /&gt;• BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran dasar BO Pasal 2).&lt;br /&gt;SIFAT:&lt;br /&gt;• SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;• BO bersifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura.&lt;br /&gt;BAHASA:&lt;br /&gt;• SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;• BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda.&lt;br /&gt;SIKAP TERHADAP BELANDA:&lt;br /&gt;• SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda.&lt;br /&gt;• BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda, karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah Belanda.&lt;br /&gt;SIKAP TERHADAP AGAMA:&lt;br /&gt;• SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya.&lt;br /&gt;• BO bersikap anti Islam dan anti Arab (Dibenarkan oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)&lt;br /&gt;PERJUANGAN KEMERDEKAAN:&lt;br /&gt;• SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan.&lt;br /&gt;• BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan.&lt;br /&gt;KORBAN PERJUANGAN:&lt;br /&gt;• Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat.&lt;br /&gt;• anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak mati dan dibuang ke Digul.&lt;br /&gt;KERAKYATAN:&lt;br /&gt;• SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan.&lt;br /&gt;• BO besifat feodal dan keningratan.&lt;br /&gt;MELAWAN ARUS:&lt;br /&gt;• SI berjuang melawan arus penjajahan.&lt;br /&gt;• BO menurutkan kemauan arus penjajahan.&lt;br /&gt;KELAHIRAN:&lt;br /&gt;• SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905.&lt;br /&gt;• BO baru lahir pada 20 Mei 1908.&lt;br /&gt;SEHARUSNYA 16 OKTOBER&lt;br /&gt;Hari kebangkitan nasional yang sejak tahun 1948 kadung di peringati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apapun yang masuk akal dan logis untuk menolak hari ini. Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka kita perlu khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Dan kita juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.&lt;br /&gt;Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebgai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional” (Tamat)/ Rizki Ridyasmara.( naskah dari &lt;a href="http://padlyrahman.wordpress.com/"&gt;Konspirasi&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-8466909505522166268?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/8466909505522166268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=8466909505522166268&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/8466909505522166268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/8466909505522166268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/08/20-mei-bukan-hari-kebangkitan-nasional_06.html' title='20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (2)'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnqNqsF_0jI/AAAAAAAAAEw/IbFjcj73wmE/s72-c/bo-ok3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-3946397050640644531</id><published>2009-08-05T20:12:00.011+07:00</published><updated>2009-08-06T20:29:39.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Dalam Gambar'/><title type='text'>Foto Mbah Surip waktu muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmIcRGcU0I/AAAAAAAAAEg/O_JFAb9d-7w/s1600-h/mbahsurip3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366470450196796226" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 200px; cursor: pointer; height: 148px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmIcRGcU0I/AAAAAAAAAEg/O_JFAb9d-7w/s200/mbahsurip3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmIAB_9qYI/AAAAAAAAAEY/QniY2luWnBQ/s1600-h/mbahsurip2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366469965106751874" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 200px; cursor: pointer; height: 161px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmIAB_9qYI/AAAAAAAAAEY/QniY2luWnBQ/s200/mbahsurip2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmHMuPtPdI/AAAAAAAAAEQ/4IG7m2nyUKA/s1600-h/mbahsurip1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366469083630747090" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 200px; cursor: pointer; height: 145px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmHMuPtPdI/AAAAAAAAAEQ/4IG7m2nyUKA/s200/mbahsurip1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmIuicDjvI/AAAAAAAAAEo/ToGCmZziWyA/s1600-h/mbahsurip2d-ich.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366470764088495858" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 200px; cursor: pointer; height: 175px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmIuicDjvI/AAAAAAAAAEo/ToGCmZziWyA/s200/mbahsurip2d-ich.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kiri bawah searah jarum jam, (1) Mbah Surip waktu di SDN Purwotengah II Kota Mojokerto, (2) Sekolah Tehnik Jurusan Mesin Thn 1978, (3) Foto dari sertifikat Bimbingan Program Studi Unsuri thn 1979.  (4)  Sebelum meninggal. &lt;br /&gt;(didapat dari Blog &lt;a herf="http://dalmuji.wordpress.com/"&gt;Lucu, Keindahan, Tehnologi&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-3946397050640644531?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/3946397050640644531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=3946397050640644531&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3946397050640644531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3946397050640644531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/08/foto-mbah-surip-waktu-muda.html' title='Foto Mbah Surip waktu muda'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnmIcRGcU0I/AAAAAAAAAEg/O_JFAb9d-7w/s72-c/mbahsurip3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-5075724154285321678</id><published>2009-08-03T11:18:00.004+07:00</published><updated>2009-08-03T12:14:54.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Indonesia'/><title type='text'>20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnZnNO20uPI/AAAAAAAAAEA/3yDkF7BgXAo/s1600-h/BO.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnZnNO20uPI/AAAAAAAAAEA/3yDkF7BgXAo/s200/BO.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365589483082529010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, sesungguhnya  amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota freemasonry Belanda (Vritmejselareen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para pengusaha sekuler. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasional, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.&lt;br /&gt;Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan, ada sejumlah tokoh Islam dan para ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi dibalik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelummengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya.&lt;br /&gt;Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan; orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.&lt;br /&gt;Agar tidak terperosok berkali-kali ke dalam lobang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekalipun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu.&lt;br /&gt;Pendukung penjajahan Belanda&lt;br /&gt;Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar, pagi-pagi telah tergeletek di atas meja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Minanjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo : Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” Karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis : “Hadiah kenang-kenangan untuk ananda Rizki Ridyasmara dari penulis, semoga bermamfa’at!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20/2/2003.&lt;br /&gt;KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun, pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemaren terjadi. Selain topik penghianatan The Founding- Fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam mukaddimah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.&lt;br /&gt;“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekaan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemerdekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, dimana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya”, tegas KH. Firdaus AN.&lt;br /&gt;BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para Ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian ia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia lagi patuh pada induk semangnya.&lt;br /&gt;Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekalipun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka”, papar KH. Firdaus AN.&lt;br /&gt;Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis, “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis”. Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.&lt;br /&gt;Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang ‘Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging’ berkata : Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya…sebab itu, soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan”.&lt;br /&gt;Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam majalah ‘Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu kamu punya Kiblat!” (M.S) Al-Lisan nomor 24,1938.&lt;br /&gt;Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satupun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja, telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.&lt;br /&gt;Bukan itu saja, dibelakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.Sekertaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri, yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962″ (Dr. Th. Stevens),  sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.&lt;br /&gt;Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandingannya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908.(Bersambung)/Rizki Ridyasmara.( naskah dari &lt;a href="http://padlyrahman.wordpress.com/"&gt;Konspirasi&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-5075724154285321678?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://padlyrahman.wordpress.com/' title='20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (1)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/5075724154285321678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=5075724154285321678&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/5075724154285321678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/5075724154285321678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/08/20-mei-bukan-hari-kebangkitan-nasional.html' title='20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional (1)'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnZnNO20uPI/AAAAAAAAAEA/3yDkF7BgXAo/s72-c/BO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-947154566331826883</id><published>2009-07-29T20:28:00.002+07:00</published><updated>2009-07-29T20:39:08.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kota'/><title type='text'>Depok Tempo Dulu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnBQuJ5G05I/AAAAAAAAAD4/qMTBvojG4D0/s1600-h/mapdepok.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 103px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnBQuJ5G05I/AAAAAAAAAD4/qMTBvojG4D0/s200/mapdepok.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363875910057907090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Depok Zaman Prasejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan benda bersejarah di wilayah Depok dan sekitarnya menunjukkan bahwa Depok telah berpenghuni sejak zaman prasejarah. Pene-muan tersebut itu berupa Menhir "Gagang Golok", Punden berundak "Sumur Bandung", Kapak Persegi dan Pahat Batu, yang merupakan peninggalan zaman megalit. Juga penemuan Paji Batu dan sejenis Beliung Batu yang merupakan peninggalan zaman Neolit.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Depok Zaman Padjajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-14 Kerajaan Padjajaran diperintah seorang raja yang diberi gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan, yang lebih dikenal dengan gelar Prabu Siliwangi. Di sepanjang Sungai Ciliwung terdapat beberapa kerajaan kecil di bawah kekuasaan kerajaan ini, diantaranya Kerajaan Muara Beres. Sampai Karadenan terbentang benteng yang sangat kuat sehingga mampu bertahan terhadap serangan pasukan Jayakarta yang dibantu Demak, Cirebon dan Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok berjarak sekitar 13 km sebelah utara Muara Beres. Jadi wajar apabila Depok dijadikan front terdepan tentara Jayakarta saat berperang melawan Padjajaran. Hal itu dibuktikan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Masih terdapatnya nama-nama kampung atau desa yang menggunakan bahasa Sunda antara lain Parung Serang, Parung Belimbing, Parung Malela, Parung Bingung, Cisalak, Karang Anyar dan lain-lain.&lt;br /&gt;* Dr. NJ. Krom pernah menemukan cincin emas kuno pening-galan zaman Padjajaran di Nagela, yang tersimpan di Museum Jakarta.&lt;br /&gt;* Tahun 1709 Abraham Van Riebeck menemukan benteng kuno peninggalan kerajaan Padjajaran di Karadenan.&lt;br /&gt;* Di rumah penduduk Kawung Pundak sampai sekarang masih ditemukan senjata kuno peninggalan zaman Padjajaran. Senjata ini mereka terima turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok Zaman Islam&lt;br /&gt;Pengaruh Islam masuk ke Depok diperkirakan pada 1527, dan masuknya agama Islam di Depok bersamaan dengan perlawanan Banten dan Cirebon setelah Jayakarta direbut Verenigde Oost-lndische Compagnie (VOC) yang pada waktu itu berkedudukan di Batavia. Hubungan Banten dan Cirebon setelah Jayakarta direbut VOC harus melalui jalan darat. Jalan pintas terdekat yaitu melalui Depok. Karena itu tidaklah meng-herankan kalau di Sawangan dan banyak peninggalan- peninggalan tentara Banten berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kramat Beji yang terletak antara Perumnas Depok I dan Depok Utara. Di sekitar tempat itu terdapat tujuh sumur dan sebuah bangunan kecil yang terdapat banyak sekali senjata kuno seperti keris, tombak dan golok peninggalan tentara Banter saat melawan VOC. Dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang tinggal di daerah itu bukanlah petani melainkan tentara pada jamannya. Informasi dari Kuncen turun temurun, bahwa tempat itu sering diadakan pertemuan antara tentara kerajaan Banten dan Cirebon. Di tempat itu biasanya diadakan latihar bela diri dan pendidikan agama yang sering disebut pade-pokan. Kemungkinan nama Depok juga bersumber dari Pa-depokan Beji.&lt;br /&gt;* Di Pandak (Karadenan) terdapat masjid kuno yang merupakan masjid pertama di Bogor. Lokasi masjid ini dengan Bojong Gede hanya terhalang Sungai Ciliwung. Masjid ini dibangun Raden Safe'i cucu Pangeran Sangiang bergelar Prabu Sura-wisesa, yang pernah menjadi raja mandala di Muara Beres. Di rumah-rumah penduduk sekitar masjid ini masih terdapat senjata-senjata kuno dan beberapa buah kujang peninggalan zaman Padjajaran. Jadi masjid dibangun tentara padjajaran yang masuk Islam kurang lebih tahun 1550.&lt;br /&gt;* Di Bojong Gede terdapat makam Ratu Anti atau Ratu Mae-munah, seorang prajurit Banten yang berjuang melawan padja-jaran di kedungjiwa. Setelah perang selesai suaminya (raden pakpak) menyebarkan agama Islam di Priangan, sedangkan ratu anti sendiri menetap di bojonggede sambil menyebarkan agama Islam sampai meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok Zaman Kolonial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Maka hoetan jang laen jang disabelah timoer soengei Karoekoet sampai pada soengei besar, anakkoe Anthony Chastelein tijada boleh ganggoe sebab hoetan itoe misti tinggal akan goenanya boedak-boedak itoe mardaheka, dan djoega mareka itoe dan toeroen-temoeroennj a tijada sekali-sekali boleh potong ataoe memberi izin akan potong kajoe dari hoetan itoe boewat penggilingan teboe... dan mareka itoe tijada boleh bikin soewatoe apa djoega jang boleh djadi meroesakkan hoetan itoe dan kasoekaran boeat toeroen-temoeroennj a,..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan kalimat dengan ejaan van Ophuijsen itu adalah hasil terjemahan Bahasa Belanda kuno dari surat wasiat tertanggal 14 Maret 1714 yang ditulis tangan Cornelis Chastelein, seorang Belanda, tuan tanah eks pegawai (pejabat) Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Tiga bulan kemudian Chastelein meninggal dunia, persisnya 28 Juni 1714. Cornelis Chastelein itulah yang disebut cikal bakal berdirinya Kota Depok sekarang. Di bawah wewenang Kerajaan Belanda ketika itu (1696), ia diizinkan membeli tanah yang luasnya mencakup Depok sekarang, ditambah sedikit wilayah Jakarta Selatan plus Ratujaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meneer Belanda itu menguasai tanah kira-kira luasnya 1.244 hek-tare, setara dengan wilayah enam kecamatan zaman sekarang. Yang menarik dari surat wasiatnya, ia melukiskan Depok waktu itu yang dihiasi sungai, hutan, bambu rimbun, dan sengaja ditanam, tidak boleh di-ganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Krukut yang disebut-sebut dalam surat wasiat itu boleh jadi berhubungan dengan wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok sekarang, persisnya di selatan Cinere. Jika ada penggilingan tebu, niscaya ada tanaman tebu. Pastilah tanaman tebu itu terhampar luas dengan pengairan cukup. Bisa dibayangkan betapa elok Depok waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok dan Bogor menjadi wilayah kekuasaan VOC sejak 17 April 1684, yaitu sejak ditandatanganinya perjanjian antara sultan haji dari Banten dengan VOC. Pasal tiga dari perjanjian tersebut adalah Cisadane sampai ke hulu menjadi batas wilayah kesultanan Banten dengan wilayah kekuasaan VOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pemerintahan Daendels, banyak tanah di Pulau Jawa dijual kepada swasta, sehingga muncullah tuan tanah-tuan tanah baru. Di daerah Depok terdapat tuan tanah Pondok Cina, Tuan Tanah Mampang, Tuan Tanah Cinere, Tuan Tanah Citayam dan Tuan Tanah Bojong Gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kejayaan VOC sejak akhir abad ke-17 hingga per-tengahan abad ke-18 hampir semua orang Belanda di Batavia dan sekitarnya yang kaya raya memiliki sejumlah besar pekerja. Tumbuh kembangnya jumlah pekerja antara lain disebabkan kemenangan-kemenang an yang diraih VOC atau Belanda dalam menguasai suatu daerah, yang kemudian diangkut ke Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era tersebut, hidup seorang tuan tanah dermawan yang juga menaruh perhatian besar terhadap perkembangan agama Kristen di Batavia dan sekitarnya. Beliau adalah Cornelis Chastelein yang menjadi anggota Read Ordinair atau pejabat pengadilan VOC. Ayahnya Antonie Chastelein, adalah seorang Perancis yang menyeberang ke Belanda dan bekerja di VOC. Ibunya Maria Cruidenar, putri Wali Kota Dordtrecht. Sinyo Perancis-Belanda ini menikah dengan noni holland Catharina Van Vaalberg. Pasangan ini memiliki seorang putra, Anthony Chastelein, dan kawin dengan Anna De Haan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjabat pegawai VOC, kariernya cepat melejit. Namun, saat terjadi perubahan kebijakan karena pergantian Gubernur Jenderal VOC dari J. Camphuys ke tangan Willem Van Outhorn, ia hengkang dari VOC. Sebagai agamawan fanatik, Cornelis tidak senang melihat praktek kecurangan VOC. Borok-borok moral serta korupsi di segala bidang lapisan pihak Kompeni Belanda selaku penguasa sangat berten-tangan dengan hati nurani penginjil ini. Maka ia tetap bersikukuh keluar dari VOC, beberapa saat sebelum Gubernur Jenderal VOC Johannes Camphuys mengalihkan jabatannya kepada Willem Van Outhorn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 18 Mei 1696, ia membeli tiga bidang tanah di hutan sebelah selatan Batavia yang hanya bisa dicapai melalui Sungai Ciliwung dan jalan setapak. Ketiga bidang tanah itu terletak di 6ilangan Mampang, Karanganyar, dan Depok. Tahun itu juga, ia mulai menekuni bidang per-tanian di bilangan Seringsing (Serengseng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggarap lahan pertaniannya yang luas itu, ia menda-tangkan pekerja dari Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Ter-nate, Kei, Jawa, Batavia, Pulau Rate, dan Filipina. Semuanya berjumlah sekitar 120 orang. Atas permintaan ayahnya dulu, ia pun menyebarkan agama Kristen kepada para budaknya. Perlahan muncul di sini sebuah padepokan Kristiani yang disebut De Eerste Protestante Organisatie van Kristenen, disingkat Depok. Semboyan mereka Deze Einheid Predikt Ons Kristus yang juga disingkat Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang ajalnya, 13 Maret 1714, Cornelis Chastelein menulis wasiat berisi antara lain, mewariskan tanahnya kepada seluruh pe-kerjanya yang telah mengabdi kepadanya sekaligus menghapus status pekerja menjadi orang merdeka. Setiap keluarga bekas pekerjanya memperoleh 16 ringgit. Hartanya berupa 300 kerbau pembajak sawah, dua perangkat gamelan berlapis emas, 60 tombak perak, juga dihi-bahkannya kepada bekas pekerjanya. Pada 28 juni 1714 Cornelis Chas-telein meninggal dunia, meninggalkan bekas budaknya yang telah melebur dalam 12 marga yaitu Jonathans, Leander, Bacas, Loen, Samuel, Jacob, Laurens, Joseph, Tholens, Isakh, Soediro, dan Zadhoks. Marga itu kini hanya tinggal 11 buah karena marga Zadoks telah punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthony, putra Cornelis Chastelein, meninggal pada 1715, satu tahun setelah ayahnya meninggal. Istri Anthony kemudian menikah dengan Mr. Joan Francois De Witte Van Schooten, anggota dari Agtb. Raad van Justitie des casteels Batavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Depok saat ini masih terdapat Lembaga Cornelis Chastelein (LCC) yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Lembaga itu dibentuk 4 Agustus 1952 dihadapan Notaris Soerojo dengan perwakilan diantaranya J.M Jonathans dan F.H Soedira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, keturunan pekerja yang dimerdekakan Cornelis Chastelein itu biasa disebut Belanda Depok. Namun RM Jonathans, salah satu tokoh YLCC menyebut julukan itu tidak kondusif, seolah olah memberi pembenaran bahwa komunitas tadi merupakan repre-sentasi masyarakat Belanda yang ada di Indonesia, yang ketika itu menjajah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat ini Depok terus bertumbuh dan berkembang menjadi kawasan hunian yang ramai. Pada 1871 pemerintah Hindia Belanda memutuskan menjadikan Depok wilayah otonom sendiri. Sejak itu, Depok yang kala itu telah memiliki daerah teritorial sekitar 1.249 hektare, diperintah seorang residen sebagai Badan Pemerintahan Depok tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok Zaman Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, HEIHO dan Pembela Tanah Air (PETA) dibubarkan. Putra-putri HEIHO dan PETA kembali ke kam-pungnya. Mereka diperbolehkan membawa perlengkapan kecuali sen-jata. Diproklamirkannya Indonesia pada 17 Agustus 1945, para pemuda Depok khususnya bekas HEIHO clan PETA terpanggil hatinya untuk berjuang. Pada September 1945 diadakan rapat yang pertama kali di sebuah rumah di Jaian Citayam (sekarang Jalan Kartini). Hadir saat itu seorang bekas PETA (Tole lskandar), tujuh orang bekas HEIHO dan 13 pemuda Depok lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada rapat tersebut diputuskan dibentuk barisan keamanan Depok yang seluruhnya berjumlah 21 orang dengan komandannya Tole Iskandar. Ke-21 orang inilah sebagai cikal bakal perjuangan di Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya Kota Administratif Depok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus bergulir seiring pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tahun 1976, permukiman warga mulai dibangun dan berkembang terus hingga akhirnya pada tahun 1981 Pemerintah membentuk Kota Administratif (Kotif) Depok. Pembentukan Kotif Depok itu diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri, yang saat itu dijabat oleh H Amir Mahmud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan perubahan status tersebut, berlaku pula Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No 43 tahun 1981, tentang pembentukan Kotif Depok yang meliputi tiga Kecamatan. Yakni, Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Beji, dan Kecamatan Sukmajaya. Ketiga Kecamatan itu memiliki luas wilayah 6.794 hektare dan terdiri atas 23 Kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran tingginya tingkat kepadatan penduduk yang secara ad-ministratif telah mencapai 49 orang per hektare dan secara fungsional mencapai 107 orang per hektare, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, yaitu 6,75 persen per tahun, dan pemikiran regional, nasional, dan Internasional akhirnya konsep pengembangan Kotif Depok mulai dirancang menuju kerangka Kota Depok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka diperlukan beragam upaya perwujudan organisasi yang memiliki otonom sendiri, yaitu Kota Madya Depok atau Kota Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya Kota Depok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya perkembangan dan tuntutan aspirasi masyarakat yang kian mendesak, tuntutan Depok menjadi kotamadya menjadi semakin mak-simum. Di sisi lain Pemda Kabupaten Bogor bersama pemda Propinsi Jawa Barat memperhatikan perkembangan tersebut, dan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan aspirasi masyarakat sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan DPRD Kabupaten Bogor, 16 Mei 1994, Nomor 135/SK, DPRD/03/1994 tentang Persetujuan Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Keputusan DPRD Propinsi Jawa Barat, 7 Juli 1997 Nomor 135/Kep, Dewan.06IDPRD/ 1997 tentang Persetujuan Pembentukan Kota Madya Daerah Tingkat II Depok maka pembentukan Kota Depok sebagai wilayah administratif baru ditetapkan berdasarkan Undang-Undang No. 15 tahun 1999, tentang pembentukan Kota Madya Daerah Tk. II Depok yang ditetapkan pada 20 April 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Depok itu sendiri diresmikan 27 April 1999 berbarengan dengan pelantikan Pejabat Wali Kota Madya Kepala Daerah Tk. I I Depok, Drs. H. Badrul Kamal, yang pada waktu itu menjabat sebagai Wali Kota Administratif Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum peresmian kotamadya ini dapat dijadikan landasan bersejarah dan tepat dijadikan hari jadi kota Depok. Wilayah Kota Depok diperluas ke Kabupaten Bogor lainnya, yaitu Kecamatan Limo, Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Sawangan dan sebagian Kecamatan Bojong Gede yang terdiri dari Desa Bojong Pondok Terong, Ratujaya, Pondok Jaya, Cipayung, dan Cipayung Jaya. Hingga kini wilayah Depok terdiri dari enam kecamatan terbagi menjadi 63 kelurahan, 772 RW, 3.850 RT serta 218.095 Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok menjadi salah satu wilayah termuda di Jawa Barat dengan luas wilayah sekitar 207.006 km2 yang berbatasan dengan tiga kabupaten dan satu provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Ciputat Kabupaten Tangerang dan masuk wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, dan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Parung dan Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor. (panser.withboards.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-947154566331826883?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/947154566331826883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=947154566331826883&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/947154566331826883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/947154566331826883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/07/depok-tempo-dulu_29.html' title='Depok Tempo Dulu'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnBQuJ5G05I/AAAAAAAAAD4/qMTBvojG4D0/s72-c/mapdepok.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-339514904272111070</id><published>2009-07-29T19:24:00.008+07:00</published><updated>2009-08-03T20:07:26.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award Dari Sahabat'/><title type='text'>Award Pertama  dari Jalani Hidup apa adanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnBC_xg169I/AAAAAAAAADw/z9TZ8q6GCdM/s1600-h/awardspers.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnBC_xg169I/AAAAAAAAADw/z9TZ8q6GCdM/s200/awardspers.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363860819588541394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allhamdullilah blog sederhana ini mendapatkan berkah AWARD, yang kali ini datang dari sahabat JALANI HIDUP APA ADANYA Sebagai ungkapan rasa terima kasih serta untuk lebih mempererat rasa kekeluargaan sesama blogger dan meningkatkan jalinan silahturahmi, maka kami terima AWARD ini dengan penuh senang hati dan suka cita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung ini adalah award ber-backlink, sesuai persyaratan yang menciptakan, pencetus dan yang punya ide award ini, maka akan membagikan dan mendedikasikan award ini kembali kepada 10 orang sahabat blogger yang lain, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kong Jaya,&lt;br /&gt;2.Bungasempurna,&lt;br /&gt;3.Kiyai Ceret,&lt;br /&gt;4.Love Is Beauty,&lt;br /&gt;5.Seri Bahasa,&lt;br /&gt;6.Kibarong,&lt;br /&gt;7.Menara,&lt;br /&gt;8.Tips and deign Graphic,&lt;br /&gt;9.Go Irawan Blog,&lt;br /&gt;10.Rahmatan Lil Alamin,&lt;br /&gt;dan semua untuk umum&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi sahabat hati yang menerima award ini, demi rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk berkenan membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang sahabat blogger yang lain. Dan selanjutnya sahabat penerima award dimohon sudi kiranya meletakkan link-link berikut ini di blog atau posting artikel sahabat semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATURAN&lt;br /&gt;Aturannya begini (maaf sekali lagi maaf ya, kalau yang ini saya copy paste dari yang ngasih award ): sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalahNah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;a href="http://masdoyok.co.cc/"&gt;MAS DOYOK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;a href="http://boybloglinux.blogspot.com/"&gt;RIZKY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;a href="http://aremaniangalam.blogspot.com/"&gt;REZA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;a href="http://omtomi.blogspot.com/"&gt;OMTOMI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;a href="http://designofpassion.blogspot.com/"&gt;OTE TATSUYA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;a href="http://irawanqq.blogspot.com/"&gt;IRAWANQQ&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;a href="http://uda-ei.blogspot.com/"&gt;IWAN TANJUNG&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8.&lt;a href="http://titianhati.blogspot.com/"&gt;TITIHAN HATI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;a href="http://jalanihidupapaadanya.blogspot.com/"&gt;JALANI HIDUP APA ADANYA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;a href="http://cingomat.blogspot.com/"&gt;RAJA SALAHUDDIN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1&lt;br /&gt;Posisi 9, jml backlink = 5&lt;br /&gt;Posisi 8, jml backlink = 25&lt;br /&gt;Posisi 7, jml backlink = 125&lt;br /&gt;Posisi 6, jml backlink = 625&lt;br /&gt;Posisi 5, jml backlink = 3,125&lt;br /&gt;Posisi 4, jml backlink = 15,625&lt;br /&gt;Posisi 3, jml backlink = 78,125&lt;br /&gt;Posisi 2, jml backlink = 390,625&lt;br /&gt;Posisi 1, jml backlink = 1,953,12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan traffik tambahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-339514904272111070?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/339514904272111070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=339514904272111070&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/339514904272111070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/339514904272111070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/07/award-pertama-dari-jalani-hidup-apa.html' title='Award Pertama  dari Jalani Hidup apa adanya'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SnBC_xg169I/AAAAAAAAADw/z9TZ8q6GCdM/s72-c/awardspers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-6022346712365770929</id><published>2009-07-27T12:22:00.013+07:00</published><updated>2009-07-27T14:37:48.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Kota'/><title type='text'>SEJARAH SINGKAT KOTA DEPOK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sm1R8MJgOxI/AAAAAAAAADY/QwJ4trIIMZQ/s1600-h/depok+lambang.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sm1R8MJgOxI/AAAAAAAAADY/QwJ4trIIMZQ/s200/depok+lambang.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363032825763216146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota Depok dahulu merupakan sebuah dusun terpencil ditengah hutan belantara, yang kemudian pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tingi VOC Cornelis Cahstelein membeli tanah yang meliputi daerah Depok dan sedikit wilayah Jakarta Selatan serta Ratujaya Bojong Gede. Selanjutnya tahun 1871 Pemerintah Belanda mengizinkan daerah Depok membentuk Pemerintahan dan Presiden sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keputusan tersebut berlaku sampai 1942. Gemeente Depok diperintah oleh seorang Presiden sebagai badan Pemerintahan tertinggi. Di bawah kekeuasaannya terdapat kecamatan yang membawahi mandat (9 mandor) dan dibantu oleh para Pencalang Polisi Desa serta Kumitir atau Menteri Lumbung. Daerah teritorial Gemeente Depok meliputi 1.244 Ha namun hapus pada tahun 1952 setelah terjadi perjanjian pelepasan hak antara Pemerintah RI dengan pimpinan Gemeente Depok, tapi tidak termasuk tanah-tanah Elgendom dan beberapa hak lainnya. Bermula dari sebuah Kecamatan yang berada dalam lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) wilayah Parung yang meliputi 21 Desa, pada tahun 1976 perumahan mulai dibangun dan berkembang terus yang akhirnya pada tahun 1981 Pemerintah membentuk kota Administratif Depok yang peresmiannya diselenggarakan pada tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri Dalam Negeri (H. Amir Machmud).                       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama kurun waktu 17 tahun kota Administrasi Depok mengalamai penggantian kepemimpinan mulai dari walikota pertama Drs. Rukasah Suradimadja (Alm) (1982-1984), Walikota kedua Drs. H. M.I.Tamdjid (1984-1988), Walikota ketiga Drs. H. Abdul Wachyan (1988-1991), keempat Drs. H. Moch. Masduki (1991-1992), kelima Drs. H. Sofyan Safari Hamim (1992-1996) kemudian kepemimpinan Kotip Depok dijabat oleh Walikota Depok keenam Drs. H. Badrul Kamal (1997-1999) yang pada tanggal 27 April 1999 dilantik menjadi Pejabat Walikotamadya kepala Daerah Tingkat II Depok (bersama dengan Peresmian Kota Depok). (pacific.net.id)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-6022346712365770929?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pacific.net.id/~nurfauzi/DEPOK.HTM' title='SEJARAH SINGKAT KOTA DEPOK'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/6022346712365770929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=6022346712365770929&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/6022346712365770929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/6022346712365770929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/07/sejarah-singkat-kota-depok_27.html' title='SEJARAH SINGKAT KOTA DEPOK'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sm1R8MJgOxI/AAAAAAAAADY/QwJ4trIIMZQ/s72-c/depok+lambang.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-1536802356971404634</id><published>2009-07-22T12:53:00.003+07:00</published><updated>2009-07-22T13:00:25.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kilasan Sejarah'/><title type='text'>Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provinciën)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SmaqH598TRI/AAAAAAAAADA/-yiX6cg9FbM/s1600-h/kapal.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361159459227585810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 140px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SmaqH598TRI/AAAAAAAAADA/-yiX6cg9FbM/s200/kapal.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemberontakan yang terjadi diatas kapal angkatan laut Zeven Provinciën milik Belanda di lepas pantai Sumatra pada tanggal 5 Februari 1933. Adapun yang menjadi penyebabnya adalah keputusan untuk menurunkan gaji pegawai pemerintah Hindia Belanda sebesar 17% yang diumumkan pada tanggal 1 Januari 1933. Penurunan gaji pegawai tersebut merupakan upaya pemerintah Hindia Belanda untuk mengurangi defisit anggaran belanja akibat depresi ekonomi yang melanda dunia pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun keputusan tersebut mendapat tantangan hebat dari semua pihak, baik pegawai berkebangsaan Eropa, Indonesia maupun Eurasia yang ada di pemerintahan Hindia Belanda. Pemberontakan diatas kapal Zeven Provincien tersebut diatasi dengan cara pemboman kapal tersebut oleh pesawat udara angkatan laut Belanda.&lt;br /&gt;Dampak dari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi tersebut :&lt;br /&gt;Gubernur Jenderal De Jonge mendapat serangan atas kebijaksanaannya tersebut dari segala fihak, termasuk dari kelompok orang Eropa yang ada di Hindia Belanda&lt;br /&gt;Kaum Nasionalis menjadi kambing hitam terhadap terjadinya peristiwa pemberontakan tersebut, menyebabkan pemerintah Hindia Belanda lebih ketat lagi mengawasi kegiatan kaum nasionalis tersebut&lt;br /&gt;Campur tangan pemerintah terhadap semua partai politik yang ada di Hindia Belanda semakin dalam&lt;br /&gt;Sejumlah media massa saat itu terkena getahnya juga, di breidel dan pimpinan redaksinya ditahan&lt;br /&gt;Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Kapal_Tujuh_Provinsi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-1536802356971404634?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Kapal_Tujuh_Provinsi' title='Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provinciën)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/1536802356971404634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=1536802356971404634&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/1536802356971404634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/1536802356971404634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/07/peristiwa-kapal-tujuh-provinsi-zeven.html' title='Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provinciën)'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SmaqH598TRI/AAAAAAAAADA/-yiX6cg9FbM/s72-c/kapal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-8025435547442400340</id><published>2009-07-13T15:15:00.003+07:00</published><updated>2009-07-13T15:32:59.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Seni dan Budaya'/><title type='text'>Jackson ingin sekali dikloning</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SlrwHvCp1YI/AAAAAAAAAC4/CrOegpcyBhc/s1600-h/michael_jackson_casanova_in_concert.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357858722387973506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 144px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SlrwHvCp1YI/AAAAAAAAAC4/CrOegpcyBhc/s200/michael_jackson_casanova_in_concert.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jackson pernah diberitakan ingin sekali dikloning. Ia takut sekali pada kematian. Seperti dituturkan oleh bekas sopirnya, Al Bowman, raja pop yang tutup usia pada Kamis, 25 Juni lalu, itu sangat terobsesi atas kesuksesan Dolly, domba betina Amerika hasil kloning. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jackson bahkan pernah mendatangi konferensi yang digelar sekte Raelian di Las Vegas pada 2002. Sekte religius yang didirikan jurnalis Prancis, Claude Vorilhon, ini meyakini bahwa roh manusia ikut mati dalam tubuh yang melapuk. Satu-satunya kunci menuju hidup abadi, Raelian meyakini, adalah kloning--mencipta ulang seorang manusia dari susunan genetiknya.&lt;br /&gt;"Saya benar-benar ingin melakukannya, Uri, dan saya tidak peduli biayanya," kata Jackoa kepada sahabatnya, Uri Geller, seorang cenayang, saat mereka keluar dari gedung tempat berlangsungnya konferensi.&lt;br /&gt;Terlepas dari akurasi berita itu dan seberapa jauh kebenaran klaim Clonaid--divisi ilmiah Raelian yang menyatakan berhasil mencipta anak perempuan yang dinamakan Hawa, faktanya sains belum sehebat yang diinginkan Jacko. Belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan keberhasilan embrio manusia hasil kloning yang tumbuh menjadi jabang bayi, apalagi yang sampai ke tahap pertumbuhan sesudahnya semacam bocah perempuan Hawa.&lt;br /&gt;Tapi, memang, kemampuan itu sudah menuju kesana. Mungkinkah Michael Jackson yang juga pernah berhasrat mengawetkan jasadnya sebelum mati secara kriogenik (dengan temperatur yang sangat dingin) akan menjadi yang pertama?&lt;br /&gt;Para ilmuwan memang memulainya dengan hewan. Tak usah berbicara Dolly, mamalia pertama hasil kloning dari sel hewan dewasa pada 1996, yang kemudian disusul hewan lainnya, yakni tikus, sapi, babi, anjing, kucing, dan monyet. Teknologi ini sebenarnya sudah ada sejak 1952 ketika seekor katak kolam dibuat "berganda" lewat sel-sel embrionik.&lt;br /&gt;Total sudah ada ratusan hewan klon, tapi faktanya jenis-jenis mereka masih terbatas itu-itu saja. Proses kloning masih tidak efektif. Data dari Human Genome Project mengungkapkan, sekitar 98 persen eksperimen kloning mampat. Kebanyakan di antaranya berujung pada embrio yang lemah dan kematian prematur.&lt;br /&gt;Seperti si domba Dolly dan kawan-kawannya sesama hewan klon, beberapa spesies boleh jadi memang lebih resistan terhadap terapi transfer inti sel somatik. Proses pelucutan nukleus dari sebuah sel telur, lalu menukarnya dengan nukleus milik sel donor, memang tergolong proses terapi traumatik. Butuh teknologi yang lebih mutakhir sebelum lebih banyak spesies mampu tumbuh melalui proses itu.&lt;br /&gt;Hambatan itu belum seberapa karena yang terberat justru ada di luar laboratorium, yaitu kepedulian soal etika. Human Genome Project mengungkapkan bahwa para dokter dari American Medical Association dan para ilmuwan dari American Association for the Advancement of Science telah mengeluarkan pernyataan publik yang menolak kloning reproduktif manusia.&lt;br /&gt;Sebuah analisis kebijakan yang dilakukan United Nations University pada 2007 menyimpulkan, kloning harus dinyatakan ilegal atau dunia harus memiliki rencana untuk melindungi aktivitas klon-mengklon dari diskriminasi dan penyalahgunaan. Yang dikhawatirkan adalah kloning bisa menjadikan kehidupan manusia sebagai komoditas, "sehingga akan ada semacam pasar organ manusia dari 'tubuh tanpa otak' hasil kloning untuk memenuhi hasrat mereka para orang kaya yang ingin menambah panjang hidupnya."&lt;br /&gt;Michael Jackson, seperti diberitakan, hanya menginginkan sebuah versi mini dari dirinya sekadar untuk terus menjaga harta dan popularitasnya. Al Bowman mengungkapkan, "Ia ingin Michael Jackson bisa hidup selamanya." &lt;em&gt;( sumber: Koran Tempo)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-8025435547442400340?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/8025435547442400340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=8025435547442400340&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/8025435547442400340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/8025435547442400340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/07/jackson-ingin-sekali-dikloning.html' title='Jackson ingin sekali dikloning'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SlrwHvCp1YI/AAAAAAAAAC4/CrOegpcyBhc/s72-c/michael_jackson_casanova_in_concert.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-7539585896455006284</id><published>2009-07-03T15:38:00.004+07:00</published><updated>2009-07-03T15:50:53.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Islam'/><title type='text'>SURAQOH TERSUNGKUR DI HADAPAN RASUL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sk3Fwoyxg2I/AAAAAAAAACw/jql1JmOTevw/s1600-h/arabian-horse8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354152971388158818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 188px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sk3Fwoyxg2I/AAAAAAAAACw/jql1JmOTevw/s200/arabian-horse8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena perlakuan yang tidak adil dan diskriminatif oleh kaum Quraisy terhadap Rasul Muhammad dan para sahabat maka seluruh kaum muslimin hijrah ke Yastrib (Madinah). Tinggallah Nabi Muhammad dan Abu Bakar paling akhir berangkat ke Madinah. Tetapi karena kebencian dan dendam yang mendalam terhadap Rasul dan kaum muslimin kaum Quaraisy terus mengejar dan hendak membunuh Muhammad. Pengejaran ini dipimpim oleh pemuka Quraisy salah satunya adalah Abu Jahal, Paman Rasul.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika kaum Quraisy tiba di Darun Nadwah, para peminpin Quraisy berunding bagaimana caranya agar dapat mengejar dan menangkap Muhammad lalu membunuhnya. Diputuskan dalam perundingan itu bahwa barang siapa yang dapat membunuh Muhammad akan diberi hadiah 100 ekor unta. Mendengar itu Suraqoh bin Malik menyanggupi tugas tersebut dan berkata “Akulah yang sanggup menangkap Muhammad dan menyeretnya kemari kehadapan kalian. Dan jika dia membangkang akan aku tebas batang lehernya.”&lt;br /&gt;Suraqoh adalah salah seorang pemuda Quraisy yang hebat mengendarai kuda. Dipilihlah kuda yang paling baik untuk mengejar Rasulullah yang dikiranya belum begitu jauh. Hadiah 100 ekor unta menjadi motivasi bagi Suraqoh untuk dapat menemukan dan membunuh Muhammad, dan tak lama kemudian Rasul dan Abu Bakar dapat ditemuinya. Melihat Suraqoh memacu kudanya dengan kencang hendak menghampiri Rasul dan Abu Bakar, maka Abu Bakar berkata kepada Rasul, “Ya Rasulullah, kita telah ditemukan oleh Suraqoh dan Suraqoh adalah orang Arab yang pemberani.” Rasulullah menjawab, “Engkau jangan takut. Allah bersama kita”.&lt;br /&gt;Dengan menghunus pedangnya Suraqoh berkata pada Rasulullah; “Wahai Muhammad...! Siapakah yang bisa menghalangiku untuk membunuhmu pada hati ini?”. Rasul menjawab, “Allahlah yang menghalangimu, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Mulia dan Maha Kuasa.”&lt;br /&gt;Lalu datanglah Malaikat Jibril dan berkata kepada Rasulullah, “Wahai Muhammad, Allah telah berfirman kepadamu bahwa bumi ini ditunudukkan kepada perintahmu. Maka perintahkanlah bumi itu menurut kehendakmu.” Maka berkatalah Rasul kepada kepada bumi, “Wahai bumi, ambillah Suraqoh dan kudanya.” Saat itu juga bumi menarik Suraqoh dan kudanya sampai ke batas lututnya.&lt;br /&gt;Suraqoh terjerembab ke dalam bumi dan tak sanggup bangkit sendiri, berulang-ulang dia mencoba untuk bangkit namun tak bisa dan akhirnya dia jadi putus asa, lalu terpaksa minta tolong kepada Rasulullah, katanya: “Wahai Muhammad, tolonglah aku. Demi Zat yang Maha Mulia, jika engkau bisa menolong aku, aku pasti tidak akan menyakitimu.” Kemudian Rasulullah berdoa kepada Allah dan selamatlah Suraqoh dan kudanya.&lt;br /&gt;Setelah Suraqoh selamat, dia tidak menepati janjinya untuk tidak menyakiti Rasulullah tetapi kembali dia menghunus pedangnya ke hadapan Rasul dan seperti pertama kali dia dan kudanya terjerembab ke dalam bumi dan kembali ditolong oleh Rasulullah. Hal itu diulangnya sampai tujuh kali. Baru setelah yang ke delapan kali dia berhenti dan bertobat.&lt;br /&gt;Suraqoh merasa berhutang budi kepada Rasul karenanya ia menawarkan hadiah berupa harta benda miliknya. Dia berkata; “Wahai Muhammad, aku ini mempunyai beberapa unta dan binatang ternak lainnya ayng bisa dipakai untuk bekal perjalananmu. Maka panggilah pengembala untuk mengambil semua itu di rumahku sekehendak hatimu”.&lt;br /&gt;Rasulullah tidak suka dengan kesenangan harta benda dunia. Beliau berkara; “Wahai Suraqoh, jika engkau tidak suka pada agama Islam, aku pun tidak suka harta dan binatang ternakmu”. Kemudian Suraqoh bera dan binatang ternakmu”. Kemudian Suraqoh berkata lagi; “Wahai Muhammad. Agamamu ini akan menjadi besar di muka bumi ini dan engkau akan memiliki banyak kerbat dari anak Adam. Oleh karena itu, berjanjilah kepadaku, bila kemenangan ada di pihakmu maka muliakanlah diriku”. Dan lanjutnya “Wahai Muhammad, katakanlah apa yang engkau inginkan dari ku?”. Rasul menjawab; ”Yang ku inginkan dari adalah, pulangkanlah pasukan Quraisy”.&lt;br /&gt;Maka Suraqoh pulang dengan perasaan kagum terhadap orang yang selama ini dianggapnya sebagai musuh oleh orang Quraisy. Ketika ditengah perjalanan, bertemu dengan Abu Jahal dan pasukannya yang menyusul Suraqoh. Suraqoh berkata pada Abu Jahal; "Wahai Abu Hakam, sebaiknya engkau dan pasukanmu kembali saja karena Muhammad tidak melewati jalan ini”.&lt;br /&gt;Abu Jahal menjawab; “Wahai Suraqoh aku menduga bahwa engkau baru saja bertemu dengan Muhammad, maka beritahukanlah kepada kami dimana Muhammad sekarang”. Suraqoh tidak menjawab, ia hanya melantunkan Syair: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Abu Hakam.... demi Laata.....&lt;br /&gt;Jika engkau termasuk orang yang menyaksikan.............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depanku, kaki kudaku telah terperosok ke dalam perut bumi.....&lt;br /&gt;Engkau mengerti dan tidak ragu bahwa Muhammad itu adalah seorang utusan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada seorangpun yang mengingkarinya......&lt;br /&gt;Minggirlah dan pulangkanlah orang-orang yang hendak mengejar Muhammad.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah melihat derajat Muhammad pada hari ini dan akan tampak tanda-tandanya nanti.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-7539585896455006284?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/7539585896455006284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=7539585896455006284&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7539585896455006284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7539585896455006284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/07/suraqoh-tersungkur-di-hadapan-rasul.html' title='SURAQOH TERSUNGKUR DI HADAPAN RASUL'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Sk3Fwoyxg2I/AAAAAAAAACw/jql1JmOTevw/s72-c/arabian-horse8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-4539537241610056301</id><published>2009-07-02T18:49:00.003+07:00</published><updated>2009-07-02T18:54:27.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Seni dan Budaya'/><title type='text'>Melacak Inspirasi Basoeki Abdullah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skye0SLcB5I/AAAAAAAAACY/YxewfKUvj_0/s1600-h/Basuki+Abdullah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353828678106875794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skye0SLcB5I/AAAAAAAAACY/YxewfKUvj_0/s200/Basuki+Abdullah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pameran lukisan Basoeki Abdullah (almarhum) digelar di Galeri Nasional. Banyak inspirasinya ternyata berasal dari lukisan besar dunia.&lt;br /&gt;Basoeki Abdullah. Nama depannya memakai "oe", ejaan lama Van Ophuijsen, sementara nama belakangnya menggunakan ejaan Soewandi. Seperti ejaan namanya, sang maestro lukis melintasi, serta dekat dengan, dua pemimpin besar Indonesia yang berbeda arah, Soekarno dan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia memang keturunan priyayi. Kakeknya tokoh pergerakan, Dr Wahidin Sudirohusodo. Ayahnya adalah Abdullah Surio Subroto, pelukis naturalis sekaligus penari. Dari ayahnya, ia mulai mengenal seni melukis. Sejak balita, Basoeki sudah mulai mencoreti kertas dan kanvas. Ibunya, Raden Ajeng Sukarsih, kerabat Kasunanan Solo.&lt;br /&gt;Basoeki pada zaman Orde Baru sering diingat orang karena senantiasa mengenakan topi pet, berjas, dan berkacamata besar--yang tebal lensanya sekitar setengah sentimeter. Kacamata itu, yang kini penuh jamur, bisa dilihat di pameran Basoeki Abdullah, "Fakta dan Fiksi", di Galeri Nasional hingga 5 Juli mendatang. Poster pameran tak memajang potret Basoeki dengan topi pet, melainkan lukisan dirinya semasa muda: berpakaian terpelajar, rambut berombak, dan beralis tebal.&lt;br /&gt;Di pameran itu tak banyak lukisan Basoeki yang berhasil didatangkan. Panitia bisa meminjam beberapa koleksi pribadi, seperti dari pengusaha Setiawan Djody. Tapi usaha untuk membawa koleksi Kepresidenan tak berhasil. Seorang panitia mengatakan lukisan yang pada zaman Megawati dipamerkan di Istana Negara kini tercerai-berai. Ruang pamer itu kini dipakai sebagai ruang kerja Presiden Yudhoyono.&lt;br /&gt;Tapi setidaknya kita bisa melihat jejak-jejak Basoeki. Yang penting dari pameran ini, kita bisa melihat rentang tema yang dirambah oleh Basoeki, mulai lukisan potret, figur, pemandangan alam, sampai karya yang bersumber dari mitologi. Nilai yang paling utama adalah, kurator Mikke Susanto menuliskan dalam katalog, bisa membuat perbandingan antara lukisan Basoeki dan karya pelukis-pelukis Eropa. Melalui usaha perbandingan Mikke, kita bisa mengetahui bahwa ternyata lukisan Basoeki banyak terinspirasi oleh pelukis lain.&lt;br /&gt;Beberapa karya Basoeki, misalnya Perubahan Kehidupan Dunia dan Perubahan, yang menampilkan dunia hewan, mirip seperti yang dibawa Raden Saleh. Basoeki, kata Mikke, lebih naturalis, sementara Raden Saleh simbolis. Bila Raden Saleh memakai binatang untuk simbol rakyat (banteng) hingga negara-negara Eropa (singa), Basoeki lebih menonjolkan kegelisahannya tentang spesies yang berada di ambang kepunahan.&lt;br /&gt;Banyak juga lukisan Basoeki Abdullah yang dramatis, yang terinspirasi oleh pelukis Inggris, John Martin (1789-1854). Tengoklah lukisan Bagaimana Jika Tuhan Murka, yang berstatus koleksi Istana Presiden. Lukisan itu menggambarkan bumi yang terbelah. Awan dan langit tampak bergetar. Bumi terbelah, sementara sosok-sosok manusia bergelimpangan dan sekarat.&lt;br /&gt;Menurut Agus Dermawan T., seperti dikutip Mikke, karya Basoeki ini terinspirasi oleh lukisan Great Day of His Wrath karya John Martin bertahun 1853. Basoeki, menurut Agus, tak sendirian terpengaruh lukisan ini. Pelukis dunia lain, seperti Glenn Brown, juga terpengaruh lukisan ini. Suasana dramatis ala John Martin juga tampak pada karya Basoeki: Gatotkaca dan Antasena dengan Sembadra. Lukisan itu menampilkan sepotong imajinasi dari mitologi Mahabharata. Kita lihat air laut dan api dilukis dengan kesan bergelora yang menakutkan. Tapi ini juga mirip dengan Destruction of Sodom and Gomorrah, karya Martin bertahun 1852.&lt;br /&gt;Kemolekan alam juga pernah menjadi concern Basoeki--yang menganggap Nyai Roro Kidul sebagai ibu. Karya-karya yang berbau eksotis semacam itu banyak dikoleksi Soekarno. Saat itu, sebagai pemimpin negara baru, Soekarno berkepentingan pula menunjukkan kiprah Indonesia di ranah seni. Lukisan-lukisan Basoeki sering diboyong ke luar negeri untuk dipamerkan. Soekarno bahkan datang sendiri saat koleksi Basoeki dipamerkan di Jepang.&lt;br /&gt;Banyak pemimpin negara lain yang dilukis oleh Basoeki. Di negara-negara yang dekat, seperti Brunei Darussalam dan Thailand, Basoeki kerap melukis para raja itu hingga putri-putrinya. Kita bisa melihat "seri" lukisan potret pemimpin negara itu di pameran. "Saya suka sekali seri potret ini," kata seorang pengunjung bernama Yudia, yang ibunya dulu pernah menjadi model lukisan Basoeki.&lt;br /&gt;Satu dinding Galeri Nasional bahkan didominasi seri lukisan pemimpin Gerakan Non-Blok. Pada 1992, Soeharto memang meminta Basoeki melukis potret para pemimpin negara yang berkumpul untuk konferensi di Tanah Air. Salah satu lukisan memajang wajah-wajah mereka, dengan Soeharto sebagai sentralnya. Ukuran wajah Soeharto juga lebih besar dibanding yang lain.&lt;br /&gt;Semasa kariernya sebagai pelukis, Basoeki agak bersaing dengan Sindoedarsono Soedjojono (1913-1985), pelopor seni lukis modern Indonesia. Soedjojono, sejak 1930-an, mengecam Basoeki tak nasionalis karena sering melukis pemandangan alam dan perempuan cantik (Basoeki banyak melukis perempuan telanjang, yang kini disimpan di ruangan khusus di Istana Negara di Bogor).&lt;br /&gt;Perseteruan keduanya diakhiri di Ancol. Pada 1985, pengusaha Ir Ciputra mempertemukan Soedjojono dengan Basoeki, juga Affandi, dalam pameran bersama. Pertemuan tiga maestro itu nyaris batal karena Basoeki tiba-tiba tak datang ke penginapannya di Putri Duyung Cottage. Tapi pada 25 Maret, pukul 10 pagi, Basoeki muncul di Ancol. Kedatangannya itu bahkan disambut sendiri oleh Ciputra, yang tentu sempat berdebar-debar. Ketiga maestro lukis itu sempat berfoto bersama dengan senyum lebar di wajah mereka.&lt;br /&gt;Soedjojono wafat beberapa bulan kemudian. Basoeki, yang lahir pada 25 Januari 1915, masih bertahan hingga usia 78 tahun. Ia wafat pada 5 November 1993 karena dibunuh seorang pencuri yang menyelinap ke dalam rumahnya. Pada hari nahas itu, saat malam hari, seorang maling bernama Amirudin Al-Nanda--yang merupakan tukang kebunnya sendiri--menyelinap masuk ke kamar sang tuan untuk merampok jam-jam koleksi Basoeki. Basoeki terkejut ketika memergokinya. Amirudin panik dan meraih senapan laras panjang milik Basoeki yang dipajang di dinding, lalu memukulkannya ke tubuh tuannya itu.&lt;br /&gt;Di pameran di Galeri Nasional itu, kita bisa melihat senapan yang menuntaskan hidup Basoeki. Kita juga bisa melihat beberapa sisa koleksi arloji yang diincar oleh sang maling. Kita tercenung. Seluruh hidup Basoeki diabdikan pada yang molek, yang indah di indra, dan yang romantis. "Saya tak ingin mengkhianati aliran besar (yang memuja keindahan)," katanya pada suatu kali. Namun, seseorang mengakhiri hidupnya yang eksotis itu dengan cara yang barbar. IBNU RUSYDI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-4539537241610056301?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/4539537241610056301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=4539537241610056301&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/4539537241610056301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/4539537241610056301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/07/melacak-inspirasi-basoeki-abdullah_02.html' title='Melacak Inspirasi Basoeki Abdullah'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skye0SLcB5I/AAAAAAAAACY/YxewfKUvj_0/s72-c/Basuki+Abdullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-7640997481822647243</id><published>2009-06-29T18:24:00.005+07:00</published><updated>2009-06-29T18:34:31.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Indonesia'/><title type='text'>Sultan Ageng Tirtayasa (1631-1683) dan Kerajaan Banten</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skikl265zyI/AAAAAAAAACI/u7ypH7wfq5g/s1600-h/Surowosawan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352709127434522402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skikl265zyI/AAAAAAAAACI/u7ypH7wfq5g/s200/Surowosawan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak dulu kala Banten merupakan pelabuhan perdagangan yang ramai, sejak jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511. Dukungan kerajaan-kerajaan di pantai utara laut Jawa, seperti Demak dan Jepara, sangat berperan dalam perkembangan Banten yang semakin pesat. Bahkan sejarah Banten dapat ditelusuri lewat kehadiran Falatehan (Fatahillah) yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.&lt;br /&gt;Kehadiran VOC di Jawa, termasuk Banten sebenarnya hanya mencari beras untuk ditukar dengan komoditi rempah-rempah yang laku keras di pasaran Eropa. Sebelumnya VOC datang ke Daerah timur Indonesia yang kemudian perhatiaannya beralih ke Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belanda dengan Banten tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya kota Batavia yang dirintis oleh Jan Pieterszoonb Coen yang semula berpangkat kepala Tata Buku kongsi dagang VOC di Banten. Taktik VOC yang licik dan curang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat antara pengeran kerajaan Banten di Batavia. Pangerang Mangkubumi yang menjadi wali Sultan yang masih kanak-kanak lebih dekat dengan VOC sedangkan Pengeran Jayakarta yang berkedudukan di daerah yang sekarang di sebut Kota Jakarta (Jakarta diambil dari kata Jayakarta) lebih dekat dengan orang Eropa lain seperti Inggris dan Perancis. Atas restu wali Raja Banten Belanda menyingkirakan Pangeran Jayakarta dan orang Inggris dan Prancis. Sejak itu Batavia menjadi benteng dan sekaligus menjadi pusat kekuatan VOC yang terus berkembang.&lt;br /&gt;Hubungan antara Banten dan VOC yang semula baik perlahan-lahan berubah sejak naiknya Sultan Banten Abdulfattah yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1661. Sultan Ageng Tirtayasa tidak menyukai Belanda karena dianggap sebagai penghalang perdagangan Banten. Pada tahun-tahun awal pemerintahannya ia berhasil mengembalikan kekuatan perdagangan kerajaan Banten.&lt;br /&gt;Sultang Ageng mengadakan penyerangan-penyerangan gerilya terhadap Batavia baik lewat darat mapun lewat laut. Pada tahun 1666, dua kapal Kompeni Belanda dirampas oleh Banten dan perkebunan tebunya dirusak. Sultan Banten pun tidak bersedia menerima utusan VOC, sehingga orang-orang Belanda yang berada di Banten merasa tidak aman. Diam-diam mereka meninggalkan Banten. VOC memblokir pelabuhan Banten sehingga merugikan perdagangan Banten. Karenanya Sultan terpaksa melakukan perundingan dengan Belanda.&lt;br /&gt;Perundingan berlangsung sangat ketat. Belanda tetap mempertahankan keinginannya melakukan perdagangan monopoli di Maluku dan Malaka yang sulit diterima oleh Banten. Akhirnya disepakati bahwa Belanda tetap mengadkan perdagangan dengan Maluku dn membayar ganti rugi kepada Banten. Berkat usaha Sultan Agen Tirtayasa perdagangan Banten berkembang dengan pesat sampai ke Persia, Suria, Mekkah, Koromandel, Benggala, Siam, Tonkin dan Cina. Dalam perdagangan ke luar negeri itu Sultan banyak dibantu oleh Inggris dan Denmark.&lt;br /&gt;Keadaan tenang itu berakhir pada tahun 1676 ketika putra sulungnya kembali dengan gelar Sultan Haji yang sangat pro-Belanda. Ketegangan dengan Kompeni memuncak pada tahun 1680 dengan berkahirnya perang Trunojoyo. Sultan Ageng yang makin bertambah usianya harus menghadapi Kompeni dan putranya, Sultan Haji.&lt;br /&gt;Pada tanggal 27 Pebruari 1682 Istana Sultan Haji di Surosowan diserbu pasukan Banten. Dengan bantuan Belanda, Sultan Haji berhasil mempertahankan diri dengan semua syarat yang diajukan Belanda bahwa semua orang Eropa (Inggris dan Portugis) harus meninggalkan Banten. Pada bulan Agustus 1682 Sultan Haji menandatangani perjanjian yang mengakui kekuasaan Kompeni Belanda.&lt;br /&gt;Sultan Ageng yang sudah terdesak terus melancarkan perlawanan hingga pada tahun 1683, pada tahun itu juga ia ditangkap dan wafat di penjara. Jenazah pejuang syahid ini dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Banten yaitu di sebelah utara Masjid Agung Banten. (Rahimsyah).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-7640997481822647243?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/7640997481822647243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=7640997481822647243&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7640997481822647243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/7640997481822647243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/06/sultan-ageng-tirtayasa-1631-1683-dan_9463.html' title='Sultan Ageng Tirtayasa (1631-1683) dan Kerajaan Banten'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skikl265zyI/AAAAAAAAACI/u7ypH7wfq5g/s72-c/Surowosawan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1883747347469311790.post-3960981540841111593</id><published>2009-06-28T09:54:00.001+07:00</published><updated>2009-06-28T10:13:28.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembukaan'/><title type='text'>Mari kebelakang sejenak untuk maju kelak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skbfg9sxItI/AAAAAAAAABo/dUxD-FS6T8k/s1600-h/raja.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skbfg9sxItI/AAAAAAAAABo/dUxD-FS6T8k/s200/raja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352210964587553490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGubrak%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGubrak%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGubrak%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Assalamu’laikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salam semua......!&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika Allah menciptakan Adam, Dia berkata kepada Para Malaikat bahwa Dia akan menjadikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adam (manusia) sebagai Khalifah (peminpin) dimuka bumi. Hal ini tentu saja membuat para Malaikat itu heran dan bertanya; ”Mengapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Engkau hendak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuat kerusakan padanya dan menumpah darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kekhawatiran Para Malaikat itu terbukti. Ternyata manusia memanglah makhluk yang suka membuat kerusakan di muka bumi dan senang bertumpah darah (berperang). Perang selalu menyisakan kesedihan, kepedihan, penderitaan dan kerusakan. Kerusakan fisik dan kerusakan mental. Manusia kerap kali berbuat kejahilan (kebodohan). Kebodohannya selalu menimbulkan efek buruk terhadap lingkungan, tatanan hidup, peradaban, masa depan gerenasi kita sendiri dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya (juga yang lainnya) adalah salah seorang anak manusia - yang sudah pasti - juga banyak melakukan kebodohan-kebodohan tersebut yang selalu menimbulkan kemudharatan dan kemaslahatan. Saya sadari betul. Dan itu harus dihentikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka ada baiknya kita tengok kebelakang, untuk melihat apa yang telah kita lakukan, lalu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita kaji, kita pelajari, kita renungkan dan selanjutnya kita buat perbaikan. Kita buat suatu PERUBAHAN agar kegelapan yang selama ini menyelimuti kita berubah menjadi terang benderang yang menyinari dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Blog ini menyediakan informasi Bidang Sejarah, baik sejarah bangsa dan negara Indonesia mau pun sejarah dunia. Baik bidang sosial, budaya, seni, agama, ekonomi, perjuangan suatu bangsa perkembangan ilmu pengetahuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk itulah Blog ini saya beri &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;nama RAJA SALAHUDDIN, Raja dari kata Rahmat Jaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Salahuddin (Al-Ayubi) adalah seorang tokoh sejarah pada zaman keemasan Islam (Perang Salib). Moto Blog ini adalah &lt;b style=""&gt;“Perubahan adalah hijrah ke arah perbaikan menuju kesempurnaan”.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;pengunjung &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;saya sangat mengharapkan partisipasinya agar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dapat membantu program ini dengan memberi masukan, kritikan, saran dan komentar serta menyumbangkan artikel yang dapat memperkaya khasanah informasi sejarah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di blog ini. Semoga hal ini menjadi amal baik yang dapat dipertanggung-jawabkan di hadapan Sang Pencipta Khalifah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Amien. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(&lt;b style=""&gt;Rahmat Jaya)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1883747347469311790-3960981540841111593?l=cingomat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cingomat.blogspot.com/feeds/3960981540841111593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1883747347469311790&amp;postID=3960981540841111593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3960981540841111593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1883747347469311790/posts/default/3960981540841111593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cingomat.blogspot.com/2009/06/mari-kebelakang-sejenak-untuk-maju.html' title='Mari kebelakang sejenak untuk maju kelak'/><author><name>Tuan Raja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15556625726979905626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/SkNYAE8rEQI/AAAAAAAAAA8/Hkufpvwz_R0/S220/Cing+Omat+.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FDAjQTDRdk4/Skbfg9sxItI/AAAAAAAAABo/dUxD-FS6T8k/s72-c/raja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
